-->

Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas Usulan Musrenbang Sengayam

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, SENGAYAM - Rata rata usulan warga di kecamatan dalam acara Musyawarah Rencana Kerja (Musrenbang) 2019 yaitu infrastruktur jalan tidak terkecuali di Kecamatan Pamukan Barat, Sengayam.

Dalam Musrenbang di Kecamatan Pamukan Barat ini ada sekitar 51 usulan insfrastruktur jalan yang diajukan warga setempat diantaranya drainase, jembatan, dan lainnya, Selasa (29/1/2019).

Menanggapi hal itu Kadis Bina Marga dan Sumber Daya Air Kotabaru Joni Anwar, mengatakan bahwa sgemua usulan Musrenbang mulai dari Kecamatan  Kelumpang Tengah, Tanjung Batu, hingga sekarang di Kecamatan Pamukan Barat, Sengayam.

Dan yang telah diajukan pihak kecamatan mayoritas insfrastruktur jalan namun usulan tersebut akan kami pelajari dan dipilih dulu mana yang menjadi prioritas sebab semua usulan tersebut tidak mungkin bisa dipenuhi dilihat dari kemampuan dana daerah dulu cukup atau tidak.

"Usulan warga semuanya memang bagus namun kita harus lihat dulu mana yang menjadi prioritas karena kemampuan dana daerah kita tidak mungkin bisa mendanai semua usulan tersebut," ungkap Joni.

Lebih luas dipaparkannya, nantinya kita pelajari dulu mana yang menjadi kewenangan daerah, provinsi, dan pusat terkait pembangunan tersebut, selain itu kami juga akan melakukan koordinasi dengan pihak ketiga dalam hal ini perusahaan setempat melalui program CD/CSR mereka untuk membantu warga.

Disisi lain Camat Pamukan Barat Zaki, mengatakan bahwa, ada sekitar 337 usulan pada Musrenbang ini yang diusulkan oleh warga setempat dan mayoritas adalah infrastruktur jalan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Maka dari itu ia, pun, berharap ratusan usulan yang sudah disampaikan tersebut agar bisa terealisasi untuk kemajuan Kecamatan Pamukan Barat dan membuka akses jalan sesuai dengan bisa misi bupati yaitu Agrobisnis dan Pariwisata.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Satu Buah Rumah Warga Ludes Terbakar

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, PULAULAUT - Menjelang malam tiba, warga Desa Baharu Utara Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru mendadak heboh karena adanya kobaran api di salahsatu rumah warga jalan Berangas KM 2.5 RT. 07, Sabtu (19/1/2019).

Informasi didapat dari petugas BPBD Kotabaru bahwa kebakaran menghanguskan satu buah rumah atas nama Ana (43), saat itu korban tidak berada di rumah dan diperkirakan kejadian pukul 18.00 Wita.

Kronologisnya, pada saat kejadian korban meninggalkan rumah pada pukul 15.30 Wita  ke SMAN 1, namun saat pulang rumah sudah dalam kondisi terbakar.

Sekitar 30 menit berlangsung kobaran api bisa dipadamkan pada pukul 18.30 Wita oleh tim gabungan DPKP, HBS, Emergency respon Kotabaru, Tagana, dan masyarakat setempat.

Dalam musibah kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa hanya kerugian material dan sebab muasal kejadian masih dalam penyelidikan oleh pihak berwajib.

Pihak BPBD Kotabaru sendiri pasca kebakaran pemukiman itu langsung melakukan kajian cepat, asessment korban, menyiapkan bantuan logistik, dan rehab rekon.                                                                                                                                                                                 










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Pemkab Kotabaru Akan Lakukan Peningkatan Jalan Rantau Jaya

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, SEI DURIAN - Dalam kunjungan kerja Bupati Kotabaru H Sayed Jafar bersama rombongan melakukan temu wicara dan bakti sosial di Desa Rantau Jaya Kecamatan Sungai Durian, Rabu (16/1/2019).

Dalam temu wicara bersama warga setempat bupati menyampaikan akan melakukan peningkatan jalan mulai dari KM 7 hingga Banian yangmana dulunya becek terus pengerasan dan akan dilakukan pengaspalan.

"Dulu saya lewat menggunakan trail saja sangat sulit karena jalannya becek dan berlubang terus kita lakukan pengerasan walau pun berdebu namun nantinya akan kita aspal biar mulus," ungkap bupati.

Orang nomor satu di Bumi Saijaan itu juga mengatakan agar ada kerjasama dari masyarakat untuk dapat memelihara jalan tersebut bila sudah bagus seperti angkutan sawit yang tidak berlebihan dan kebut kebutan.

Selain itu pertanyaan masyarakat setempat juga terkait kesehatan, jalan, komunikasi, pendidikan, dan sarana prasarana lainnya di jawab langsung oleh kepala SKPD terkait.

Diakhir acara bupati didampingi kepala SKPD menyerahkan bantuan sembako kepada para manula, ibu hamil, pakir miskin warga setempat dan bantuan uang 10 juta rupiah untuk mesjid Desa Rantau Jaya.

Suasana tambah meriah dengan lantunan musik tradisional kuda lumping yangmana bupati dan rombongan menari bersama.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Indocement Terima Antara Award 2019

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, BANJARMASIN - Dalam rangka HUT LKBN Antara ke-81 memberikan penghargaan kepada kepala daerah dan mitra kerja yang selama ini menjalin hubungan baik dengan kantor berita milik negara ini.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Tarjun, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan menjadi salahsatu penerima  Penghargaan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara 2019 yang berlangsung di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Rabu (9/1).

Selain itu penghargaan juga diberikan kepada Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dan sembilan bupati/wali kota yang datang di acara rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 LKBN Antara itu.

Acara dihadiri oleh Direktur Utama LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat dan Direktur Pemberitaan LKBN Antara Ahmad Munir.

Senior Corporate Communication Officer PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, M Rizky Dinihari di Banjarmasin mengatakan,  selama ini pihaknya menjalin hubungan yang harmonis dengan media massa, salah satunya LKBN Antara.

"Kami mengapresiasi pemberian penghargaan Antara ini, itu sebagai bukti kalau selama ini terjalin hubungan kemitraan dalam rangka penyampaian informasi," ujarnya.

Menurut Rizky, karena hubungan itulah, program perusahaan bisa tersosialisasi ke masyarakat, termasuk kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) di Kabupaten Kotabaru, khususnya di kawasan pabrik.

Cukup banyak kegiatan yang dilakukan pihaknya terhadap masyarakat, khususnya yang berlokasi di sekitar pabrik.  Kegiatan ini termasuk program CSR Indocement yang fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungaan.

Pihaknya lanjut Rizky, telah memetakan potensi-potensi desa yang ada dan rutin menjalin koordinasi dengan kepala desa dan Musrenbang untuk penyusunan program yang diinginkan oleh masyarakat setempat.

Selain itu kami juga mengembangkan wisata mangrove di Desa Langadai Kecamatan Kelumpang Hilir, dan melakukan pengembangan "Local Hero" yaitu mitra binaan yang telah berhasil mengembangkan usahanya menuju kemandirian, yang pada gilirannya mereka juga berperan dalam mengembangkan masyarakat lainnya di sekitarnya.









- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Disbudpar Kotabaru Berlakukan Tarif Masuk Baru di Lokasi Wisata

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, PULAULAUT - Terhitung awal Januari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kotabaru resmi menaikan tarif penggunaan fasilitas aset daerah di lokasi wisata. Baik di wisata kuliner ataupun di wisata pantai.

Pemberlakuan resmi tarif baru diberlakukan Disbudpar, sesuai diatur dalam peraturan daerah (Perda) nomor 5 tahun 2018. Selain retribusi masuk obyek wisata, pengunjung Siringlaut juga dikenakan tarif penggunaan fasilitas.

Seperti penggunaan toilet, pengunjung dikenakan tarif Rp 2.000 untuk buang air besar atau buang air kecil. Tidak kecuali fasilitas digunakan pedagang di wisata kuliner.

Sebelumnya Disbudpar mengenakan tarif sewa Rp 200 ribu pertahun. Dengan peraturan yang baru, masing-masing pedagang dikenakan tarif sewa Rp 250 ribu perbulan.

Sementara tarif masuk obyek wisata Pantai Gedambaan misalnya, Disbudpar mengenakan Rp 10 ribu ditambah asuransi Rp 1.000 perjiwa. Tidak. Kecuali balita hingga usia ke bawah.

Kepala Disbudpar Kotabaru Khairian Anshari membenarkan, awal januari pihaknya memberlakukan tarif baru masuk lokasi wisata Pantai Gedambaan sesuai Perda nomor 5 tahun 2018.

Pengunjung dikenakan tarif perjiwa Rp 11 ribu dengan rincian retribusi masuk wisata Rp 10 ribu, sedangkan untuk asuransi Rp 1.000.

"Tidak ada lagi klasifikasi usia. Anak-anak, dewasa sama Rp 11 ribu (termasuk asuransi). Karena tidak mungkin hanya orang tua saja, anak-anak tidak diasuransikan," jelas Khairian kepada banjarmasinpost.co.id, Sabtu (5/1/2018).

Meski demikian, diadakannya asuransi setiap pengunjung. Tambah Khairian, pihaknya tetap mengintensifkan pengawasan untuk keselamatan pengunjung.

"Dengan ada asuransi, jika terjadi apa-apa pada pengunjung Disbudpar akan memfasilitasi klaim asuransi. Sesuai ketentuan yang disepakati," ucapnya.

Terlebih, seiring dinaikannya tarif retribusi masuk. Tidak semata-mata karena adanya peraturan baru, akan tetapi sebuah tantangan bagi Disbudpar untui memberikan layanan terbaik kepada pengunjung terkait ketersediaan fasilitas.

Tahun ini pembenahan dilakukan, masih menurut Khairiansyah, pihaknya akan menjadikan kolam renang menjadi water boom sebagainl wahana bermain yang lebih refresentatif.

"Selain kami juga akan memperbaiki dan menambah fasilitas-fasilitas lainnya untuk kenyamanan pengunjung," ujar Khairian.

Terpisah, untuk penggunaan fasilitas di wisata kuliner juga mengalami kenaikan. Sebelumnya Disbudpar mengenakan tarif sewa Rp 200 pertahun, berubah menjadi Rp 250 ribu perbulan. Termasuk penggunaan toilet sebelumnya gratis, sekarang dikenakan tarif Rp 2.000 untuk BAB atau buang air kecil.

"Fasilitas di wisata kuliner, dulunya pertahun sekarang dengan aturan yang baru dikenakan perbulan," bebernya.

Khairian tidak menepis, diberlakukannya ketentuan baru ini menjadi penyulut pro dan kontra di masyarakat.

"Pro kontra itu pasti ada. Apa yang kita lakukan karena kita mencoba merubah menshet masyarakat dan itu perlu proses. Tapi bisa bandingkan dengan lokasi wisata di daerah lainnya dengan di Kotabaru," pungkasnya.

Salah seorang pedagang kuliner di sekitar panggung utama di obyek wisata Siringlaut membenarkan, adanya penerapan aturan baru soal kenaikan tarif terkait penggunaan fasilitas daerah.

"Iya ada kenaikan itu. Saya dengar sebelumnya Rp 200 ribu pertahun, sekarang Rp 250 ribu perbulan," ujarnya kepada banjarmasinpost.co.id.

Ia mengaku, secara pribadi tidak begitu mempersoalkan mengenai kenaikan itu. Sebatas kenaikan itu masih sebatas yang wajar dan sesuai dengan pendapatan.

"Kalau kena ramainya sih, misalnya ada hiburan pendapatan sehari bisa Rp 300 ribu. Jadi bagi aku masih wajar kalau Rp 250 perbulan. Tidak tahu (pedagang) yang lain," katanya.

Belum termasuk biaya untuk petugas kebersihan Rp 5.000 perhari atau perbulan Rp 150 ribu. "Tapi ini dari kesepakatan kami pedagang. Jadi tidak ada masalah," tandasnya.













- Sumber : banjarmasin.tribunnews.com
Share:

Pencarian Korban Hilang di Laut Belum Membuahkan Hasil

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, PULAULAUT - Hari kedua pencarian korban, Bahtiar (20) nelayan yang dikabarkan hilang terjatuh di laut sekitar perairan Pudi, Kecamatan Kelumpang Utara, Kabupaten Kotabaru belum membuahkan hasil.

Pencarian dibagi dua oleh personel gabungan Satpolair, Basarnas, TNI AL dan relawan juga menyisir peraira Tanjung Mangkok, kecamatan Pulau Sebuku.

Sayang pencarian hari kedu yang juga diikuti orangtua korban tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya petugas gabungan menghentikan pencarian.

Kasat Polair Polres Kotabaru AKP Christugus Lirens SE.MA membenarkan, pencarian hari kedua oleh tim gabungan belum membuahkan hasil, meski berusaha maksimal.

"Pencarian hari kedua dari pukul 09.00 Wita sampai pukul 16.00 Wita. Belum ada hasil," kata Christugus kepada banjarmasinpost.co.id.

Menjadi kendala tidak maksimalnya pencarian, karena kondisi cuaca kurang bersahabat sebab gelombang tinggi dan angin kencang.

"Untuk pencarian apakah dilanjutkan besok, kami akan koordinasikan lagi dengan Basarnas," jelasnya.

Selain kondisi kurang bersahabat hingga hari kedua pencarian, Christugus menduga korban hanyut terbawa arus.

"Kami juga meminta kepada nelayan jika menemukan korban untuk menginformasikan," ucapnya.

Sementara koordinator Kantor Pos SAR Kotabaru Teguh Prasetyo membenarkan, pencarian korban hari kedua belum membuahkan hasil karena terkendala gelombang besar dan angin kencang.

"Besok pencarian akan dilanjutkan," jelas Tegus kepada banjarmasinpost.co.id.













- Sumber : banjarmasin.tribunnews.com
Share:

Arsip Blog

Follow Twetter Gema Saijaan Online
Follow Facebook Gema Saijaan Online
`
 
Tutup
Hosting Murah