-->

700 Siswa dan 50 Guru Peringati Hari Kartini

Telah Dibaca : 0 kali
 

GEMA - Upacara peringatan hari kartini dimanfaatkan oleh sekolah menengah pertama Satu Kotabaru dengan mengadakan bermacam lomba diantaranya lomba modeling, puisi, makanan tradisional Sabtu, (27/4) di bangsal sekolah setempat.

Sebelumnya dilakukan upacara bendera yang di ikuti oleh 700 siswa siswi dan 50 orang dewan guru, yang mana petugas upacara semuanya dari wanita dan dipimpin langsung oleh Masdarina Soliana dan selaku pembina upacara Fajariah.

Kepala sekolah SMP 1 Kotabaru H Patahudin mengatakan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan kedepannya bisa lebih mendongkrak motipasi anak-anak dan meneladani ibu Kartini dengan meraih prestasi juga menggali potensi serta minat khususnya wanita.






- Penulis : Sri Mariana - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

250 PNS Ikuti Outbound Training

Telah Dibaca : 0 kali


GEMA -  Pemda melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kotabaru adakan pembentukan karakter bagi PNS ke 2 tahun 2013 kamis, (25/4) di gedung Mahligai Pemuda.

Seluruh SKPD dilingkup Kotabaru di undang mengikuti acara ini dengan menurunkan Lima orang pegawainya untuk permainan panjat tebing, flying fok dan yang lainnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kotabaru H Slamet Riyadi mengatakan, tujuan diadakannya pelatihan karakter PNS ini untuk mengangkat sifat positif setiap pegawai baik untuk lingkungan maupun masyarakat.

Ditambahkan Slamet lebih jelas, agar dalam hidup  lebih berpotensi dan terbentuknya kerukunan dalam lingkup kepegawaian hingga mampu memberikan kepuasan pada masyarakat.

Sambutan Bupati yang di sampaikan Assisten III, pelatihan ini diharapkan dapat membuat percaya diri dan mampu membangkitkan semangat antar kelompok agar bisa profesional dalam peningkatan pelayanan terhadap masyarakat. 






- Penulis : Sri Mariana - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Tenaga Non PNS Bisa Tersenyum

Telah Dibaca : 0 kali


GEMA -  Penantian was-was dari tenaga Non PNS Kotabaru terkait pembaharuan status kerja mereka yang dulunya sebagai tenaga harian lepas dan penyesuaian analisis jabatan (Anjab) di SKPD masing-masing akhirnya ada kepastian kontrak kerja.

Satu bulan lebih para tenaga honorer ini bekerja tanpa adanya pembayaran gaji dikarenakan proses penataan ulang dan  pembaharuan kontrak kerja dari pemerintah daerah bidang kepegawaian lakukan seleksi administrasi sesuai anjab untuk 21 kecamatan.

Walaupun tanpa gaji para honorer tetap melakukan pekerjaan rutin mereka meski mencari kerja sampingan untuk memenuhi keperluan hidup sehari hari untuk keluarganya.

Penantian mereka para honorer akhirnya tidak sia-sia, bulan April kontrak kerja selaku tenaga Non PNS di perpanjang dan gaji pun dibayarkan walau pun gaji bulan Maret tidak diterima, sontak hal ini disambut senyum dan tawa bahagia oleh para honorer.

Perlu diketahui bahwa tidak ada pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS sesuai dengan PP 48 Tahun 2005 Pasal 8, kecuali mengikuti tes PNS.

Dilain pihak Sekretaris Daerah H. Suriansyah mengatakan, sebenarnya tidak ada pemberhentian untuk honorer cuma hanya penataan ulang dan perubahan nama menjadi Non PNS dengan SK kontrak 12 Bulan dan akan diperbaharui per 1 Januari.

Para honorer yang diterima menjadi tenaga non PNS mereka tetap dalam pengawasan dan untuk kinerjanya akan dilakukan penilaian, amat baik dengan nilai 4, baik nilai 3, cukup nilai 2 dan nilai 1 kurang.

Apabila para tenaga Non PNS dalam pekerjaannya mendapatkan nilai 2 keatas maka kontrak kerjanya akan diperpanjang hingga 12 bulan namun sebaliknya apabila mendapatkan nilai 2 kebawah maka kontrak kerja hanya 6 bulan dan terancam diberhentikan.

Agar ada perbedaan antara PNS dengan Non PNS maka pemda mengeluarkan pemberitahuan kepada semua SKPD bahwa untuk pakaian kerja para tenaga Non PNS tidak boleh menggunakan atribut Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI).






- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Indocement Bangun Sarana Sosial & Pendidikan

Telah Dibaca : 0 kali


GEMA - Disamping memacu pertumbuhan bisnis yang baik, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mengambil inisiatif untuk peduli dan berkontribusi terhadap lingkungan dan sosial yang dimasukan dalam kerangka tanggung jawab sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility berdasarkan pada 5 pilar pembangunan. 

Bagian lain dari kegiatan CSR Indocement adalah program pembangunan yang Berkelanjutan atau Suistainable Development Program dan diterapkan diseluruh lokasi usaha, baik di Pabrik Citereup & Pabrik Cirebon (Jawa Barat) maupun Pabrik Tarjun,Kotabaru (Kalimantan Selatan).

Pada triwulan pertama tahun 2013 Program CSR Indocement Pabrik Tarjun ditujukan untuk desa-desa binaan yang berlokasi disekitar operasional perusahaan.

CSR Section Head Indocement Pabrik Tarjun, Yanuar Arif menyampaikan “PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk berkomitmen untuk terus melaksanakan Program CSR yang merupakan perwujudan dari Visi dan Misi Indocement. melalui program CSR, dimaksudkan untuk turut meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat dan komunitas lokal serta terciptanya dukungan masyarakat terhadap perkembangan perusahaan karena perusahaan adalah bagian dari entitas sosial”.

Yanuar menambahkan ”Program CSR Indocement dilaksanakan dengan berpedoman pada ”Program Lima Pilar Pembangunan” yaitu Pilar Pendidikan, Pilar Kesehatan, Pilar Ekonomi, Pilar Sosial Budaya Agama & Olahraga, serta Pilar Keamanan".

Perlu diketahui untuk pilar pendidikan perusahaan memberikan insentif honor guru, pembangunan gedung PAUD, lomba kreativitas siswa, sosialisasi pola hidup sehat, bantuan semen untuk pagar sekolah dan renovasi gedung Madrasah Diniyah Izharul Ulum.

Untuk Pelayanan Kesehatan dilakukan disemua desa binaan, pemberian makan tambahan untuk anak guna hindari gizi buruk, donor darah, pembangunan MCK. Dan Pilar Ekonomi, pelatihan & pembinaan untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) bidang peternakan & bantuan 12 ekor kambing, pemberian bibit perkebunan & pertanian, bantuan ribuan bibit ikan Nila, training kerajinan amplang roti dan kue, termasuk dalam pilar kesehatan.

Selanjutnya pilar sosial budaya agama dan lahraga, dilakukan perbaikan jalan utama desa, pembangunan parit, bantuan gorong-gorong, pembangunan musholla, bantuan sarana kesenian, bantuan semen untuk tempat ibadah, bantuan pengelolaan balai adat, pembangunan kantor desa, renovasi 3 buah gedung olahraga di 3 desa binaan dan semenisasi jalan Madrasah Tsanawiyah Nurul Musthafa.

Kemudian, pilar keamanan yakni training pemadaman kebakaran, linmas tarjun, pembangunan pos kamling, SAR Indocement turut serta membantu keamanan perairan sekitar dermaga perusahaan dan membantu penanggulangan bencana alam seperti kebakaran dll.

Kepala Desa Langadai, Eddy Marhadi mengatakan “Alhamdulillah, kondisi jalan yang kurang baik akibatnya sering tergenang air sehingga mengakibatkan banjir karena belum adanya Parit dan jalan yang dipergunakan masyarakat dengan berbagai kegiatannya, seperti sekolah, angkutan hasil berkebun dan bertani kiniusulan-usulan itu menjadi program CSR perusahaan".

Lebih luas Eddy memaparkan, seiring dengan bertambahnya penduduk secara otomatis kebutuhan untuk sekolah juga bertambah maka dari itu diharapkan perlu dibangun PAUD dan tambahan ruang kelas untuk SD dan pendidikan warga desa binaan terus menjadi program utama Indocement agar pendapatan usaha warga desa terus meningkat serta hubungan baik ini selalu terbina dan terjaga.







- Penulis : Humas ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Salino Lumbung Padi Kedua Dikabupaten Kotabaru

Telah Dibaca : 0 kali


GEMA -  Potensi pertanian berupa padi di Kecamatan Pulau Laut Tengah Desa Salino cukup besar , bahkan bisa dibilang Desa Salino adalah sebagai lumbung padi kedua di Kabupaten Kotabaru setelah Kecamatan Pulau Laut Timur.

Acara panen bersama ini dihadiri wakil bupati kotabaru, kepala dinas pertanian serta masyarakat setempat dan para anggota kelompok tani usaha makmur, Kamis, ( 18/4 ). Panen ini juga sekaligus menjalin silaturahmi dan syukuran atas keberhasilan panen.

Perlu diketahui Desa Salino memiliki luas area lahan 130 hektar dan 11 hektar lahan siap panen bersama hingga bisa panen dua kali dalam satu tahun, walau demikian masyarakat setempat masih merasakan kendala dalam sistem bercocok tanam.

Salah seoarang anggota tani Usaha Makmur mengatakan , apabila masuk musim penghujan maka tanaman padi akan terendam karena saluran pembuangan air irigasi yang belum membaik. Dan Desa Salino sangat potensial untuk pertanian sehingga perlu dikembangkan agar bisa menjadi lumbung padi kedua di Kabupaten Kotabaru.

Wakil bupati kotabaru Rudy Suryana dalam acara panen bersama ini mengharapkan, agar pertanian di Desa Salino maupun desa yang ada di Kecamatan Pulau Laut Tengah agar tidak menjual lahan pertanian mereka kepada orang lain, tetapi agar bisa lebih meningkatkan pertanianya , untuk perekonomian masyarakat sekitar. .






- Penulis : Mustika - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

TK Pertiwi Hilir Peringati Hari Kartini

Telah Dibaca : 0 kali


GEMA -  Upacara peringatan hari Kartini oleh para anak-anak TK Pertiwi HIlir ini diadakan diruangan kelas dan dipimpin langsung oleh kepala sekolah TK Pertiwi, Rohani dengan peserta apel 86 anak dengan menggunakan pakaian kebaya dan batik Senin, (22/4).

Bukan hanya peringatan upacara saja yang mereka lakukan namun hari kartini ini juga diisi dengan pegelaran fashion show untuk merebutkan gelar putra putri kebaya dan putra putri batik sasirangan tahun 2013 yang mana dari 86 peserta hanya diambil 3 orang pemenang masing-masing lomba.

Kepala Sekolah TK Pertiwi Hilir Rohani mengatakan, anak-anak ini nantinya diharapkan bisa menjadi Kartini-kartini muda untuk generasi berikutnya dan lebih mengenal sosok seorang Kartini.

Rohani menambahkan memang acara ini setiap harinya diperingati dikelas masing-masing terhadap anak didiknya sehingga mereka tidak merasa malu lagi tampil dihadapan orang banyak.








- Penulis : Sri Mariana - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Kotabaru Tambah Satu Kecamatan Lagi

Telah Dibaca : 0 kali



GEMA - Untuk percepatan pembangunan dan pemerataan Kabupaten Kotabaru kembali melakukan pemekaran kecamatan terhadap Kecamatan Pulau Laut Barat hingga terbentuknya Kecamatan baru hasil pemekaran tersebut dengan nama kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar.

Kini Kotabaru memiliki satu kecamatan lagi hingga menjadi 21 kecamatan yang mana hanya 20 kecamatan, sebelumya juga dilakukan pemekaran terhadap Kecamatan Pulau Laut Selatan hingga terbentuknya kecamatan Pulau Laut Kepulauan.

Perlu diketahui dari 21 desa yang dimiliki oleh Kecamatan Pulau Laut Barat kini hanya 11 desa saja yg tertinggal dan 10 desa menjadi milik Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar yang baru diresmikan oleh Bupati Kotabaru H. Irhami Ridjani Selasa, (16/4) di lapangan bola Desa Tata Mekar.

Peresmian ditandai dengan pembukaan papan nama Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar oleh Bupati didampingi istri dan Camat Pulau Laut Barat serta Camat Pulau Laut Tanjung Selayar disaksikan oleh kepala SKPD dan undangan.

Dalam sambutannya Bupati Kotabaru H. Irhami Ridjani menyampaikan, keberhasilan terbentuknya Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar ini berkat kerjasama semua pihak dan diharapkan lebih mengutamakan pelayanan terhadap masyarakat untuk percepatan pemerataan pembangunan di Kotabaru.

"Nantinya akan dibangun fasilitas perkantoran camat dan fasilitas lainya serta perbaikan akses jalan di lahan seluas 12 Hektar hibah dari masyarakat Tanjung Selayar, terbentuknya kecamatan baru ini bukanlah akhir dari keinginan pembangunan namun awal dari roda pemerintahan" jelas Irhami.

Rombongan Bupati juga disuguhi hiburan diantaranya tarian, pencak silat khas suku mandar bahkan bupati diberikan kenang-kenganan berupa alat musik petik khas suku mandar sebab mayoritas warga  Tanjung Selayar dari suku mandar.   






- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Warga Tanjung Seloka Gelar Selamatan Laut

Telah Dibaca : 0 kali



GEMA -  Selamatan laut (Mappanretasi) selalu dilakukan warga Desa Tanjung Seloka kecamatan Pulau Laut Selatan sebagai rasa syukur atas rejeki yang di dapatkan masyarakat setempat yang mayoritas dari suku bugis.

Acara selamatan ini selalu digelar setiap tahunnya pada bulan April, hal ini sudah dilakukan warga setempat puluhan tahun (turun temurun) hingga kebudayaan ini mendapat perhatian dari Pemda dan dijadikan sebagai agenda tahunan.

Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata Senin, (15/4) kembali menggelar selamatan laut (Mappanretasi) di Desa Tanjung Seloka yang di hadiri oleh kepala Dinas Pariwisata Rairajuni bersama rombongan, tokoh masyarakat dan para undangan menyaksikan secara langsung acara selamatan laut ini.

Tokoh masyarakat Ansyar mengatakan, selamatan laut (Mappanretasi) ini sudah puluhan tahun dilakukan warga setiap bulan April tiba, sebelumnya warga melalukan selamatan diantaranya ayam, ikan, kambing, kue 7 macam, nasi putih dan kuning serta banyak lagi.

Ditambahkan Ansyar, sebelum masakan aneka macam tadi di lepas ke laut akan ditaruh di alasuji (tempat sajian) dengan menggunakan kapal kecil yang dibikin khusus. Acara ini juga di isi dengan lomba perahu hias dan tarian serta pencak silat setempat.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat hal tersebut dilakukan dengan harapan hasil tangkapan laut lebih banyak dengan bersyukur kepada yang maha kuasa.







 - Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Riwayat Gunung Jambangan

Telah Dibaca : 0 kali


Gema - Hello Sahabat Gema Saijaan kali ini kita akan sedikit menguak cerita tentang Riwayat Gunung Jambangan yang ada di Kotabaru, Nah Kalian Pasti Masih ingat cerita DATU MABRUR kan, Setelah bekerja keras semalam suntuk, Datu Mabrur melepas lelah sejenak di lepas pantai Kerajaan Pagatan. Matahari pagi telah terbit di ufuk timur, menyinari lautan dan pasir pantai tempat Datu Mabrur duduk mengaso.
            Dalam satu malam, ia telah menyelesaikan tugasnya, mengantarkan empat puluh satu batang pohon kayu ulin ke Kerajaan Banjar.
            Beberapa hari lalu, Patih Balit dari Kerajaan Banjar datang menemuinya. Utusan yang dikawal sejumlah prajurit itu menyampaikan amanat sultan mereka. Sultan Suriansyah ingin membeli batang pohon kayu ulin.
            Kata Patih Balit, Sultan Suriansyah ingin agar batang-batang pohon kayu ulin itu dikirimkan ke Kerajaan Banjar dalam tempo tiga hari.
            Batang-batang kayu besi itu akan digunakan sebagai tiang guru untuk membangun masjid, tempat ibadah bagi rakyat Kerajaan Banjar yang baru memeluk agama Islam, di Muara Kuin.
            Karena batang pohon kayu ulin yang terbaik di dunia berasal dari Pulau Halimun, Sultan Suriansyah sanggup membelinya, berapa pun harganya.
            Patih Balit memperlihatkan pundi-pundi berisi intan, berlian, jamrut, yakut, nilam biduri dan emas murni yang mereka bawa, sebagai alat pembayarannya.
            Melihat itu, Datu Mabrur cuma tersenyum. Ia meminta utusan itu  menyimpan kembali harta bendanya dan menyanggupi permintaan Sultan Suriansyah. Tanpa syarat apapun. Itu dilakukannya semata-mata sebagai sahabat.
            Datu Mabrur meminta utusan itu segera pulang dan menunggu. Ia berjanji akan mengantarkan sendiri batang-batang pohon kayu ulin itu.
            Setelah utusan itu pulang dan matahari terbenam di ufuk barat, seorang diri Datu Mabrur mencabut batang-batang pohon ulin yang sudah tua di hutan. Setelah  itu, ia langsung menggotong dan mengantarkannya ke Kerajaan Banjar.     
            Setiap kali, ia menggotong tiga batang. Batang pohon yang besarnya rata-rata  sepelukan orang dewasa dan panjang sembilan meter itu, dua diletakkannya di bahu, satu di kepala. Dengan kesaktiannya, Datu Mabrur melesat secepat kilat ke Kerajaan Banjar. Hal itu dikerjakannya berulang kali, hingga empat puluh satu batang pohon kayu ulin itu selesai diantarkannya sebelum terbit fajar.
            Namun, setiap kali pulang dari Kerajaan Banjar dan kembali ke Pulau Halimun, selalu ada pemandangan yang membuatnya tidak enak. Itulah yang kini membebani pikirannya.
            Sambil berdiri di pasir pantai Kerajaan Pagatan, ia memandangi Pulau Halimun. Di kejauhan, ia melihat ada sesuatu yang kurang. Di sebelah utara, Gunung Sebatung tampak berdiri kokoh. Tetapi, di sebelah selatan tidak ada gunung yang menjulang. Pemandangan yang tidak seimbang.
            Datu Mabrur teringat  Datu Pujung.
            Datu Mabrur ingin merundingkan masalah itu dengan Datu Pujung, yang tengah bersamadi di goa pertapaannya di Pulau Halimun.
            Dengan kesaktiannya, mereka melakukan pembicaraan jarak jauh.
            Duduk bersila di atas ombak laut di tepian pantai, Datu Mabrur bersamadi. Dalam samadinya, ia menyampaikan pemandangan yang dilihatnya dari tempat itu dan meminta pendapat Datu Pujung.
            “Aku pun sudah lama melihatnya!” sahut Datu Pujung dalam samadinya. “Di Pulau Halimun ini tidak ada gunung yang tinggi! Padahal itu penting sekali! Sebagai rambu bagi nelayan dan petunjuk dalam pelayaran!”
            “Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan?” Datu Mabrur sebenarnya ingin mengusulkan sesuatu, tapi ragu-ragu. Ia tahu, tidak ada yang dapat memerintah Datu Pujung. Tidak ada yang berani menguji kesaktiannya. Orang yang kulitnya sehitam jelaga dan buruk rupa itu sulit ditebak. Kalau bicara, suaranya sekeras halilintar, meledak-ledak. Datu Pujung mudah tersinggung.
            “Kau punya usul, Mabrur?!”
            “Ya...” Datu Mabrur gembira, tak menduga Datu Pujung meminta sarannya.
            “Apa usulmu?!”
            “Bagaimana kalau kita mencari satu gunung lagi, dan meletakkannya di sana, di sebelah selatan?”
            “Di mana mencarinya?! Siapa yang mengerjakannya?! Apakah kita kerjakan bersama-sama?!”
            “Siapa lagi yang sanggup mengerjakannya selain Datu Pujung? Aku akan menunggu di pantai Pulau Halimun. Bagi datu, mudah saja mencari gunung berapi yang sudah mati di Jawadwipa, lalu mengangkutnya. Bagaimana?”
            “Tunggu aku di Pulau Halimun! Sebelum bintang pertama terbit malam ini, aku akan kembali!”
            “Baiklah,” sahut Datu Mabrur.
            Tanpa bicara lagi, Datu Pujung mengambil galah saktinya. Galah itu panjang sekali. Ujungnya menggapai awan. Dengan galah itu, Datu Pujung melompat dengan cepat dari satu tempat ke tempat lain, dari sungai ke laut, dari laut ke samudera, dari satu pulau ke pulau lainnya.
            Sebelum matahari terbenam, Datu Mabrur sudah kembali berada di Pulau Halimun. Sekilas, dalam cahaya jingga matahari senja, ia melihat bayangan Datu Pujung berkelebat di kejauhan. Ayunan ujung galahnya menjolok angkasa. Menghamburkan awan, menjadi hujan. Janggut dan jubahnya berkibaran.
            Di pantai Pulau Halimun, sebelum bintang malam terbit, Datu Mabrur mendengar desir angin dan suara ombak yang aneh. Seakan topan dan badai akan menjelma prahara. Tetapi, tidak. Ternyata, suara itu berasal dari riak dan kecipak ombak yang timbul dari langkah Datu Pujung yang datang memanggul gunung!
            Di atas riak ombak lautan, Datu Pujung berjalan sambil memanggul sebuah gunung yang tinggi dan besar sekali. Gunung itu diikatkan di ujung galahnya. Ia letih sekali, tapi tak mau ditampakkannya. Saat berhadapan dengan Datu Mabrur, ia berusaha keras tersenyum.
            Karena wajahnya jelek sekali, yang tampak bukannya senyum yang sedap  dipandang, tapi seringai yang aneh dan menyeramkan.
            “Engkau benar-benar hebat!” sambut Datu Mabrur. “Engkau telah menepati janji. Engkau kembali, sebelum bintang terbit malam ini. Istirahatlah dahulu, datu.”
            Datu Pujung tidak mempedulikan sambutan dan pujian Datu Mabrur.
            Diempaskannya galah saktinya dengan serampangan. Empasan itu membuat gunung di ujung galahnya jatuh berdebur di tengah lautan.
            Gelombang pasang yang terjadi akibat jatuhnya gunung itu menenggelamkan pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Halimun. Air laut yang membuncah ke udara dan jatuh berderai membuat Pulau Halimun sesaat bagai dilanda hujan badai.
            “Aku masih kuat, tidak perlu istirahat! Kita segera bekerja!” kata Datu Pujung sambil menggerak-gerakkan otot leher dan bahunya yang pegal-pegal.
            “Bagaimana caranya, datu?”
            “Dengan galahku, kita panggul gunung ini berdua! Aku di ujung sini, engkau di ujung sana! Gunungnya kita ikat di tengah!”
            “Baiklah,” sahut Datu Mabrur.
            Keduanya berjalan di atas air laut dan mengikatkan gunung itu di tengah galah. Setelah terikat, mereka memanggulnya. Datu Pujung di depan, Datu Mabrur di belakang. Dalam temaram cahaya bintang, tubuh keduanya membesar, seakan raksasa, hampir sebesar gunung yang mereka panggul.
            Ketika keduanya tengah berada di sebelah barat Pulau Halimun, tiba-tiba tali pengikat gunung itu putus. Gunung itu jatuh berdebum. Melesak ke bumi. Tanah, debu, pasir, batu, ranting, daun-daun dan pepohonan beterbangan ke udara. Sesaat, langit menjadi gelap gulita.
            Datu Pujung langsung melesat menemui Datu Mabrur. “Aduh, kenapa bisa begini?!” katanya dengan wajah cemberut. Kesal dan marah.
            “Tenanglah, datu. Kita istirahat dulu....” Datu Mabrur berusaha menyabarkan.
            “Engkau tunggu saja di sini! Aku akan mencari tali! Aku akan minta bantuan siluman-siluman di Pulau Sembilan, Pulau Kerayaan dan Kerajaan Pagatan! Kita harus menyelesaikannya malam ini juga! Tidak bisa ditunda!”
            Tanpa menunggu jawaban lagi, Datu Pujung melesat dengan galahnya.
            Datu Mabrur tercenung. Bintang-bintang terbit dan bertaburan di langit, ditemani bulan sabit. Ia mengamati gunung itu dari segala sudut. Dari sisi timur, barat, utara dan selatan. Didakinya gunung itu dan dengan cermat mengukur ketinggiannya.
            Saat itulah Datu Mabrur melihat: puncak gunung itu sudah tidak ada lagi. Rompal. Robek. Bagian yang rompal itu persis di bekas tempat tali pengikat. Rupanya, ketika putus, talinya langsung memapas puncak gunung. Kalau dilihat dari kejauhan, bentuknya seperti jambangan bunga.
            “Datu Mabrur! Gunung ini tidak usah dipindahkan lagi! Kita biarkan saja di sini!” Tiba-tiba, entah lewat mana, Datu Pujung sudah ada lagi di samping Datu Mabrur.
            “Mengapa? Bukankah kita akan meletakkannya di sebelah selatan?”
            “Aku sudah memandangnya dari segala sudut, dari luar Pulau Halimun! Dari pantai Kerajaan Pagatan, Pulau Kerayaan dan Pulau Sembilan! Letak gunung ini sudah tepat, meskipun berada di sebelah barat!”
            “Kalau begitu, baiklah.”        
            “Jangan hanya ‘baiklah’, ‘baiklah’! Engkau setuju, tidak?! Jangan sampai terpaksa! Kalau memang tidak setuju, bilang saja!”
            “Aku setuju sekali. Sekarang, izinkan aku yang memberi nama gunung ini.”
            “Pilih yang sesuai dengan bentuknya! Apa namanya?!”
            “Gunung Jambangan.”
Nah Itu Sedikit RIWAYAT GUNUNG JAMBANGAN yang sekarang merupakan sebuah pemandangan khusus dengan keindahan alam yang langka, disamping potensi alam tersebut juga sebagai potensi tambang atau salah satu bahan baku industri.




- Penulis : @datutadungmura - Editor : Erwin - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Anggota PPS Kecamatan Pamukan Utara Dilantik

Telah Dibaca : 0 kali


GEMA -  Sekitar 39 orang anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kecamatan Pamukan Utara Bakau serentak dilantik Sabtu, oleh ketua PPK Bakau Sabrudin (atas nama ketua KPU Kotabaru).

Aula kantor Camat Pamukan Utara mendadak riuh dipenuhi anggota yang akan dilantik dari beberapa desa dan para undangan yang hadir menyaksikan jalannya acara.

Pelaksanaan pelantikan ini dihadiri oleh Kasi PMD Nor Hamran (mewakili camat), Danramil, Kepala pos polisi dan disaksikan oleh Dua orang rohaniyawan Muslim dan Non Muslim.

Sabrudin selaku ketua Panitia Pemilihan Kecamatan PPK Pamukan Utara mengatakan, anggota yang sudah dilantik akan membentuk panitia pemutahiran data pemilih (pantarlih) karena tahapan tugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari Bulan April hingga Juni.

Ditambahkan Udin, pemutahiran data adalah ujung tombak maka dari itu PPS akan selalu diasah demi suksesnya pemilu Legislatif pada 9 April 2014 mendatang. tegasnya.

Perlu diketahui jumlah partai peserta pemilu ada 12 partai. 






- Penulis : Udin - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

KELANGKAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)

Telah Dibaca : 0 kali

Sudah sepekan ini di Kecamatan Sungai Durian bensin langka, kalau pun ada harganya sangat mahal berkisar Rp.9000 hingga 10.000/liter di eceran. Hal ini di karenakan sulitnya para pelangsir mendapatkan bensin di SPBU Magalau, Cantung dan Serongga, sedangkan di Sungai Durian sendiri tidak ada SPBU kami harap pihak terkait dapat mencarikan jalan keluar agar di Kecamatan ini harga bensin tidak mahal seperti sekarang dan tidak menjadi langka.

- Penulis : Sofwan Nurohim 
Share:

Bupati Hadiri Haulan KH Sulaiman Nain

Telah Dibaca : 0 kali


GEMA - Tak terasa sudah Tujuh tahun berlalu wafatnya Al Mukarram KH. Sulaiman Nain yang mana salah satu tokoh agama di Kotabaru, Pemkab melalui Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kotabaru  gelar haulan tokoh agama ini Sabtu, (6/4) pagi di komplek Darul Ulum.

Acara haulan ini dihari oleh Bupati Kotabaru H. Irhami Ridjani bersama Forkopinda dan mantan Bupati Kotabaru Tata M Anwar, majelis ta'alim serta masyarakat umum.

Sebelumnya acara dimulai dengan syair-syair  maulid habsy dari pasantren Al Mahiya Desa Rampa dan lantunan ayat suci Al-quran oleh ustadz Drs. Bahtiar juga surah yasin yang langsung dipimpin oleh KH. Ahmad Nawawi.

Dalam sambutannya Bupati Kotabaru H. Irhami Ridjani menyampaikan, Sosok KH. Sulaiman Nain adalah orang yang berdedikasi dan cerdas dengan meninggalkan aset yaitu yayasan pendidikan, diajak kepada semuanya agar mendirikan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Ditambahkan Irhami, dengan moment ini diharapkan bisa mempererat tali silaturrahmi antar sesama dengan rahmat Allah SWT.







- Penulis : Sri Mariana - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Nurzazin Lantik 105 Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan

Telah Dibaca : 0 kali


GEMA -  Gedung Mahligai Pemuda Kotabaru sontak ramai dipadati masa dari 21 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kotabaru untuk menghadiri pelantikan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Selasa, (2/4). pagi, oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotabaru.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Kotabaru H. Irhami Ridjani bersama Forkopinda dan pelantikan dilakukan oleh ketua KPU Kotabaru H. Nurzazin disaksikan bupati serta undangan yang hadir.

Dalam sambutannya H. Nurzazin mengatakan, anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang baru dilantik akan segera bekerja dalam pemuktahiran data pemilih untuk pemilu legeslatif pada 9 April 2014 mendatang.

Bupati Kotabaru H. Irhami Ridjani menambahkan, anggota PPK terpilih harus netral sebagai wasit pada pesta demokrasi 2014 nanti.








- Penulis : Udin - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Arsip Blog

Follow Twetter Gema Saijaan Online
Follow Facebook Gema Saijaan Online
`
 
Tutup
Hosting Murah