-->

Indocement Bantu Peralatan Dapur Untuk Korban kebakaran Sungai Bali

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, SEBUKU - Bantuan terus berdatangan ke Sungai Bali Kecamatan Pulau Sebuku Kotabaru pasca kebakaran hebat pada Sabtu (23/11/2019) lalu, sebagai bentuk kepedulian pihak perusahaan produsen semen Tiga Roda Indocement memberikan bantuan kepada para korban kebakaran tersebut yaitu, peralatan dapur, bahan bangunan, dan perlengkapan lainnya.

Bantuan ini untuk yang kedua kalinya disalurkan ke Sungai Bali oleh Team Reaksi Cepat Indocement Peduli (RCIP) Senin (2/12/2019) menggunakan speedboat perusahaan dan langsung dibagikan kepada korban kebakaran sedangkan untuk bahan bangunan diserahkan kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru.

Tim Reaksi Cepat Indocement Peduli (RCIP), Teguh Iman Basuki mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk kepedulian PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk atas musibah kebakaran di Desa Sungai Bali Kecamatan Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru yang menghanguskan ratusan rumah.

"Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa meringankan beban mereka yang terkena musibah kebakaran tersebut," kata Teguh.

Lebih luas dijelaskannya, sebagai bentuk kepedulian sumbangan juga mengalir dari Karyawan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant Tarjun melalui SP ISI dan IMI yang ikut berpartisipasi terhadap musibah kebakaran yang terjadi di Sungai Bali tersebut.

Disisi lain Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru, Rusian Ahmadi Jaya, sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Manajemen dan seluruh Karyawan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk atas kepeduliaannya membantu korban musibah kebakaran di Desa Sungai Bali, Kecamatan Pulau Sebuku.

"Semoga bantuan yang disalurkan ini bisa bermanfaat dan kondisi masyarakat Desa Sungai Bali bisa pulih dan bangkit kembali pasca bencana," harapnya.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Dapur Umum Tagana Kotabaru Stop Layani Korban Kebakaran

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, SEBUKU - Pasca kebakaran Sungai Bali Kecamatan Pulau Sebuku Kotabaru yang menghanguskan ratusan rumah pada Sabtu (23/11/2019) lalu, membuat tim Tagana Kotabaru langsung bergerak membuka dapur umum untuk melayani masyarakat yang terkena musibah kebakaran tersebut namun hingga tujuh hari berjalan akhirnya mereka menghentikan pelayanan untuk para korban kebakaran dan balik kemarkas di Pulau Laut Utara, Minggu (1/12/2019).

Bukan tanpa alasan kenapa tim tagana menghentikan pelayanan dapur umum untuk korban kebakaran tersebut pasalnya para korban sudah tidak berada di tenda pengungsian, ratusan nasi siap saji di posko pengambilannya berkurang, dan alasan teknis lainnya.

Hal tersebut disampaikan koordinator Tagana Kotabaru Zamzani, kalau para pengungsi sudah tidak ada lagi ditenda dan jatah nasi tidak diambil, berarti mereka sudah bisa dianggap mandiri walaupun SK bupati masalah tanggap darurat ini selama14 hari.

"Memang semua tim tagana Kotabaru semuanya balik kanan ke markas dengan mobil dapur umum dan peralatan yang ada karena sudah tidak ada pengungsi korban kebakaran lagi di tenda posko induk," ucap Zamzani.

Ia, pun, menjelaskan, tanggap darurat bencana ini seyogyanya 3 hari terus berlanjut 7 hari pelayanan dapur umum untuk para korban dan kalau pun masih ada pengungsi bisa ditambah namun kalau tidak ada lagi berarti tim tagana menghentikan pelayanan dapur umum.

Akan tetapi tambahnya, tim Tagana Kotabaru tidak begitu saja meninggalkan permasalahan dapur umum ini karena mereka sudah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Pulau Sebuku dan perusahaan PT Silo terkait pelayanan dapur umum tersebut.

"Ya, sudah di koordinasikan dan PT Silo bersedia mengambil alih dengan menyiapkan peralatan memasak untuk dapur umum yang dibantu oleh pelajar, mahasiswa, dan masyarakat setempat," ucapnya.

Perlu diketahui pelayanan dapur umum oleh tim Tagana Kotabaru kepada para korban kebakaran Sungai Bali tersebut memberikan makanan 3 kali sehari yaitu, pagi jam 07- 09 Wita, siang jam 12 - 14 Wita, dan malam jam 19 - 20.30 Wita.

Nasi bungkus yang mereka siapkan sebanyak 500 bungkus dan ditambah dari PT Silo 200 bungkus 1 kali jatah makan, namun terus menurun hingga masuk hari ketujuh paska kebakaran.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Arsip Blog

Follow Twetter Gema Saijaan Online
Follow Facebook Gema Saijaan Online
`
 
Tutup
Hosting Murah