-->
HEADLINE
Loading...

Cantung Diamuk Sijago Merah

Telah Dibaca : 0 kali


GEMA -  Suasana ramai perdagangan setiap hari Selasa di Desa Cantung Kecamatan Kelumpang Hulu mendadak terhenti karena asap hitam tebal yang menjulang kelangit sontak membuat warga berlarian menuju lokasi.

Kawasan jalan pasar Cantung hilir RT. 5 ini langsung dipadati oleh warga yang mencoba memberikan pertolongan untuk memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya dan mengamankan harta benda mereka.

Amukan sijago merah sekitar pukul 11.30 wita, Selasa, (29/1/2013) di kawasan cantung hilir membuat Empat buah rumah ludes tinggal arang dan Dua buah rusak. Hingga pukul 12.30 wita kobaran api bisa dikuasai hingga tidak meluas ke pemukiman lain.

Naas, Satu orang warga sebut saja Anjang  yang sudah lanjut usia tidak bisa di selamatkan hingga tewas terbakar karena terperangkap api.

Belum diketahui apa penyebab musibah ini dan masih dalam penyelidikan pihak yang berwajib   






- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

3. Keberadaan Datu Mabrur

Telah Dibaca : 0 kali
Cerita Rakyat

Dalam catatan sejarah Istilah Datu dikenal dalam tingkatan sosial dalam masyarakat Melayu seperti di Sumatera, Malaysia, dan Kalimantan (Banjar). Konon masyarakat Banjar memberikan gelar Datu kepada orang yang Alim dan Saleh, Kepala Adat, Orang yang dituakan, serta Pahlawan yang memiliki kesaktian yang mandraguna. (Idwar Saleh: 1978)

Seperti hal itu juga seorang pertapa yang sakti mandra guna bernama Datu Mabrur yang kemudian berjasa membangun peradapan di Pulau Laut. Datu Mabrur punya hubungan baik dengan para datu- datu yang sakti mandraguna di Pulau Kalimantan. Diantarnya adalah Datu Pujung Aria Malangkang Tokoh Lagenda yang membangun peradaban di Amuntai Hulu Sungai Utara.

Setelah dalam pertapaan Datu Mabrur berhasil memunculkan Pulau Halimun lengkap dengan gunung yang elok dan cantik. Kemudian Datu Mabrur berniat untuk berkeluarga dan mempersunting seorang putri dari Pulau Dewata (Bali), darihasil perkawinan tersebut melahirkan keturunan 7 orang anak terdiri dari 6 anak laki-laki dan 1 orang anak perempuan. Yang masing-masing keturunannya tersebut bernama,
1. Datu Belang Ilat.
2. Datu Ning Karang Kabunan.
3. Datu Ning Karang Baingsang.
4. Datu Ning Karang Kintang.
5. Datu Ning Karang Jangkar.
6. Datu Ning Kurung, (perempuan) dan
7. Data.

Konon warga Datu Mabrur yang bermukim di Pulau Halimun ukuran tubuhnya besar- besar, hal ini dapat dilihat dari berbagai peninggalan prasejarah yg ada dan telah ditemukan oleh masyarakat Pulau Laut, diantaranya;

1. Kerangka manusia yg panjang kurang lbh 4 m ditemukan oleh oleh Harun warga Ds Pulau Kerayaan Pulau Laut Selatan.
2. Baji terbuat dari besi yg panjang kurang lebih 1 m, baji ini biasanya digunakan utk membelah kayu ditemukan oleh Mursyid pendududk Ds Semaras Pulau Laut Barat.
3. Lasung dan antang yg cukup besar ditemukan oleh Arifin warga Ds Sigam Pulau Laut Timur. (Sulaeman Najam)
Share:

2. Pulau Laut dipandang dari Muara Sungai

Telah Dibaca : 0 kali


Dilain riwayat juga diceritakan ketika Sultan Suriansyah memerintahkan Datu Pujung untuk mencari Kayu Ulin empat batang untuk tiang guru Mesjid yang akan didirikan di Kuin Kerajaan Banjar. Setelah Datu Pujung menerima titah Penembahan kemudian segara berangkat ke Timur , sampailah Datu di Muara Sungai Kukusan Pagatan akan tetapi setelah menulusuri hutan belantara tidak menemukan kayu yang dimaksud, hingga akhirnya Datu Pujung bertemu dengan seorang pertaba di Muara Sungai Kukusan yang bernama Datu Mabrur. Datu Pujung tinggal beberapa saat dengan Datu Mabrur di Muara Sungai Kukusan. Kemudian terjalinlah persahabatan yang baik antara kedua datu, hingga suatu hari Datu mabrur minta bantuan kepada Datu Pujung sahabatnya yang sakti mandra guna untuk mencarikan sebuah gunung yang indah di Pulau Jawa yang kelak akan diletakan di sekitar Sungai Kukusan. Tanpa banyak pikir Datu Pujungpun berangkat ke Pulau Jawa, karena menggunakan ilmu lari cepat sebantar saja sampai ketempat yang dituju, kemudian diambilnya sebuah gunung lalu diikatkannya diatas punggungnya dengan tali kemudian dengan cepat pula gunung itu dibawah ke Datu Mabrur, sesampai sekitar Muara Sungai Kukusan tali pengikat gunung putus dan gunung tersebut terjatuh di laut sekarang gunung tersebut dikenal dengan gunung Jambangan yang ada di Pulau Laut.


Share:

Arsip Blog

Follow Twetter Gema Saijaan Online
Follow Facebook Gema Saijaan Online
`
 
Tutup
Hosting Murah