-->

Kapolres Kotabaru Bersilaturrahmi Dengan Media Komunikasi

Telah Dibaca : 0 kali

Gema – Kapolres Kotabaru bersilaturrahmi dengan Media Komunikasi yang ada di Kotabaru guna menjalin kemitraan antara Polisi dan Media Radio

Kapolres Kotabaru AKBP Rosyanto Yudha Hermawan, S.IK, mengatakan bahwa silaturrahmi ini dimaksudkan untuk kerjasama antara kepolisian dengan masyarakat terutama Media Komunikasi Radio.

Silaturrahmi di Aula Polres Rabu, (25/5)  diisi dengan dialoq tanya jawab antara Kapolres dengan undangan yang hadir tentang fungsi dan keterlibatan media radio dalam suatu momen dan kejadian.

Yudha panggilan akrab Kapolres Kotabaru menjelaskan, pertemuan ini pertama kali dimasa jabatannya sekitar 1,5 bulan di Kabupaten Kotabaru, untuk mengoptimalkan komunikasi terutama dibidang radio seperti ORARI, RAPI, RGS FM, SKB FM, TELKOM, untuk bisa membantu Kepolisian menyampaikan dan menyebarluaskan informasi kepada Masyarakat di pedesaan yang sulit untuk dijangkau.


Nanti akan dibuatkan MoU dan posko untuk Media Radio agar bisa berkoordinasi dengan Kepolisian tentang penyebarluasan informasi untuk kepentingan masyarakat luas, dan nantinya akan diadakan pertemuan bulanan agar terjalin hubungan positif dengan media radio, Yudha menambahkan. 

Silaturrahmi ini dihadiri oleh ketua ORARI, RAPI dan anggota,RGS FM, SKB FM, TELKOM, acara berjalan lancar dan tertib.fjr






Share:

Pulau Samar Gelap Pulau Telur Penyu

Telah Dibaca : 0 kali

Dari kejauhan terlihat samar-samar apabila menjelang senja.
http://globalindependen.files.wordpress.com/2009/03/samar1.jpg?w=300&h=193

Namun pulau tersebut menyimpan kedamaian di laut sekitar karena jika kita berada di sana kita bisa menikmati pemandangan unik yaitu merayapnya penyu ke pantai untuk bertelur.
http://globalindependen.files.wordpress.com/2009/03/samar2.jpg?w=213&h=300 Penyu Besar Yang Ada Di Pantai Ini
Share:

Air Terjun Seratak

Telah Dibaca : 0 kali

Air Terjun Seratak adalah kawasan wisata alam dan tirta dengan air terjun yang alami serta dengan tumbuhan anggreknya yang sangat menarik. Air terjun Seratak cukup mudah dicapai, karena jaraknya tidak terlalu jauh dari pusat kota. Dari kota Kotabaru ke Desa Seratak cuma berjarak 22 km, yang dapat ditempuh dalam waktu antara 20 sampai 30 menit. Sedangkan untuk menuju kawasan air terjun, harus ditempuh jalan setapak sekitar 2,5 km. Jika kita berjalan kaki dengan santai cukup satu jam sudah sampai ke air terjun.




Air Terjun Saratak
Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar empat meter dan di bawahnya terdapat kolam yang luas itu, sangat strategis dijadikan obyek wisata pilihan dari sejumlah obyek wisata alam serta wisata budaya di "Bumi Sa-Ijaan.
Di sekitar air terjun terdapat telaga yang indah. Airnya sangat jernih dan mengalir ke sela-sela batu-batu raksasa serta bebatuan kecil dan keras di bawahnya. Sementara itu pohon-pohon yang menjulang di sekitar lokasi masih rindang dan cukup asri untuk dapat dinikmati kala beristirahat menghilangkan kepenatan.
Ditambah suasana lingkungan yang masih perawan itu membuat daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik dan mancanegara, terlebih di antara bebatuan terdapat sebuah batu yang berbentuk mirip kura-kura.
Jalan sekitar menuju air terjun dan kawasan tangkapan air juga terdapat pohon buah-buahan, diantaranya langsat dan durian.
Di kawasan tersebut juga layak dikembangkan agrowisata. Sambil menikmati keindahan alam, pengunjung dapat mengonsumsi buah-buahan.


Share:

Batu Jodoh dan Ritual Malasung Manu

Telah Dibaca : 0 kali

Batu Jodoh terletak di Pantai Aru Kecamatan Pulau Laut Selatan merupakan tempat yang dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat terkabul segala ikrar sepasang kekasih. Perjanjian atau ikrar dilakukan dengan duduk di atas kedua batu tersebut kemudian sepasang kekasih tersebut saling berikrar dengan begitu mereka meyakini bahwa ikrar mereka tersebut dapat terkabul. Keyakinan ini sudah dipercaya masyarakat secara turun temurun sehingga banyak wisatawan yang melakukan ikrar di atas batu tersebut sebagai pembuktian dari keyakinan masyarakat
http://melayuonline.com/pict/p4915193ad6c32.jpg.

Mereka umumnya memang meminta segera dipertemukan jodohnya oleh Allah SWT dengan cara melakukan ritual Malasuang Manu.
Sebelum memasuki upacara puncaknya, upacara adat Malasuang Manu biasanya dikemas dengan beberapa kegiatan lainnya seperti sepakbola yang merebutkan piala bergilir Wakil Gubernur.
Biasanya, pelaksanaan acara puncak dari Malasuang Manu ini adalah pada hari terakhir dan sekaligus penutupan semua kegiatan lainnya.
Dengan melepaskan sepasang ayam jantan dan betina di Pulau Cinta, pulau yang luasnya kurang dari 500 m3 dan hanya terdiri dari batu-batu besar dan sejumlah pohon laut tersebut, kaum muda-mudi akan segera mendapat jodoh.
Selain melepaskan ayam jantan dan betina dari atas dua batu besar, yang terbelah dengan ketinggian sekitar 10 meter dari permukaan laut, muda-mudi yang datang ke Pulau Cinta, juga melaksanakan ritual mengikatkan sebuah tali di dahan dan ranting pohon laut, yang tumbuh di atas batu-batu besar, dengan harapan akan mendapatkan jodoh yang tidak akan terputus sampai maut menjemput.
Tali atau benda-benda yang digantung di dahan dan ranting tersebut, biasa berupa pita warna-warni, plastik rafia, atau akar pohon, dan diberi benda-benda atau batu yang memiliki bentuk indah atau sapu tangan, sebagai tanda keinginanya digantungkan kepada Allah SWT.
Usai memasang dan melaksanakan selamatan di Pulau Cinta, muda-mudi yang menggunakan kendaraan kelotok tersebut kembali pulang, dengan membawa harapan segera dipertemukan jodohnya.
Setelah keinginannya tercapai bertemu jodohnya, mereka kembali mendatangi Pulau Cinta, pulai yang harus ditempuh dengan waktu sekutar 30 menit dari daratan Pulau Laut.
Mereka kembali ke Pulau Cinta dengan menggunakan perahu yang dihiasi kain dan kertas warna-warni bersama pasangannya, untuk melakukan syukuran bersama kerabat dekat dan handai taulannya.
Dalam selamatan itu disajikan beberapa menu makanan khusus yang tidak boleh ditinggalkan seperti, sanggar (pisang kepok yang di balut dengan tepung beras dan gandum dengan ditambah gula dan garam, kemudian goreng), serta minuman teh panas yang disajikan saat kedatangan pertama dan kedua kalinya itu.
Mereka datang untuk melepas dan mengambil kembali tali serta benda yang diikat pada dahan dan ranting, untuk disimpan sebagai bukti keinginannya telah dikabulkan Allah SWT, mendapatkan jodoh dengan harapan terus dibimbing untuk menjadi keluarga yang sejahtera.
Ritual yang dilaksanakan antara bulan Juli dan Agustus tersebut, disaksikan oleh ribuan wisatawan domestik dan manca negara, seperti Australia, Korea Selatan, dan China.
Wisatawan luar negeri tersebut sebagian besar adalah keluarga dan kerabat karyawan perusahaan asing di wilayah itu, yakni perusahaan kepelabuhanan PT Indonesia Bulk Terminal (IBT), dan perusahaan bahan baku bubur kertas PT Mangium Anugerah Lestari (MAL).
Selain itu, wisatawan yang turut hadir juga berasal dari anak buah kapal (ABK), kapal-kapal asing dan dalam negeri yang kebetulan sedang bongkar muat batubara di PT IBT.
Kemeriahan pesta adat Malasuang Manu, merupakan kebanggaan daerah dalam mempromosikan Kabupaten Kotabaru.
Meriahnya pesta adat asal suku Mandar, Sulawesi Selatan tersebut kini menjadi ajang wisata tahunan bagi masyarakat Kotabaru.
Di pulau yang terdiri dari bebatuan yang ditumbuhi pohon-pohon laut serta kelapa itu.
Share:

Pulau Manti

Telah Dibaca : 0 kali

Pulau Manti adalah sebuah pulau dengan pasir pantai yang putih, berada di antara Pulau Laut dan Pulau Sebuku.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPEeOeXmgkb72o64D4cZw6k4ous6_ZouRwM5N8zEBIlurYi3ZFV9qOnAgsE-dW5vTDpedIBNVNmgXBfhe8uxA97nnII1RG8G3uhDkeeNkNtzVKCMIb5Sj2tYJjQhG2UD9ychSMlQCzXDaA/s320/t+2.JPG

http://imisuryaputera.files.wordpress.com/2010/11/manti.jpg?w=300&h=199
Panorama senja hari Pulau Manti
Pulau ini menghadirkan kesejukan suasana pantai dan laut dan sangat nyaman untuk dijadikan sebagai tempat instirahat dalam waktu tertentu.
Share:

Gunung Batu Kapur Yang Menjulang Tinggi

Telah Dibaca : 0 kali

Gunung Batu Kapur ini merupakan sebuah pemandangan khusus dengan keindahan alam yang langka.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSLiviDhhXPrxqIAzNhMeUzjWnvynctxmrYH_A2Zx6SsaCr2caQWJOkY6-W1Zt2_xNv2pUJVHKyIoe12k4GZyHzPMQ9o6oVz2JpPn88twQIE0rovMg0SCWKkJviGHXBW3Qp-sYI5RCrBQ/s380/DSC02318.JPG
Gunung Batu Kapur
Disamping potensi alam tersebut juga sebagai potensi tambang atau salah satu bahan baku industri.
Share:

Air Terjun Tumpang Dua

Telah Dibaca : 0 kali

Air Terjun Tumpang Dua yang berlokasi di desa Sebelimbingan Kecamatan Pulau Laut Utara.
 http://www.iannnews.com/media/tempat/kotabarukab_tumpang2.jpg
Air terjun Tumpang Dua
Merupakan kawasan objek wisata tirta yang sangat menarik, indah dan sejuk dengan fasilitas kolam renang alami yang sangat nyaman, santai buat keluarga dengan suasana alam pegunungan yang jarang terdapat di daerah lain.
Share:

LPM SUNGAI KUPANG JAYA GELAR PENTAS SENI

Telah Dibaca : 0 kali

Beragam tarian dibawakan siswa SD dan SMP dalam pentas kesenian yang digelar Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Sungai Kupang Jaya Kecamatan Kelumpang Hilir, Sabtu (14/5).

Gaya tarian dari lagu India chaiya-chaiya yang menghebohkan seantero Indonesia lantaran lipsing Briptu Norman Kamaru anggota Brimob Polda Gorontalo, diperagakan siswa SMPN Sungai Kupang jaya dan mendapat aplus luar biasa dari warga yang memadati gedung serba guna desa tersebut. Siswa dari sekolah yang sama, juga menyumbangkan tarian laila canggung.

Lugu dan lucu ciri khas anak-anak nampak pula pada penampilan siswa kelas I dan II SDN Sungai Kupang jaya dengan tarian abata dan cublek-cublek suweng. Kemudian drama berjudul ziarah dan grup rebana dari remaja Masjid Nurul Huda turut melengkapi kesemarakan ajang kreatifitas anak dan remaja tersebut.

Ketua pelaksana Imam Subadrus dalam laporannya mengatakan bahwa pentas seni ini dilaksanakan oleh Seksi Pemberdayaan Perempuan, Anak dan remaja Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, merupakan malam penutupan dari kegiatan seleksi peserta yang akan mewakili desa dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) tingkat Kecamatan kelumpang Hilir, yang rencananya juga akan dilaksanakan di Desa sungai Kupang jaya bulan Nopember mendatang.

Seleksi MTQ telah berlangsung dari tanggal 7 hingga 9 Mei, diikuti 70 orang peserta untuk dua bidang perlombaan, yakni keagamaan dan umum. Untuk bidang keagamaan terdiri dari cabang tilawah Qur’an, tartil Qur’an, khatil, azan dan hapalan juz amma. Sedangkan umum adalah lomba menyanyi, puisi dan cerdas cermat, tambah Imam Subadrus.

Untuk memberikan motivasi kepada warga desa dalam menggemakan syiar Islam dan diharapkan di waktu mendatang melahirkan bibit berbakat dalam ajang yang sama, penghargaan berupa hadiah diberikan sampai dengan peringkat nilai harapan 15, atau dapat dikatakan hamper semua peserta mendapatkan hadiah, jelas Imam Subadrus.

“ Kami sangat bangga pentas seni yang pertama kalinya didesa ini terselenggara dengan baik dan mendapat sambuatan luar biasa dari warga desa, “ ungkap Kades Sungai Kupang Jaya Sujatmiko yang diwakili Sekdes Muh. Said. Dan kebanggaan akan bertambah lengkap lagi apabila duta desa ini dapat menyabet juara umum pada MTQN tingkat kecamatan nantinya.

Dalam kesempatan tersebut, diserahkan hadiah dari panitia pelaksana bagi pemenang lomba dari juara pertama hingga harapan ketiga. Untuk juara pertama berhak mewakili desa di ajang MTQN tingkat kecamatan, yaitu Rijal Fauzi dan Nurmalia dari cabang tilawah, Siti Ainun Madrian dan Juana cabang tartil, Kusrimiati dan Hasan cabang kaligrafi (khatil), M. Taufiq  juara I azan, Iwantoro dan Nur Melinda hapalan surat pendek , serta Aris Prasetyo dan Purnomo untuk puitisasi. (sfr)

Share:

GOW KOTABARU SOSIALISASIKAN KESETARAAN GENDER

Telah Dibaca : 0 kali

Guna memperoleh pemahaman tentang kemitra-sejajaran pria dan wanita di kalangan remaja, GOW Kotabaru laksanakan sosialisasi, Selasa (24/5) di gedung Ratu Intan.
Dihadiri Ketua TP. PKK Kabupaten Kotabaru Sri Maria Ningsih, memasyarakatkan kemitra-sejajaran pria dan wanita di kalangan generasi muda oleh Gabungan Organisasi wanita (GOW) Kabupaten Kotabaru Program Kerja Bidang Pendidikan dan Iptek, menghadirkan nara sumber H. Ramadhan, S.Ag dari Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kotabaru dan Fajariana dari Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kotabaru.
Kegiatan ini diikuti 75 orang remaja, yang merupakan siswa-siswi dari 5 SMA/SMK di kota Kotabaru. Diharapkan dengan mengundang para pelajar yang sudah menginjak usia remaja ini, akan memberi bekal dan pemahaman yang baik mengenai kemitra-sejajaran pria dan wanita, atau lebih akrab dengan istilah kesetaraan gender. Dan hendaknya dari pemahaman ini dapat diterapkan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, demikian Ketua GOW Kotabaru Tri Laely Faruk melaporkan.
Kesetaraan gender merupakan kondisi tidak adanya perbedaan hak dan kewajiban antara kaum laki-laki dan kaum perempuan. Pemberdayaan terhadap perempuan di bumi Saijaan ini haruslah ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya, tambah Tri Laely Faruk. Pemberdayaan perempuan ini akan menimbulkan sikap kemandirian yang sangat diperlukan dalam mendukung kemitraan, dan dalam keadaan tertentu juga akan siap menjadi tulang punggung dalam keluarga, dengan tetap memenuhi kodratnya sebagai perempuan.
H. Ramadhan, S.Ag yang didaulat memaparkan kesetaraan gender dalam pandangan Agama Islam, menyebutkan bahwa 14 abad yang lalu, Islam telah memberikan apresiasi sepenuhnya pada persamaan antara laki-laki dan perempuan, terutama dalam hal ibadah kepada Allah SWT, namun Islam akan menolak apabila kesetaraan gender melupakan kodrat dan nilai atau norma yang harus ditaati dalam menjaga harkat dan martabat ummat.
Dan tidak dapat dipungkiri, laki-laki dan perempuan memang berbeda, baik fisik maupun fisiologi-nya, tambah Ramadhan mengutip hasil penelitian ahli. Akan tetapi dalam mengejar kehidupan didunia ini tentunya harus sesuai dengan tuntunan agama, dan Allah SWT tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan, bahkan dianjurkan harus bersinergi. “ Sudah ada wilayahnya masing-masing, dan saling mengisi kekurangan antara keduanya, “  ujarnya.
Terkait bidang pekerjaan yang sesuai untuk perempuan yang ditanyakan peserta, Ramadhan tidak menyebutkan secara spesifik, namun prinsipnya tidak menjurus pada pekerjaan yang diharamkan, sesuai dengan kemampuan, kewajiban atau kodrat tidak terabaikan dan jangan melupakan tanggung jawab kepada Allah SWT.
Sementara pemateri kedua Fajariana, mengatakan bahwa Indonesia mengakui persamaan hak dan kewajiban dalam mengisi pembangunan, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945. Sudah banyak wanita Indonesia sukses dalam meniti karier dari bidang pekerjaan yang digelutinya dan memperoleh pengakuan di dalam negeri maupun dunia internasional.
Lebih menonjolkan diskusi interaktif dalam penyampaian materinya, dalam sesi ini muncul harapan kepada perempuan untuk lebih memberdayakan diri hingga berkualitas dan bertanggung jawab terhadap perannya, dengan tidak menutup diri terhadap perkembangan jaman. Dengan demikian nantinya tidak tertinggal dengan kaum pria, baik dalam pekerjaan maupun dalam rumah tangga, dapat mendampingi buah hati sesui dengan tingkatan usia perkembangannya. (Sfr)
Share:

Arsip Blog

Follow Twetter Gema Saijaan Online
Follow Facebook Gema Saijaan Online
`
 
Tutup
Hosting Murah