-->

Indocement Ajarkan Warga Hidup Mandiri

Telah Dibaca : 0 kali



GEMA - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Tarjun, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru tak hanya menggulirkan bantuan, namun juga mengajarkan hidup mandiri melalui Pusat Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) sebagai wadah percontohan kepada warga desa-desa binaan. 

Pelatihan & magang peternakan kambing ini diselenggarakan selama 2 minggu guna lebih memahami secara baik dan sekaligus praktek peternakan dengan tujuan agar memiliki pengetahuan beternak yang matang. 

Sebanyak 6 petani mengikuti pelatihan dan diberikan materi tentang pengenalan beternak kambing, pakan, kesehatan pakan, cara mengetahui umur, seleksi bibit yang baik, perkandangan, pasca panen hingga analisa usaha dan pemasaran. 

Instruktur peternakan P3M Indocement Pabrik Tarjun, Budi Triono mengatakan “Pelatihan dengan magang kepada calon peternak kambing ini diberikan selama 160 jam atau kurang lebih 2 minggu karena dengan tenggang waktu tersebut cukup untuk menyerap seluruh materi yang diberikan dan pemeliharaan hewan kambing sebenarnya mudah namun yang perlu diperhatikan adalah kebersihan kandang serta pakan yang cukup” 

Salah seorang peserta pelatihan, Sunaryo, warga Desa Tarjun RT.III mengatakan “Kami bersyukur sekali dengan adanya pelatihan peternakan kambing yang diselenggarakan CSR Indocement Pabrik Tarjun dan kegiatan ini menambah wawasan juga pengetahuan kami tentang bagaimana cara beternak kambing yang professional".

Ditambahkan Sunaryo, "Setelah mengikuti pelatihan dan magang peternakan khususnya Kambing ini, kami yakin dapat melakukannya ditempat tinggal kami dan optimis akan berkembang baik karena sebelumnya kami kurang informasi, tentang tata cara mengelola ternak yang baik, tata kelola pakan dan kesehatan ternak” 

“Dengan latar belakang petani yang berkeinginan menjadi peternak kambing yang mandiri & handal, karena kebutuhan kambing saat ini sangat tinggi namun tidak diimbangi dengan jumlah ternak kambing yang ada, maka kami ingin menjadi peternak baru yang mampu mengembangkannya dan menghasilkan banyak hewan kambing, apalagi didukung banyaknya lahan yang belum digunakan optimal dan kami berharap Indocement terus membina warga desa binaannya agar pengetahuan dan taraf hidup masyarakat disekitarnya terus meningkat,” jelas Sunaryo. 

Sedangkan CSR Section Head Indocement Pabrik Tarjun,Yanuar Arif mengatakan “perusahaan berusaha memberikan kesejahteraan kepada warga binaan, melalui program yang mereka kembangkan. Setelah mengikuti pelatihan dan magang, perusahaan melalui program CSR akan memberikan bantuan bergulir bibit kambing dengan komposisi 1 peternak menerima 2 ekor kambing dan besar harapan mereka mengembangkan atau praktekkan peternakan ini didesa masing-masing”.
  
Tambah Yanuar, “Pelatihan & magang ini adalah angkatan pertama yang dilakukan dan  ini akan terus bertambah angkatan berikutnya dari peternak-peternak kecil terus berkembang dengan harapan terus meningkat untuk menjadi peternak-peternak besar, Indocement ingin programnya selalu berdampak langsung pada peningkatan ekonomi sekitarnya maka itu apa yang bisa kita lakukan untuk memberdayakan masyarakat akan kita lakukan,”ujarnya. 

Seperti telah diketahui, Produsen semen merk Tiga Roda ini memiliki program lima pilar perusahaan antara lain seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya agama olahraga dan keamanan, termasuk permberdayaan berkelanjutan (Sustainable Development Project).






 
- Penulis : Humas ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan online








Share:

Indocement Sambut Bulan K3

Telah Dibaca : 0 kali



GEMA - Dalam rangka bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2013, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Pabrik Tarjun Kotabaru sambut bulan K3 dengan menyelenggarakan kegiatan lomba foto K3, Jalan santai, lomba penanggulangan keadaan darurat dan pelatihan pemadam kebakaran serta Donor desa binaan (20/02)dengan tema ”Bekerja Selamat Itu Hebat”

Kegiatan dibuka oleh SSECSR Dept Head Indocement Pabrik Tarjun dihadiri oleh jajaran management Indocement, organisasi pekerja IMI & SPISI Tarjun, tim kesehatan juga dokter perusahaan serta Tim CSR. Turut hadir para tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala desa tarjun, LPM dan warga sekitar. 

Teguh mengatakan Alhamdulillah, data statistik K3 Indocement Pabrik Tarjun sepanjang tahun 2012 telah terjadi penurunan drastis (lost time) angka kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan cedera dan zero kasus fatality, diharapkan pada tahun 2013 ini angka kasus kecelakaan kerja tidak terjadi sama sekali atau zero insiden.

Hal ini sesuai dengan Amanat Kemenakertrans RI, bahwa tahun 2013 merupakan tahun keempat bangsa Indonesia untuk berjuang, berperan aktif dan bekerja secara kolektif dalam mendukung cita-cita besar yaitu Indonesia berbudaya K3 tahun 2015 serta Program kampanye ”Anti Kecelakaan” yang baru saja diluncurkan oleh Kemenakertrans RI pada waktu yang lalu jelasnya.

Ditambahkan Teguh,”Saya Pilih Selamat” sebagai ikon baru yang diharapkan dapat populer dan mudah diingat guna menjunjung tinggi nilai-nilai keselamatan.Namun semua, memerlukan perhatian serius dan dukungan secara maksimal berbagai pihak agar potensi bahaya yang timbul ditempat kerja terhindar dan K3 bagi pekerja dapat tercapai sepenuhnya.

Perayaan bulan k3 tahun ini pihak perusahaan juga menyelenggarakan kegiatan  untuk masyarakat sekitar operasional perusahaan dengan tujuan agar mereka juga mengenal arti K3 sesunguhnya dan atas nama manajemen Indocement Pabrik Tarjun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terus berupaya membudayakan K3 sebagai Kontribusi untuk memajukan perusahaan, demikian Teguh.

Kepala Desa Tarjun, Suriyadi mengatakan “Kami menyambut baik sekaligus bangga kegiatan tersebut dilaksanakan di desa binaan agar warga desa binaan mengenal K3 dengan harapan pihak Indocement terus membina warga yang bekerja di pabrik untuk lebih memahami arti pentingnya K3. 

Sementara OSD Manager Indocement Pabrik Tarjun, Darmon Zain menyampaikan, Indocement Pabrik Tarjun berhasil meraih pencapaian 900 hari NLTI (Non Lost Time Injury). Kinerja tersebut tidak lepas dari upaya dan dukungan bersama karyawan dan manajemen Pabrik Tarjun dalam mencegah terjadinya kecelakaan dan sebagai apresiasi atas pencapaian tersebut, manajemen Pabrik Tarjun memberikan penghargaan kepada segenap karyawan Indocement Pabrik Tarjun dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung K3”.






- Penulis : Humas ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Poltek Wisuda 82 Orang Diploma III

Telah Dibaca : 0 kali


GEMA -  Fakultas Politeknik (Poltek) Kotabaru kembali meluluskan 82 wisudawan wisudawati angkatan ke V tahun Akademik 2012-2013 di aula Politeknik jalan raya stagen, Sabtu, (16/2).

Hadir dalam prosesi wisuda, Bupati Kotabaru H. Irhami Ridjani,dan Wakil Bupati Rudy Suryana, unsur Forkopinda, pimpinan SKPD, orangtua wisudawan dan segenap aktivitas akademika Poltek.

Sebelumnya mereka di yudisium pada Desember 2012 kemarin di tempat yang sama, adapun beberapa jurusan yang tergabung serentak di wisuda, jurusan administrasi bisnis 32 orang, teknik sipil 13 orang, listrik 23 orang, teknik mesin 14 orang.

Dari 82 mahasiswa yang di wisuda ada beberapa orang yang mendapatkan predikat terbaik yaitu, Siti Aisyah jurusan teknik sipil dengan IP. 3,26, Dian Adi Wibowo jurusan teknik mesin dengan IP. 3,31, Indra Gunawan jurusan teknik listrik dengan IP. 3,49, Idfi Aprilia Larasari jurusan administrasi bisnis dengan IP. 3,60.







- Penulis : Sri Mariana - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

KPU Koordinasikan Masalah Kampanye

Telah Dibaca : 0 kali


GEMA -  Dalam hal menyambut pesta demokrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengkoordinasikannya dengan aparatur pemerintah terkait permasalahan partai baik peraturan dan tata cara berdemokrasi yang baik dan benar seperti pemasangan atribut parpol di daerah tertentu.

Hadir dalam rapat koordinasi ini Bakiasda, Kesbanglinmas, Satpol pp, Badukcapil, AL dan AD serta media cetak juga elektronik.

Dalam pembahasan yang dilakukan Jumat pagi diruangan media center kpu Kotabaru dikatakan bahwa ada daerah yang terlarang untuk pemasangan atribut parpol seperti baliho, umbul-umbul dan yang lainnya. kawasan terlarang itu jalur hijau, kantor pemerintahan, tiang listrik dan telpon, kawasan pemda, kawasan pasar limbur, jembatan dan fasilitas umum dengan jarak pemasangan 50 meter.

Panwaslu Kotabaru, Hj Asni Harijati menanggapi hasil rapat, semua hal ini akan dituangkan dengan keputusan bupati baik masalah pemasangan atribut seperti stiker, baliho, sepanduk dan umbul - umbul parpol terhadap lokasi mana yang diperbolehkan.

"Dalam hal pemasangan atribut parpol perlu adanya perhatian aspek keindahan dan keamanan kota, nantinya akan kembali di koordinasikan bersama dengan pihak parpol" tambah Asni.

Daftar penduduk pemilihan potensial pemilih (DP4) sebanyak 227.943 sedangkan pemilih di Kalimantan Selatan sebanyak 3.307.083.








- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Ditahun Ular Air Warga Tionghoa Beribadah Dirumah

Telah Dibaca : 0 kali



 
 
GEMA - Warga tionghoa rayakan tahun baru imlek 2564 di kawasan Kelenteng An Hwa Tian Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan dilaksanakan secara sederhana dengan harapan di tahun ular ini akan lebih baik dari sebelumnya.

Tiap Imlek datang warga tionghoa memadati kelenteng untuk beribadah namun tahun ini sepi pengunjung kebanyakan mereka melaksanakan sembahyang dan berdoa di rumah bahkan merayakannya keluar kota. 

Deretan lilin dari yang kecil sampai yang besar selalu dinyalakan setiap perayaan imlek karena dipercayai sepanjang tahun yang dijalani rezekinya selalu terang seperti lilin yang menyala.


Darman Aman Sentosa selaku ketua Kelenteng An Hwa Tian menjelaskan, dalam shio ular air tahun ini merupakan ujian dan diharapkan untuk selalu bersabar karena kapanpun dan dimanapun bisa berselisih.

Tambah Darman, "Shio ini melambangkan ular yang sedang naik ke atas tanah penuh dengan dendam dan bila tidak dilandasi kesabaran setiap orang bisa bertengkar sehingga wajib waspada"


Di Indonesia kebanyakan tahun baru imlek dirayakan juga sebagai perayaan hari lahirnya kong hu chu yang lahir ditahun 551 Masehi dan tahun Masehi 2013 bagi pemeluk agama kong hu chu atau budha disebut sebagai tahun baru imlek ke 2564.

Imlek (hari raya) merupakan tradisi dalam memberikan penghormatan  kepada pihak yang lebih tua ataupun kepada kedua orang tua dan dalam agama apapun wajib hukumnya sejauh tidak mengikuti ritual persembahyangan dengan tata cara agama lain.

Ada Enam tradisi yang dilakukan oleh sebagian masyarakat tionghoa untuk menyambut tahun baru cina (imlek) diantaranya sajian jeruk yang melambangkan besar rezeki, apel berarti besar kesehatannya dan keselamatannya sedangkan buah pear melambangkan kebahagiaan serta kue keranjang. Bahkan tradisi mercon,kemabng api dan lampion merah serta tradisi barongsai dan naga (liong).








- Penulis : Siti Aisyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Menguak Bukti Sejarah Kota Tua Sebelimbingan

Telah Dibaca : 0 kali


GEMA - Makam belanda ini di bangun sekitar tahun 1900 dengan nama dutch graveyard meskipun hanya berjarak beberapa puluh meter dari jalan utama tetapi tempat ini hampir belum diketahui dikotabaru apalagi mengunjunginya.

Meskipun makam ini memiliki nilai sejarah tinggi yang identik dengan kejayaan Kabupaten Kotabaru di masa colonial ketika belanda masih berkuasa.

Siang ini merupakan kali pertama kami bersama crew mengunjungi ke makam belanda yang terletak di Desa Sebelimbingan.Tujuan utama kami ke makam tua ini untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa di masa penjajahan Belanda dulu pernah menjadi sebuah kota yaitu Desa Sebelimbingan dengan berbagai peninggalannya.

Makam tua dalam bahasa belanda nya “Ducth Graveyard” akan  lebih bagus lagi bila dijadikan sebagai tempat  wisata cagar budaya untuk masyarakat Kotabaru.untuk memasuki lokasi makam belanda tersebut tidak lah mudah karena belum adanya jalan alternative untuk menuju kesana kecuali hanya jalan setapak,dan menuju ke makam tua itu kami ditemani salah seorang warga setempat yang mengetahui lokasi makam yang mau menunjukan jalan menuju lokasi.

Setelah memasuki makam ini kesan awal yang ada dibenaku adalah rasa kagum dari desain dan  nisan-nisan yang unik,benar-benar pemandangan yang tak pernah kulihat saat mengunjungi sebuah kawasan makam.Yang menarik dari desain makam belanda ini adalah bentuk nisan yang terbuat dari cor semen dan ukurannya pun lebih besar dari makam orang Indonesia yang pernah ku lihat.Bukan hanya makam belanda ternyata disekitar lokasi ini juga terdapat beberapa makam muslimin yang tidak terawat dan nisan nya pun rapuh akibat termakan zaman.

Siang yang sangat terik namun tak membuat aktifitas kami terganggu, saat melanjutkan perjalanan saya melihat sebuah pohon besar dan katanya pohon tersebut dinamakan pohon keramat kami pun mencoba mengukur diameternya dengan cara mengelilinginya.

Tetapi sangat disayangkan melihat kondisi sekarang salah satu tempat yang memiliki catatan nilai sejarah ini kurang diperhatikan,buktinya banyak konstruksi makam yang hancur walaupun memang ada sebagian yang masih bertahan dengan baik tapi jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan yang rusak,sebagian batu nisan bahkan hilang.Menurut info yang kami dapat dari masyarakat setempat kemungkinan warga mengira bahwa di dalam makam tersebut terdapat harta karun milik mayat yang dikubur bisa juga mereka mencari brang antic yang dikubur bersama mayat ini untuk mendapatkan nya barang-barang antik atau harta karun yang belum tentu ada mereka membongkar makam ini.

Jika kawasan makam ini terawat dengan baik betapa megah dan indahnya lokasi bersejarah ini dan pasti akan menjadi obyek wisata baru yang tidak kalah menarik. Menurutku seandainya tempat ini lebih mendapat perhatian dari semua pihak yang terkait makam belanda ducth graveyard bisa menjadi salah satu asset cagar budaya yang dimiliki kabupaten kotabaru.Namun entah kenapa makam ini terlihat menakutkan karena tidak adanya perawatan.

Setelah puas melihat bukti-bukti kejayaan masa lalu sebelimbingan kami pun menyudahi perjalanan penuh tantangan ini namun masih banyak lagi peninggalan-peninggalan belanda lain seperti jembatan tua dengan rel kereta apinya dan bekas bangunan bank dan kami akan mencoba mengungkap lagi bukti sejarah yang lain di sebelimbingan ini.







- Penulis : Siti Aisyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

“ Sa-Ijaan & Ikan Todak ” dan Asal Usul Pulau Laut

Telah Dibaca : 0 kali



Gema - Hai Sobat Gema Saijaan masih ingat ngga cerita tentang DATU MABRUR nah kita akan coba tulis asal usul dan legenda IKAN TODAK yang sekarang menjadi Lambang atau Iconnya KAB. KOTABARU.

Pada zaman dahulu kala ada seorang Datu sakti mandraguna yang karena kesaktiannya kala itu beliau dapat bertapa di tengah laut. Nama beliau adalah Datu Mabrur beliau kala itu sedang bertapa diantara Pulau Kalimantan dan Selat Makassar. Menurut legenda Datu Mabrur bertapa disana adalah untuk memohon kepada Tuhan Sang Pencipta agar diberikan sebuah pulau oleh-Nya, yang nantinya akan dijadikan tempat bermukim bagi anak cucu dan keturunannya kelak.

Dengan kebulatan tekadnya, Datu Mabrur tidak mundur dalam tapanya. Walaupun ketika malam hari cuaca sangat dingin, angin, hujan, embun, dan kabut seakan membekukan tubuhnya. Dan dikala siang terik matahari membakar seluruh tubuhnya yang hanya dibungkus sehelai kain. Tubuh Datu Mabrur kala itu menjadi sangat kurus karena dia tidak pernah makan, kecuali meminum air hujan dan embun yang membasahi bibirnya. Walau demikian tidaklah mundur tekadnya. Seluruh penderitaan itu sirna tatkala membayangkan mendapatkan sebuah pulau bagi anak cucunya kelak, tidak dibawah kekuasaan Pulau Kalimantan ataupun Pulau Sulawesi.

Pada suatu ketika menjelang hari akhir pertapaannya, saat itu kondisi air laut tenang sekali. Tiba-tiba seekor ikan besar muncul dari permukaan laut seakan terbang mengarah padanya. Rupanya ikan itu sengaja menyerang beliau. Menyaksikan itu Datu Mabrur tidak beringsut dari duduk tapanya, namun beliau hanya menepis serangan mendadak itu dengan tatapan matanya. Sungguh ajaib, hanya dengan tatapan matanya ikan itu terpelanting dan jatuh kembali ke air tanpa mampu menyentuh tubuh Datu Mabrur. Serangan ikan ini terjadi berulang kali. Bahkan tiba-tiba muncul ribuan ikan beraneka macam, berbobot besar mengepung beliau dengan memperlihatkan gigi dan tanduk runcingnya berkumpul mengelilingi beliau bagaikan prajurit perang yang sedang mengepung pertahanan musuhnya.
Para ikan ganas yang mengepung Datu Mabrur pada akhirnya benar-benar melakukan serangan beruntun tanpa henti kearah beliau, namun seluruh ikan yang menyerang tersebut jatuh persis ketika Datu Mabrur membuka matanya secara tiba-tiba.

Merasakan gerombolan ikan ini tidak akan berhenti menyerangnya, maka Datu Mabrur langsung berkata :
“Hai.. Ikan! Kenapa kalian mengganggu tapaku, ikan apa kalian ini?”, ujar Datu Mabrur.
“Kami ikan todak, dan aku Raja Ikan Todak yang menguasai perairan ini. Tahukah kau, tapamu membuat lautan kami bergelora? Kami terusik! Dan aku memutuskan untuk menyerangmu, tapi kami akui dirimu memang sakti. Hai Datu Mabrur, aku Raja Ikan Todak mulai hari ini mengakui takluk oleh mu”, ujar Raja Ikan Todak menjawab.
“jadi itu rakyatmu...?”, tanya Datu Mabrur sambil menunjuk ribuan ikan yang mengepung karang tempatnya bertapa.
“Ya, Datu. Tapi, sebelum menyerangmu tadi, kami telah bersepakat. Kalau aku kalah, kami akan menyerah dan mematuhi apa pun perintahmu Datu”, ujar Raja Ikan Todak menjawab dengan nada penuh kebesaran jiwa.
Walau demikian hingga berakhirnya hari pertapaannya, Datu Mabrur belum juga mendapatkan tanda atau wangsit bahwa permohonannya akan dikabulkan. Karena sejauh mata memandang yang tampak hanya laut luas yang membiru, hembusan angin laut yang menderanya. Tidak ada tanda-tanda pulau yang diharapkannya akan hadir dipelupuk matanya.
Disela-sela harinya, Datu Mabrur membantu mengobati Raja Ikan Todak yang terluka akibat pertempuran dengannya kemarin. Raja Ikan Todak menawarkan Datu Mabrur untuk tinggal di istana bawah lautnya yang terbuat dari emas dan permata, serta dilayani oleh dayang-dayang putri duyung yang rupawan. Akan tetapi tawaran menggiurkan itu ditolak dengan hormat oleh Datu Mabrur, sambil menceritakan niatnya bertapa diperairan itu.
Bak gayung bersambut sayap mengepak, maksud dan impian Datu Mabrur justru ditanggapi dengan serius oleh Raja Ikan Todak dengan menyanggupi akan mengabulkan keinginan dan niat tapa sang Datu. “Aku takkan berdusta, ini sumpah seorang Raja!”, ujar Raja Ikan Todak bersemangat.
Mendengar hal ini Datu Mabrur tersenyum lembut dengan penuh kasih sayang mengangkat sang Raja Ikan Todak itu dan mengembalikannya ke laut.
“Sa-Ijaan!”, seru Raja Ikan Todak.
“Sa-Ijaan!”, sahut Datu Mabrur.
“Sa-Ijaan!” yang artinya SEIYA SEKATA/SEPAKAT/SATU SUARA

Sebelum tengah malam sebelum batas waktu pertapaannya berakhir, Datu Mabrur dikejutkan oleh suara gemuruh yang datang dari dasar laut. Ternyata dilihatnya jutaan ikan dari berbagai jenis muncul sembari mendorong daratan baru dari dasar laut dibawahnya. Sambil mendorong, jutaan ikan tadi serentak berteriak “Sa-Ijaan!”,

Melihat hal ini Datu Mabrur tercengang dikarang pertapaannya memandang Raja Ikan Todak benar-benar memenuhi sumpahnya. Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Sang Pencipta, ia menamakannya Pulau Halimun.
Alkisah, Pulau Halimun kemudian disebut Pulau Laut. Sebab pulau ini timbul dari dasar laut dan dikelilingi laut. Sebagai hikmahnya, kata Sa-Ijaan dan Ikan Todak dijadikan slogan dan lambang Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimatan Selatan.



-Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Tradisi Lomba Perahu Katir

Telah Dibaca : 0 kali


Gema - Hello Sobat Gema Saijaan Kali ini kita akan kasih artikel tentang "Tradisi Lomba Perahu Katir" Tau ngga sih Tradisi Lomba Perahu Katir itu apa ?

Tradisi Lomba Perahu Katir adalah Tradisi balapan atau lomba perahu katir yang biasa diselenggarakan antara bulan Juli-Agustus setiap tahun di Pulau Kerayaan sekitar 140 km sebelah selatan Pulau Laut 

Kotabaru. dan akan dijadikan wisata bahari andalan Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Katir Race (lomba perahu Katir), kegiatan Lomba Perahu Katir ini merupakan kegiatan tahunan yang sudah dijadwalkan dalam agenda kegiatan pariwisata Kabupaten Kotabaru. 


Kegiatan tersebut merupakan jenis kegiatan bahari yang menyerupai jenis kegiatan lomba perahu layar. Selain diikuti oleh peserta dari daerah sekitar Kabupaten Kotabaru sendiri, kegiatan ini juga diikuti oleh peserta dari luar daerah, lomba tersebut terbuka untuk umum tidak hanya terbatas untuk warga sekitar saja.
Sebagai objek wisata adu perahu katir akan diadakan di kawasan lokasi Siring Laut dan Pantai Gedambaan yang relatif lebih dekat dengan ibukota kabupaten

Lomba perahu katir merupakan satu-satunya yang ada di Kotabaru dan tidak ada satu daerah lainnya di Indonesia yang menggelar event serupa.
Namun keinginan menjadi kegiatan nelayan berlomba perahu mini menjadi obyek wisata andalan itu mengalami kendala infrastruktur ke wilayah tersebut.
Hingga saat ini jalan yang mengakses ke lokasi obyek wisata di Pulau Kerayaan di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan tersebut, masih banyak yang berlubang dan berbatu, serta ditumbuhi semak belukar.
Terutama badan jalan mulai dari, Tanjung Serdang, Salino, Semisir, Sungai Pasir, Semaras, Lontar hingga Tanjung Lalak.

Lomba perahu katir yang biasa dilakukan nelayan lokal untuk mengisi waktu saat beristirahat tidak melaut, karena angin kencang itu dapat dijadikan salah satu obyek wisata andalan, karena lomba tersebut hampir sama yang dilakukan oleh luar negeri.
Hanya besarnya perahu saja yang berbeda, kalau di luar negeri perahu dan layarnyanya berukuran besar, tetapi untuk di Pulau Kerayaan perahu dan layarnya berukuran kecil untuk satu operator.
Nah Sudah Pada Tahu kan



- Penulis : Nurul Auda - Editor : Erwin Gema Saijaan Online
Share:

Serongga Laksanakan Musrenbang

Telah Dibaca : 0 kali


GEMA -  Serentak Duapuluh kecamatan di Kabupaten Kotabaru mengadakan musrenbang untuk pembangunan di daerah setempat.

Musrenbang adalah forum musyawarah tahunan yang dilaksanakan untuk menyepakati rencana kegiatan tahun anggaran yang berjalan sesuai dengan tingkatannya, untuk menampung dan menetapkan kegiatan prioritas sesuai kebutuhan masyarakat yang diperoleh dari musyawarah serta menetapkan kegiatan yang dibiayai melalui APBD.

Salah satunya Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Kelumpang Hilir Serongga yang membahas tentang pembangunan pedesaan setempat oleh anggota DPRD, Kepala Desa, Perusahaan, Bank.





- Penulis : Syarif - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Pulau Cinta Terus Dipromosikan

Telah Dibaca : 0 kali

Gema - Hallo Sobat Gema Saijaan Tau ngga sih Pulau cinta ( Love Island ) yang berada di Desa Tanjung Lalak, Pulau Laut Kepulauan, Kotabaru, yang konon ceritanya kalau kita berniat mencari jodoh datang ketempat itu aja ada Puluhan pasang remaja menggantungkan sepasang batu sebagai tanda mata di pepohonan di Pulau Cinta bertujuan sebagai tanda ikatan cinta keduanya. "Banyak remaja yang ingin hubungannya mencapai pernikahan, mereka datang dan menggantungkan batu di dahan pohon di sini, Setelah cita-citanya tercapai yaitu setelah pernikahan keduanya, pasangan tersebut kembali datang ke Pulau Cinta dan melepaskan batu atau benda lain yang digantungkan di dahan pepohonan di pulau yang terdiri dari kumpulan bongkahan batu raksasa dan ditumbuhi pohon halaban serta kelapa. Selain pasangan remaja yang datang, hampir setiap dua hari sekali Pulau Cinta juga didatangi masyarakat yang memiliki keinginan dan menggantungkan benda tanda mata di dahan dengan harapan kelak dapat kembali melepas gantungan tersebut setelah keinginannya terkabul. "Untuk melestarikan budaya di Pulau Cinta,masyarakat setempat mengemasnya dengan pesta adat melepas sepasang ayam jago dan betina yang diperebutkan pengunjung. Bagi siapa yang mendapatkannya, maka diyakini akan mendapat berkah dari Allah SWT, dan Pulau Cinta ini terus di promosikan oleh pemerintah Kab. Kotabaru ke luar daerah bahkan kalu bisa sampai ke manca negara sebagai salah satu wisata yang ada di Kotabaru,





- Penulis : Erwin - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

TERANGI DESA KAMI

Telah Dibaca : 0 kali

Desa kami bernama desa Tebingtinggi kecamatan kelumpang Tengah Kabupaten Kotabaru. Di desa kami belum masuk PLN (Perusahaan Listrik Negara). Sudah bertahun-tahun kami hidup di desa dari dulu hingga di era modern ini belum ada PLN masuk. Desa kami masih menggunakan (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) dan itu hanya menerangi pada malam hari saja. Pada awalnya orang-orang yang dianggap mampu membeli mesin diesel, mereka membeli mesin tersebut dan digunakan sebagai alat penerang, terkadang mereka menggunakannya individu, tetapi ada pula yang menggunakan secara bersamaan. Yakni mereka menyalurkan listrik tersebut kepada tetangga – tetangga disekitar rumah yang tidak memiliki mesin tersebut. Mereka menyalakan diesel tersebut dari jam 6 sore hingga  jam 12 malam, selebihnya itu mereka menggunkan lampu minyak tanah, lampu petromaks, karena untuk menghemat solar.
Hal itu berjalan hingga duapuluh tahunan lebih hingga kini desa kami masih menggunakan PLTD, tetapi berbeda sedikit, sekarang desa kami menggunkan PLTD yang besar yang dikordinir oleh satu orang dan disambungkan kerumah-rumah warga. Perkembangan tersebut berdasrkan usulan dari warga desa kami. Meskipun desa kami sudah memiliki mesin diesel yang besar, namun hal tersebut belum cukup memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik. Karena mereka hanya menyalakan pada jam 6 sore hingga jam 6 pagi saja. Karena terkendala dengan bahan bakar solar sebagai bahan bakar mesin diesel yang harganya juga mahal.
Problem lain yakni harga bulanan listrik yang harus dibayar ke pengurus PLTD yakni sebesar Rp. 155. 000, 00 bagi pengguna lampu saja, berbeda pembayarannya jika menggunakan alat elektronik yang lain. Akan dikenai tambahan biaya lagi. Sangat berbeda jauh jika menggunakan listrik dari PLN. Masalah ini sangat berat dirasakan oleh kaum kecil yang bermata pencaharian sebagai Petani/ peladang, buruh perkebunan, pedagang kecil. Karena mereka harus mengeluarkan uang sebesar itu untuk kebutuhan listrik untuk menerangi rumah-rumah mereka.
 Sangat ironis sekali melihat hal tersebut, karena di daerah sekitar tebingtinggi kaya akan Tambang Batubara yang dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing, yang sangat menguntungkan Negara, tetapi mengapa hak rakyat belum terpenuhi secara baik. Meskipun tidak memungkiri banyak perkembangan lain, semisal dibidang pertanian dan perkebunan. Namun hal yang paling penting yakni adanya penerangan yang lebih memadai dari Pemerintah. Karena dengan adanya kemajuan dalam hal penerangan, akan memajukan dalam bidang apapun. Ekonomi, sosial dan budaya. Dengan adanya kelengkapan dalam bidang penerangan maka akan menciptakan lapangan kerja baru dan sangat membantu dalam bidang ekonomi dan sektor lainnya. Terimakasih…..

- Penulis : Ike June - Editor : Erwin - Sumber : Aspirasi RAKYAT
Share:

Arsip Blog

Follow Twetter Gema Saijaan Online
Follow Facebook Gema Saijaan Online
`
 
Tutup
Hosting Murah