-->

Pelindo III Kotabaru Beri Bantuan 949 Juta Untuk Bina Lingkungan

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, PULAULAUT - Untuk membantu masyarakat sekitar dan memberikan kontribusi kepada daerah Pelindo III Kotabaru memberikan bantuan 949 juta untuk bina lingkungan dalam acara BUMN peduli, Rabu (31/1/2018) di ruang rapat Pelindo III.

General Manager Pelindo III, Edy Sulaksono melalui Maroloph Alfred Tampubolon mengatakan, apapun yang kami berikan jangan dipandang dari nilainya, tapi sesuatu yang dapat bermanfaat bagi masyarakat lingkungan wilayah kerja perusahaan Pelindo III.

“Ini adalah program lanjutan yangmana sebelumnya di Tahun 2017 sudah dianggarkan sebesar 949 juta, semoga dengan bantuan ini Pelindo III dapat memberikan kontribusi yang lebih untuk daerah," jelas Alfred.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kotabaru, Said Akhmad sangat mengapresiasi kepada PELINDO III yang memprogramkan kegiatan bantuan bina lingkungan ini.

“Saya atas nama pemerintah daerah sangat mengapresiasi atas program bina lingkungan ini, semoga ini menjadi trigger bagi para investor lain yang ada di Kabupaten Kotabaru dalam hal pemberdayaan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kotabaru,” ungkap Said Akhmad.

Ia, berharap bantuan ini dapat berkesinambungan dan lebih ditingkatkan sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat. (*)













- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Bupati Kotabaru Lantik Pejabat di Tiga Kecamatan

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, SERONGGA - Bupati Kotabaru H Sayed Jafar melantik enam orang pejabat administrator dan tiga orang pengawas sekaligus di tiga kecamatan yaitu Kelumpang Hilir, Kelumpang Hulu, dan Hampang, Senin (29/1/2018).

Untuk Kelumpang Hilir pejabat yang dilantik yaitu H Matra Camat Kelumpang Hilir menjadi Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja, Johanuddin Sekcam Pamukan Barat dilantik menjadi Camat Kelumpang Hilir.

Nurhamdani Sekcam Sungai Durian beralih posisi ke Pamukan Selatan, dan Hasbiyanta kepala bidang jalan pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air dilantik sebagai Sekcam Sungai Durian.

Dan untuk Kecamatan Kelumpang Hulu Zainal Abidin Camat Pamukan Selatan dipindahkan menjadi Camat Kelumpang Hulu, Siti Raihan kepala sub. Bagian umum dan kepegawaian beralih posisi sebagai Kepala seksi Pemerintahan pada Kecamatan Kelumpang Hulu, Ariekh Gunawan pengadministrasian perijinan menjadi Kepala seksi ekonomi dan pembangunan pada Kecamatan Kelumpang Hulu.

Syamsudin sebagai pengelola pemberdayaan masyarakat diangkat menjadi kepala sub. Bagian umum dan kepegawaian Kecamatan Kelumpang Hulu.

Sedangkan di Kecamatan Hampang hanya satu orang yaitu Sumarno Sekcam Hampang naik posisi menjadi Camat Hampang.

Bupati Kotabaru H Sayed Jafar dalam sambutannya mengatakan pelantikan ini dilaksanakan untuk memberikan semangat baru dalam membangun wilayah kecamatan.

"Penunjukan dan penetapan pejabat administrator dalam sebuah jabatan struktural merupakan penilaian dan kepercayaan dari atasan berdasarkan kompetensi pendidikan dan pengalaman serta loyalitas serta komitmen pejabat," ungkap bupati.

Sebagai pimpinan di wilayah kecamatan tambahnya, tidak hanya dituntut untuk menyelesaikan hal-hal administrasi saja, tetapi juga harus peka dan mampu memberikan solusi dari berbagai permasalahan yang ada di masyarakat.

"Camat harus membaur dengan masyarakat, agar dapat menguasai kondisi wilayah sehingga tugas akan lebih mudah dilaksanakan," tegasnya.

Dalam kesempatan ini bupati juga mengucapkan selamat kepada pejabat yang baru dilantik dan berpesan agar dalam melaksanakan tugas hendaknya melakukan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik keatas, kesamping maupun kebawah.

Serta dapat bergerak cepat dalam mendukung dan mewujudkan berbagai program pembangunan pemerintah Kabupaten Kotabaru diwilayah masing - masing dalam berbagai sektor.






- Penulis : M. Shabirin - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Tanaman Anggrek Bulan di Kotabaru Mulai Punah

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, PULAULAUT - Kabupaten Kotabaru memiliki areal hutan yang luas dengan kekayaan alam yang berlimpah tentu sangat cocok untuk pengembangan tanaman anggrek bulan yang sudah mulai punah.

Untuk menjaga dan melestarikan anggrek species Kotabaru tersebut dari kepunahan maka dibentuklah Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) DPC Kotabaru yang diketuai oleh Hj Fatma Idiana Sayed Jafar,  Sabtu (27/1/2018) di Wisata Hutan Meranti.

Tanaman anggrek nantinya akan terus dikenalkan dengan melakukan gerakan tanam anggrek di tempat umum dan pohon-pohon besar agar bisa menumbuhkan rasa cinta sebagai wujud pelestarian anggrek di Kabupaten Kotabaru, ungkap Fatma Idiana.

Sekretaris PAI DPC Kotabaru Susan menjelaskan pengukuan PAI Kabupaten Kotabaru terlaksana mengingat sudah banyaknya komunitas pecinta anggrek yang ada di Kabupaten Kotabaru.

Anggrek (Orchidaceae) merupakan satu suku tumbuhan berbunga dengan anggota jenis terbanyak. Jenis-jenisnya tersebar luas dari daerah tropika basah hingga wilayah sirkumpolar, meskipun sebagian besar anggotanya ditemukan di daerah tropika.

Pemkab Kotabaru melalui Sekretaris Daerah, Said Akhmad sangat mengapresiasi atas terbentuknya PAI DPC Kotabaru dan kepada pengurus yang ada agar tanaman anggrek dikembangkan tidak hanya dirumah rumah tapi bisa diciptakan suatu areal wisata anggrek, agar nantinya bisa menjadi daya tarik wisata untuk menambah PAD Kotabaru.

"Nantinya para pengurus bisa menciptakan areal wisata anggrek di hutan meranti ini, biar kedepannya bisa mengadakan pameran tingkat nasional dan Kotabaru siap menjadi tuan rumah," ujar Said Akhmad.

Selain pengukuhan PAI DPC Kotabaru dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penanaman anggrek species kotabaru yaitu anggrek bulan (phalaenopsis amabilis), cymbidium , coelogyne foestermani, coelogyne rochusrnii, bulbophyllum vaginatum, coelogyne pandurata (anggrek hitam) , dan jenis lainnya.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

1.187 Tenaga Non PNS Kotabaru Tanda Tangani Kontrak

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, PULAULAUT - Sekitar 1.187 Tenaga Non PNS (TNP) di Kabupaten Kotabaru melakukan penandatanganan kontrak kerja 2018 di gedung Mahligai Pemuda, Kamis (25/1/2018) pagi.

Dari jumlah tenaga kontrak yang dimiliki Pemkab Kotabaru tersebut daerah mengeluarkan dana untuk gaji sekitar 1,4 milyar per bulannya dan itu belum termasuk tenaga pendidikan dan kesehatan.

Dalam sambutannya Sekretaris Daerah Kotabaru, Said Akhmad mengatakan, pemerintah pusat sangat terbatas untuk mencukupi kebutuhan PNS yang ada di Indonesia termasuk Kotabaru maka itu ini merupakan bentuk kepedulian dari pemerintah daerah kepada para tenaga kontrak untuk membantu di pemerintahan.

"Seluruh Indonesia kekurangan pegawai, tapi pemerintah pusat tidak mampu membiayainya sehingga pemerintah daerah harus menutupi dengan tenaga kontrak untuk membantu di pemerintahan," ungkapnya.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah ( BKPPD ) Kotabaru, Zainal Arifin menambahkan, untuk tahun 2018 ini penanganan tenaga kontrak akan diambil alih oleh BKPPD baik itu sistem penggajihan, dan juga kedisiplinan.

Selain itu, lanjutnya berdasarkan peraturan bupati para tenaga kontrak bisa dipindahkan berdasarkan beban kerja masing - masing SKPD.

Jadi, apabila ada instansi yang kelebihan beban kerja maka kita akan memindahkan tenaga kontrak yang memiliki beban kerja sedikit di instansinya.

Sedangkan untuk sistem penggajihan tenaga kontrak tidak lagi sistem tunai, tapi akan di bayar melalui rekening mereka masing-masing, terangnya.










- Penulis : M. Shabirin - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Pemkab Dukung RSUD Kotabaru Menjadi Tipe B

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, PULAULAUT - Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat Pemerintah Kabupaten Kotabaru akan mendukung peningkatan akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotabaru dari tipe C menjadi tipe B .

Hal tersebut disampaikan langsung Bupati Kotabaru H Sayed Jafar pada acara ekspos rencana pengembangan Rumah Sakit Daerah Kotabaru, Selasa (23/1/2018) di Aula Tuntung Berseri.

Pemerintah menginginkan rumah sakit ini harus menjadi tipe B dan akan dilakukan peningkatan di setiap jenjang dan jabatan ungkap Sayed Jafar.

“Ini sudah menjadi keharusan, karena keinginan kita setelah pergantian Direktur RSUD, harus ada peningkatan kalau tidak buat apa berganti dan kita dianggap gagal,” jelas bupati.

Apalagi lanjutnya, untuk mendapatkan tipe B kita harus menyekolahkan sebanyak 24 tenaga spesialis dengan biaya sekitar 15 milyar, namun kalau itu untuk kepentingan kualitas para dokter pemerintah siap melakukannya.

“Kita akan dukung, ini semuakan diperlukan untuk menuju tipe B dan mempertahankan apa yang sudah dicapai,” terangnya.

Bupati berharap walaupun kondisi rumah sakit kita sekarang seperti ini, kami mohon kepada para dokter dan karyawan untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat.

Disisi lain Plt Dinas Kesehatan Hj Ernawati mengatakan bahwa sekarang sudah ada komitmen antara pihak rumah sakit dengan BKPPD dan Dinas Kesehatan bahwa dokter yang ingin meneruskan sekolah spesialis, tidak lagi dokter itu yang menentukan tapi  spesialis apa yang dibutuhkan rumah sakit, sehingga kita menyekolahkan tidak sia-sia.

Perlu diketahui lanjut Erna, bahwa rumah sakit umum kita ini sudah menjadi rumah sakit rujukan regional, yang mana proses mendapatkan itu sangat sulit.

“Mudah-mudahan kita dapat mempertahankan semua itu dan bisa meningkatkannya,” harap Erna.










- Penulis : M. Shabirin - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Puluhan Anak TK Negeri Pembina Kotabaru Kunjungi Hutan Meranti

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, PULAULAUT - Puluhan anak TK Negeri Pembina Kotabaru kunjungi Wisata Hutan Meranti ditemani orang tua dan guru pembimbing.

Hal tersebut dilakukan pihak sekolah dalam rangkaian pelajaran tema rekreasi kepada anak pra sekolah tersebut untuk mengenalkan lingkungan dan alam secara langsung kepada para anak didiknya, Rabu (24/1/2018).

Kepala Sekolah TK Negeri Pembina Kotabaru, Hj Khairiah mengatakan, kegiatan ini selain untuk mengenalkan lingkungan alam kepada anak - anak juga untuk menumbuhkan rasa syukur mereka tentang keindahan alam.

"Intinya, wisata ke Hutan Meranti ini untuk mengajarkan anak-anak untuk bisa menjaga kelestarian lingkungan dan kebersihan," ungkapnya.

Khairiah menjelaskan untuk jumlah anak-anak yang dibawa pada acara ini sebanyak 75 anak dari tiga kelompok yaitu B1, B2 dan B3.

Sementara untuk kelompok A akan mengunjungi wisata Hutan Meranti ini pada minggu depan.

Salah satu orang tua anak, Rizal mengatakan sangat mendukung acara ini karena dapat memberikan pelajaran yang sangat baik dan positif untuk anak-anak.

"Ya, ini kegiatan positif bagi anak-anak karena mereka bisa melihat secara langsung alam sekitar bukan hanya lewat buku saja," ungkap Rizal.

Kegiatan puncak tema rekreasi di wisata Hutan Meranti ini dilanjutkan dengan makan bersama dimana selama acara berlangsung tampak keceriaan dari semua anak-anak yang mengikuti.










- Penulis : Fachrizal - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Siti Mariani Hadiri Rapat GOW se Kalsel

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, BANJARMASIN - Gabungan organisasi wanita (GOW) Kabupaten Kotabaru yang dipimpin ketua Hj Siti Mariani Burhanudin menghadiri Rapat Koordinasi dan silaturrahmi Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) se Kalimantan Selatan di aula Kayuh Baimbai Kantor Pemko Banjarmasin. Selasa (23/1/2018).

Acara ini diikuti 39 peserta dari GOW kabupaten dan 51 orang pengurus dari BKOW, dengan tema lindungi keluarga dari kekerasan seksual, pornografi dan LGBT.

Ketua GOW Kotabaru Hj Siti Mariani mengatakan dengan mengikuti rapat koordinasi se Kalimantan Selatan ini GOW Kabupaten Kota mendapatkan wawasan dalam menyiapkan program program untuk mendukung peningkatan kesejahteraan kaum perempuan.

“Dengan GOW Provinsi, Kabupaten/Kota saling berkoordinasi dan bersinergi untuk merumuskan program program kedepannya sehingga bisa tepat sasaran," ungkap Siti Mariani.

Siti Mariani mengharapkan nantinya setelah mengikuti Rapat Koordinasi BKOW dan GOW se Kalimantan, para pengurus bisa bersinergi dan tetap saling berkoordinasi termasuk juga dengan pemerintah daerah.

Lebih luas dijelaskan Mariani bahwa acara tahunan rakoor BKOW dan GOW ini sebagai bentuk penguatan peran perempuan di dalam keluarga dan masyarakat bahkan peningkatan kesejahteraan perempuan sehingga bisa menjadi mitra pemerintah daerah.

Rakoor BKOW dan GOW se Kalsel ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Resnawan.

Dalam sambutannya Rudy mengatakan apapun namanya organisasi wanita sangat lah berperan penting dalam pemberdayaan kaum perempuan sehingga kualitas dan kesejahteraan kaum perempuan bisa ditingkatkan

Wakil Gubernur juga menghimbau kepada Pemerintah Kabupaten Kota agar memberikan perhatian kepada GOW masing masing daerah sehingga organisasi wanita bisa meningkatkan perannya dalam membangun daerah.










- Penulis : Reza Fahlevi - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Kelompok Tani Desa Salino Keluhkan Pengairan Sawah

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, SALINO - Kelompok tani Desa Salino Kecamatan Pulaulaut Tengah, Kotabaru, mengutarakan keluhan masalah air yang mereka alami dalam menggarap sawah kepada Bupati Kotabaru Sayed Jafar dan rombongan.

Hal tersebut mereka lakukan ketika orang nomor satu di Bumi Saijaan itu berkunjung kedesa mereka dalam acara silaturrahmi, Senin (22/1/2018) siang.

Dalam dialog tersebut mayoritas para kelompok tani mengeluhkan masalah pengairan sawah karena selama ini hanya mengandalkan tadah hujan sehingga mereka ingin pemerintah setempat membangunkan embung penampungan air.

Selain itu, petani juga kesulitan apabila air laut pasang maka akan menggenangi persawahan mereka jadi perlu adanya pembangunan tanggul atau siring agar air laut tidak masuk.

Bahkan mereka juga meminta adanya perbaikan akses jalan untuk usaha tani sebab bila hujan turun jalan tersebut sulit untuk di lalui.

Menanggapi hal itu Bupati Kotabaru Sayed Jafar bersama jajarannya akan mendiskusikan untuk mencari solusinya dan segera akan menindak lanjuti permasalahan tersebut.

Sayed Jafar juga meminta kepada penyuluh pertanian di Desa Salino agar melakukan pengecekan kadar tanah setempat apa kah cocok untuk benih beras seperti daerah Pulau Jawa dan Sulawesi.

"Nanti harus di cek apa tanahnya cocok untuk di tanami benih beras Pulau Jawa atau Sulawesi, kalau cocok maka kita akan coba tanam disini agar nantinya pemasarannya tidak sulit," ungkap bupati.

Selain itu tambahnya, saat ini hasil panen di Desa Salino cukup bagus, dengan luas sekitar 340 hektar dan bisa menghasilkan sekitar lima ton per satu hektarnya.

Namum Sayed Jafar berpesan nantinya harus lebih di tingkatkan lagi dengan menjaga dan memelihara hingga penghasilannya bisa sampai tujuh ton dan nanti pemerintah akan membantu membuka lahan baru serta peralatan yang di perlukan.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

General Manager Pertamina Minta Dukungan Pemkab Kotabaru

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, PULAULAUT - Untuk memperlancar pendistribusian energi di wilayah kalimantan PT Pertamina rencananya akan membangun terminal BBM di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, dan meminta dukungan pemerintah juga masyarakat Kotabaru terkait kegiatan tersebut.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh General Manager PT Pertamina Regional VI Kalimantan, Made Adi Putra, saat ramah tamah dengan Bupati Kotabaru H Sayed Jafar dan jajarannya, Rabu (17/1/2018) malam, di Wisata Siringlaut.

"Kami meminta dukungan kepada pemerintah dan masyarakat Kotabaru terkait penyaluran energi kebeberapa wilayah di Kalimantan dan khususnya Kotabaru sendiri yangmana pengoperasiannya akan dipusatkan di Kotabaru," ungkap Adi Putra.

Ia, pun mengatakan Kotabaru sekarang jauh berbeda dari beberapa tahun lalu dan sudah banyak perkembangan baik pembangunan dan wisatanya, selain itu ia pun menitipkan karyawannya bekerja di kota yang berjuluk Saijaan tersebut.

Bupati Kotabaru H Sayed Jafar dalam kesempatan itu juga mempromosikan wisata yang ada di Kotabaru karena pemerintah sekarang mengusung visi misi agrobisnis dan pariwisata yang akan dikembangkan untuk menarik minat wisatawan datang ke kota yang berjuluk Saijaan ini.

"Kota Saijaan ini banyak memiliki objek wisata yang tidak kalah dengan kota lain diantara, Wisata Siringlaut, Pantai Gedambaan, dan Wisata Hutan Meranti Putih, dan kami akan terus mengembangkan hal ini untuk menarik minat wisatawan," jelas bupati.

Selain itu tambah Sayed Jafar, wisata Siringlaut akan kembali dilakukan pelebaran dan nantinya akan dibangun maskot daerah yang besar yaitu ikan todak di kawasan wisata tersebut hingga bisa terlihat dari jarak jauh karena saat ini pengembangan wisata Siringlaut hanya sekitar 15 persen namun sudah terlihat perubahannya.

Nampak dalam acara ramah tamah tersebut baik General Manager Pertamina dan rombongan dengan jajaran pemkab Kotabaru penuh keakraban sambil melantunkan lagu lagu romantis.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Sayed Jafar Keliling Lokasi Wisata Pulau Sebuku DenganTrail

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, SEBUKU - Dalam perjalanannya menuju Desa Sekapung Kecamatan Pulau Sebuku, Bupati Kotabaru Sayed Jafar bersama tim SJA TBK (Saijaan Trail Adventure Bupati Kotabaru), menyempatkan diri berkeliling meninjau lokasi titik pariwisata dan peleberan jalan di daerah tersebut.

Dalam kegiatan tersebut bupati juga menyerahkan bantuan bedah rumah dari Bank Kalsel untuk warga setempat yang kurang mampu.

Selain itu kegiatan juga dirangkai dengan acara Hari Nelayan ke-2 dan selamatan laut, Sabtu (13/1/2018) di Desa Sekapung.

Dalam kesempatan itu Sayed Jafar menghimbau kepada seluruh masyarakat Desa Sekapung agar selalu menjaga kelestarian alam laut serta terumbu karangnya.

Ia, pun, menjelaskan bahwa selamatan laut yaitu bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan rejeki kepada para nelayan dalam mencari nafkah di laut.

Camat Pulau Sebuku Yudhi Ridhani mengatakan, budaya selamatan laut harus dilestarikan karena itu adalah jati diri masyarkat Desa Sekapung yang mayoritas penduduknya adalah nelayan dan tentunya diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk datang ke Kecamatan Pulau Sebuku.

"Pulau Sebuku daerahnya khas dengan kepulauan yang memiliki potensi pariwisata bahari yang besar," ungkap Yudi.

Ia, pun, berharap kedepannya pemerintah kecamatan akan terus berkoordinasi dengan kabupaten dalam peningkatan infrastruktur khususnya jalan agar daerah pariwisata bisa dengan mudah dicapai.









- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Pelabuhan Pulau Sembilan Akan Kembali Dibangun

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, PULAULAUT - Sekian lama mangkrak karena terkendala cagar alam kini pelabuhan di Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru kembali dilanjutkan pembangunannya oleh Kementerian Perhubungan.

Ada dua pelabuhan yang akan diselesaikan yaitu di Matasirih dan Marabatuan Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru, yangmana pengerjaannya sempat terhenti pada tahun 2014.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Inspektur Jendral Perhubungan Wahyu S. Utomo dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Kotabaru, Kamis (11/1/2018) malam, saat ramah tamah bersama pejabat Pemkab Kotabaru di Wisata Siringlaut.

Diungkapkannya, pembangunan dua pelabuhan ini dimulai  pada tahun 2012 dan dilanjutkan pada tahun 2013, tetapi terhenti pada tahun 2014 karena terkendala masalah pemanfaatan lahan yang masuk dalam kawasan hutan lindung, hutan observasi serta hutan produksi.

Akan tetapi, jelas Wahyu bahwa setelah kami melihat langsung dan diskusikan dengan teman-teman semua, masalah itu dapat diatasi, dan nantinya saya akan melaporkan kepada menteri kalau tahun ini bisa di bangun dan mudah-mudahan dapat di selesaikan pada akhir tahun ini.

“Keberadaan pelabuhan ini kan letaknya sangat strategis dalam membantu masyarakat yang menggunakan angkutan kapal perintis dan saat ini biasanya harus turun ditengah laut lalu berganti menggunkan kapal kecil untuk menuju lokasi desa mereka,” ujarnya

Ia, pun memaparkan bahwa permasalahan pelabuhan ini mendapat perhatian langsung dari Menteri  Perhubungan, setelah mendapatkan beberapa surat yang disampaikan oleh pemerintah provinsi dan Bupati Kotabaru sendiri yang mengirim surat ke Kementrian.

“Kedatangan kami ini langsung instruksi dari Menteri Perhubungan untuk melihat langsung permasalahan pembangunan dua pelabuhan tersebut,” terangnya.

Selain Inspektur Jendral, kunjungan kerja ini juga diikuti Inpektur III, Inspektur IV dan Auditor Pertama Kementerian Perhubungan yang langsung di dampingi Bupati Kotabaru beserta rombongan.











- Penulis : M. Shabirin - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Awal Tahun 2018 Bupati Kunjungi Pulau Kapak

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, PULAULAUT TIMUR - Diawal tahun 2018 Bupati Kotabaru H Sayed Jafar di dampingi Wakil Bupati H Burhanudin dan rombongan kunjungi Pulau Kapak yang berada  di wilayah Kecamatan Pulau Laut Timur, Kotabaru, Selasa (2/1/2018).

Dalam kunjungan tersebut orang nomor satu di Bumi Saijaan itu langsung meninjau perkembanagan perekonomian masyarakat yang berada di daerah pesisir diantaranya Pulau Kapak yang berada di ujung wilayah Kecamatan Pulau Laut Timur.

Selain meninjau perekonomian masyarakat bupati bersama rombongan juga memberikan bantuan sembako kepada warga yang kurang mampu.

"Ini kunjungan kami yang kedua kalinya kesini dan kalau melihat keadaan Pulau Kapak dengan pesisir yang luas dan ribuan pohon kelapa, kedepan disini rencananya akan kami kembangkan ekowisatanya," jelas Sayed Jafar.

Camat Pulau Laut Timur Hj Erawati mengatakan Pulau Kapak ini merupakan daerah pesisir yang berada di Kecamatan Pulau Laut Timur, untuk luas wilayahnya sekitar 5 kilometer persegi dan jumlah penduduknya sekitar 25 kepala keluarga dan mayoritas nelayan juga petani kelapa.

"Sangat bagus sekali kalau dijadikan tempat wisata apalagi penduduknya tidak padat dan bagi pengunjung dapat menikmati buah kelapa muda," ungkap Erawati.

Ismail salah satu tokoh masyarakat Pulau Kapak mengatakan dengan rencana bupati akan menjadikan pulau ini sebagai tempat wisata kami sangat mendukung sekali karena akan menambah perekonomian masyarakat disini.

"Pemandangan lautnya bagus dengan pulau pulau kecil disekitar pulau kapak dan ada juga sport untuk memancing bagi wisatawan dengan jarak tempuh dari Kotabaru paling lama satu jam tiga puluh menit dengan menggunakan transportasi laut," ujar Ismail.









- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Arsip Blog

Follow Twetter Gema Saijaan Online
Follow Facebook Gema Saijaan Online
`
 
Tutup
Hosting Murah