-->

STIKIP Wisuda 514 Sarjana Strata Satu

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, PULAULAUT - Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STIKIP), Kotabaru, kembali melakukan wisuda terhadap 514 sarjana strata satu, Sabtu, (29/11/2014) pagi, di Gedung Mahligai Pemuda. Dan ini yang ketiga kalinya masa kurun tahun 2014 dengan tiga program studi yaitu, Matematika, Bahasa dan Sastra, serta Penjaskesrek.

Hadir dalam acara tersebut Wabup Kotabaru, H Rudy Suryana, Ketua DPRD Kotabaru, Hj Alfisah, Koordinator koperatif wilayah XI Kalimantan H Jamaludin, Rektor Unlam prof Dr H Sutarto Hadi M.Si, M.Sc, dan Forkopinda, serta Ketua pengurus yayasan PPSDM Paris Barantai, pimpinan perguruan tinggi, para ketua yayasan, tenaga pengajar atau dosen kelembagaan STIKIP Paris Barantai.

Zulkifli AR, selaku Ketua STIKIP Paris Barantai Kotabaru dalam laporannya "Jumlah mahasiswa STIKIP Paris Barantai untuk tahun akademik 2014 - 2015 sebanyk 856 orang dari prodi Matematika, Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Penjaskesrek.

Dan rencananya STIKIP akan membuka tiga program studi baru yaitu, prodi Pendidikan Guru SD, prodi Pendidikan TK dan PAUD, juga prodi Pendidikan Guru Bahasa Inggris, namun ini masih dalam proses.

"Memang kita akan membuka program baru, namun masih tahap proses dan insyaallah tahun depan bisa direalisasikan, mohon doanya semua" harap Zulkifli.

Disisi lain Wakil Bupati Kotabaru, H Rudy Suryana dalam sambutannya mengatakan "STIKIP Paris Barantai Kotabaru kembali melahirkan sarjana sarjana baru dari berbagai disiplin ilmu, hal ini tentunya sebagai bukti nyata bahwa lembaga pendidikan tinggi telah berkiprah untuk memasuki masyarakat Kotabaru dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui jalur pendidikan".

Dari 514 mahasiswa dan mahasiswi yang diwisuda tersebut adalah, untuk program studi Matematika ada 151 orang, studi Bahasa dan Sastra 183 orang, serta studi Penjaskesrek 180 orang.

Sedangkan indeks prestasi akademik tertinggi wisudawan semua prodi adalah Mariani Olfah dengan nilai 3,75, dan rata rata indeks prestasi semua prodi 3,01, untuk per prodi matematika 3,12, dan bahasa 3,09, serta penjas 3,07.

Dan untuk wisudawan termuda Novitasari, (21) kelahiran Kotabaru, 20 Nopember 1993, dan wisudawan tertua Sudarman (54) kelahiran Kotabaru, 3 Maret 1960.









- Penulis : Siti Salasiah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Teater Mamanda Tradisional Masih Diminati

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, PULAULAUT - Seiring dengan perkembangan jaman di era modern sekarang ternyata teater mamanda tradisional masih diminati masyarakat baik tua maupun kalangan muda. Hal tersebut terbukti dengan pegelaran festival mamanda  se Kalsel di Kabupaten Kotabaru, ratusan pengunjung padati lokasi.

Acara yang dirangkai dalam memeriahkan peringatan hari nusantara di Kotabaru tersebut diikuti 11 peserta dari 13 kab/kota di Kalsel, dan dilaksanakan selama tiga hari dari 27 - 29 Nopember 2014 di halaman Pasar Limbur Raya.

Setiap malamnya ratusan pengunjung memadati lokasi pertunjukan yang tepat berada di pusat perbelanjaan jantung kota Kotabaru tersebut hingga warga yang melintas bisa melihat kegiatan itu.

Tetaer mamanda tradisonal dari dulu sudah ada namun seiring perkembangan jaman hingga mulai terkikis dan memudar, akan tetapi sekarang dengan adanya pagelaran pagelaran semacam ini hingga mulai mendapatkan tempat di hati masyarakat.

"Alhamdulillah, sekarang teater mamanda tradisonal ini sudah mendapatkan tempat di hati masyarakat dan kemarin waktu pagelaran di Banjarmasin hanya ada tujuh peserta saja namun sekarang di Kotabaru ini diikuti 11 peserta," kata Firhansyah selaku ketua pelaksana Jumat di sela kesibukannya.

Ia, pun membeberkan bahwa hal ini dilakukan dengan cara jemput bola, yaitu sejak dua bulan sebelum pelaksanaan, panitia menyebarkan undangan ke kabupaten tetangga dan menyebarkan pemberitahuan melalui jejaring sosial.

"Tetaer mamanda tradisional ini kalau bisa dijadikan event tahunan oleh pemerintah, jangan hanya tampil pada event event tertentu saja agar tidak memudar dan hilang dan terus berkembang bahkan di cintai oleh generasi muda," harap Firhan.

Sedangkan untuk jadwal tampil peserta untuk malam pertama, Kamis, (27/11) yaitu, Sanggar Mamangan Balangan dengan judul "Kambar Kamanikan", Teater Tabalong dengan judul "Pusaka Bertuah", Teater Lentera Sendra tasik FKIP Unlam Banjarmasin dengan judul "Putri Cahaya Khairani".

Dan untuk malam kedua, Jum'at, (28/11) yaitu, Kelompok Seni Perguruan Banjarmasin dengan judul "Bungkalah C.P.S.K", Teater Laga Banua Etnika dengan judul "Gunung Rabung Partuga", Sanggar Pahimungan SMA Negeri 4 Banjarbaru dengan persembahannya "Bara Api Dari Utara", dan Belqis of Art menampilkan "Sultan Sidqi Baswara".

Selanjutnya malam ketiga, Sabtu, (29/11) yaitu, Sanggar Mentari SMAN 1 Banjarmasin mempersembahkan "Muntung Dibungkam Buntut Mahambat", Group Kariwaya Balangan dengan judul "Huhuwas di Pusaran Mayang Maurai", Forum Apresiasi Seni (FAS) Fakultas Hukum Unlam Banjarmasin judul yang dibawakan "Kabut Babunga Asmara", dan Yayasan Pusaka Saijaan Kotabaru (YPSK) selaku tuan rumah tampil dengan "Batu Jilatan".

Hingga berita ini diturunkan acara masih berlangsung dan dalam keadaan aman terkendali dengan kerjasama semua pihak.









- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Jelang Harnus Pemkab Kotabaru Gelar Seminar Nasional

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, PULAULAUT - Jelang pelaksanaan Hari nusantara  (Harnus) di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, pada 13 Desember mendatang Pemkab terus melakukan persiapan diantaranya seminar nasional bersama Kemenlu RI dan Kemenristek RI, selama dua hari dari 26-27 Nopember 2014 di Ballroom Hotel Grand Surya.

seminar nasioal hari nusantara 2014 tersebut mengusung tema "Menegakkan kedaulatan bangsa dengan dukungan pembangunan teknologi maritim dan membangun Kotabaru sebagai pusat pengembangan maritim nasional".

Laporan panitia penyelenggara seminar, Dr Ir H M Anshar Noor, MM menyampaikan "Tujuan seminar ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan kelautan, potensi kemaritiman di Kotabaru yang terintegrasi, dan pentingnya pemanfaatan keanekaragaman sumberdaya kelautan dan perikanan".

Dalam sambutannya Bupati Kotabaru, H Irhami Ridjani, mengatakan, memang masih banyak potensi dan sumber daya alam yang belum di gali, namun akan bertahap dilakukan pembangunan.

"Mudah mudahan lima tahun kedepan Kotabaru dapat menjadi pusat pengembangan maritim nasional. Dan layak untuk pengembangan maritim," harap bupati.

Acara dihadiri Ass III Bidang Administrasi umum Setda Prov Kalsel, M. Rusli, Dirjen hukum dan perjanjian internasional Kemenlu RI, Krisna Adi Putranto, Ass Deputi Relevansi kebijakan Riptek Kemenristek RI,  Dr Sadjuga, Kolonel Laut khusus, Kresno Buntoro, dari Mabes TNI AL.

Dan guru besar fakultas hukum Universitas Padjajaran Bandung, Prof Dr Eny R Agoes, SH. LL, M, ketua umum aliansi kebangsaan,  Dr. Ir. Ponco Sutomo, Bupati Kotabaru, H Irhami Ridjani dan Forkopinda juga diikuti kementrian atau lembaga negara, SKPD Prov, Bappeda kab dan kota ditenggara Kalimantan (Kab Paser Penajam Utara).

Selain itu dari tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan, hingga 200 peserta dari 31 perguruan tinggi di Indonesia, undangn lain dari perusahaan (BUMN, BUMD dan Swasta) di Kotabaru, dan yang lainnya.










- Penulis : Siti Salasiah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Samadi Kunjungi Penangkaran Satwa Langka Indocement

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, TARJUN - Kepala Istana Kepresidenan Bogor, Kementerian Sekretariat Negara, Samadi, beserta jajarannya mengunjungi lokasi penangkaran satwa langka PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) di kawasan perusahaan industri semen toga roda di Desa Tarjun Kecamatan Kelumpang Hilir, Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Dan didampingi Kepala Dinas Kehutanan Kotabaru, Rurien Srihardjanti beserta staf dan para pejabat serta dokter hewan Dinas Peternakan Kotabaru, SSECSR Departement Head Indocement Plant Tarjun, Teguh Iman Basoeki dan para staf CSR.

Adapun tujuan kunjungan adalah peninjauan, check dan evaluasi atas hibah rusa tutul dari Istana Bogor ke Pemerintah Kabupaten Kotabaru yang sementara ini ditempatkan di penangkaran satwa langka Indocement.

Kepala Istana Kepresidenan di Bogor, Kementerian Sekretariat Negara, Samadi mengatakan ”Tujuan kunjungan ini untuk pengadaan penghibahan rusa tutul yang ada di Istana Kepresidenan Bogor, dan menindaklanjuti permintaan rusa tutul dari bupati Kotabaru.

"Permohonan ini sudah lama disampaikan hingga beberapa bulan diproses sesuai peraturan hingga berada di Kotabaru, karena rusa tutul merupakan aset negara," jelasnya

Ia, menuturkan, selama ini rusa tutul menjadi ikon kota Bogor dan harapan nantinya bisa juga menjadi ikon di Kotabaru.

Lebih luas Samadi, menuturkan bahwa rusa tutul ini agak berbeda dengan rusa-rusa lainnya karena suka ditempat-tempat yang bersih, maka dari itu badannya selalu bersih dan menjadikannya lebih eksklusif.

Tempat sementara di penangkaran satwa langka Indocement ini cukup bagus apalagi banyak satwa langka lainnya seperti, rusa sambar, bekantan, ikon kalimantan dan owa-owa juga hewan lainnya yang hidup dengan sehat, sedangkan kalau di Istana Bogor, rusa-rusa tutul ini kami lepas begitu saja dengan bebas diatas lahan seluas 28,8 ha,” ujar Samadi.

Sedangkan SSECSR Departement Head Indocement Plant Tarjun, Teguh Iman Basoeki menyampaikan ”Sebuah kehormatan bagi Indocement mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Kabupaten Kotabaru untuk menitipkan rusa tutul dari Istana Bogor sebelum nantinya ditempatkan di wisata hutan meranti, Sebelimbingan Kotabaru.

Hari ini Kepala Istana Kepresidenan Bogor dapat melihat secara langsung bahwa rusa tutul yang saat ini dititipkan di Indocement masih dalam kondisi sehat dan jinak. Dan rombongan juga dapat melihat program Konservasi dan Iwec (Indocement Wildlife Education Centre) yang dilakukan Indocement sebagai komitment perusahaan untuk turut serta dalam menjaga keanekaragaman hayati asli Kalimantan dan khususnya terhadap hewan-hewan langka, kata Teguh.

"Rencananya akan menangkarkan rusa tutul di area konservasi Indocement, itu pun kalau Pemkab Kotabaru masih memberikan kepercayaan, tentunya kami akan siap melaksanakan amanat tersebut,” ungkapnya.

Kurang lebih satu jam para tamu berkeliling mengunjungi satwa langka yang ditangkarkan Indocement dan sambil tersenyum gembira memandang tingkah laku hewan-hewan langka tersebut, kemudian para tamu kembali ke Guest House Indocement Plant Tarjun.

Seperti diketahui Sebagai wujud komitment PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk terhadap pemeliharaan keanekaragaman hayati, salah satunya penangkaran hewan langka khas Kalimantan Selatan, dan sebagai wujud dari salah satu program CSR Indocement maka program penangkaran hewan rusa, bekantan dan Owa-Owa menjadi pilihan untuk dikembangkan.

Disisi lain Kepala Dinas Kehutanan Kotabaru, Rurien Srihardjanti mengatakan ”Memang kita telah mengajukan permohonan kepada Istana Kepresiden Bogor untuk permintaan rusa tutul yang sifatnya hibah kepada Pemerintah Kabupaten Kotabaru, untuk ditangkarkan di wisata hutan meranti Sebelimbingan, Kotabaru.

"Sementara kita tempatkan dulu di penangkaran satwa langka Indocement, sambil menunggu sarana prasarana selesai dibangun, seperti pembangunan kandang, penanaman tumbuhan untuk pakan dan lainnya, sedangkan tenaga ahli yang mengelola sudah dipersiapkan dua orang, jadi tidak lama lagi lah akan dipindahkan," ungkapnya.

Rurien menuturkan, bahwa jumlah rusa tutul sebanyak 13 ekor terdiri dari 3 jantan dan 10 betina, syukur alhamdulillah dua ekor sedang hamil, rupanya cocok di penangkaran satwa langka Indocement, dan untuk pakan tidaklah sulit selain rumput juga kangkung, wortel serta ubi-ubian.

Untuk cuaca di wisata hutan meranti Sebelimbingan juga sangat bagus kiranya cocok untuk penangkaran ini, selain rusa tutul, nanti tak lama juga didatangkan jenis rusa lainnya, rusa timur juga rusa sambar. Jadi, di Wisata Hutan Meranti, sebelimbingan akan dijadikan Wadah Penelitian dan Pengembangan Perlindungan Satwa juga tumbuh-tumbuhan atau dijadikan arboretum,” jelas Rurien.









- Penulis : Humas ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Indocement Latih Warga Olah Buah Mangrove

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, TARJUN - Para pengusaha kecil dan ibu rumah tangga dapatkan pelatihan cara pengolahan buah mangrove menjadi bahan pangan dari PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant Tarjun, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru.

Pelatihan dipusatkan di balai desa selama dua hari dan diikuti 50 peserta dari Desa Tarjun dan Desa Langadai. Sedangkan instruktur dari konsultan lingkungan Oase Shorea, Cilacap, Jawa Tengah.

Head CSR Indocement Pabrik Tarjun, Yanuar Arif Mengatakan ”Melalui pilar pendidikan dan pilar pembangunan ekonomi, perusahaan bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan sekitar operasional perusahaan, terkhusus ekonomi yang terkait dengan usaha mikro atau usaha kecil termasuk kerajinan lokal".

”Diberikannya pelatihan ini agar nantinya masyarakat peduli terhadap lingkungan, turut serta dalam menjaga dan melestarikan sumberdaya alam disekitarnya sehingga dapat dimanfaatkan hasilnya secara berkelanjutan. Hingga dapat melahirkan usaha-usaha kecil untuk meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” harap Arif.

Ia pun, mengungkapkan kegiatan ini merupakan realisasi dari lima pilar yang mendasari program bina lingkungan yaitu pilar pendidikan dan pilar ekonomi, sebagai bagian dari Program Corporate Social Responsibility (CSR) Produsen semen merk tiga roda tersebut.

Dan sebagai upaya untuk menciptakan unit-unit Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di bidang kerajinan di daerah Tarjun, Langadai dan sekitarnya. 

Salahsatu instruktur, Anita Dwi Indaryani mengatakan ada beberapa materi yang disampaikan, namun yang utama untuk menjadi dasar mereka adalah kelestarian lingkungan, agar tidak terjadi pengambilan mangrove dalam skala besar yang dapat merusak lingkungan artinya kegiatan ini masih dalam batas wajar, bila perlu di awasi karena yang dimanfaatkan adalah hanya buah mangrove saja.

"Manfaat besar mangrove yaitu akarnya menahan gelombang tinggi, cegah erosi atau abrasi, minimalisir pencemaran udara, berkembang biaknya biota laut dan lainnya, sedangkan pemanfaatan buah mangrove dapat diolah menjadi bahan pangan,” jelas Anita.

Perlu diketahui ternyata Desa Tarjun dan Desa Langadai kaya akan sumberdaya alam terutama mangrove, dan ada berbagai jenis mangrove di daerah tersebut, yaitu, bakau bini (bruguiera gymnorrhyza), prapat (sonneratia caseolaris), api-api (avicennia marina), nipah (nypa fruticans) dan lainnya.

Masih kata Anita, buah mangrove dapat dijadikan tepung, keripik, kerupuk, sirup dan lainnya, sedangkan tingkat gizi juga baik, contoh bakau bini dengan berat 45 gr memiliki kandungan kadar air 73,756%, kadar lemak 1,246%, protein 1,128%, karbohidrat 23,52% dan kalori 371 kal/100gr dan beragam produk olahan dapat berbahan dasar buah mangrove”.

Di daerah lain telah berproduksi hingga memasarkannya di toko-toko, swalayan dan mall, bahkan sering ditampilkan atau dipromosikan di pameran-pameran produk UMKM, namun tetap harus ada yang melakukan pengawasan agar kelestarian mangrove dan lingkungan tetap terjaga, ungkapnya Anita.

Peserta dari RT.08 desa tarjun, Nur Hijah mengatakan, pelatihan ini cukup bagus dan mudah dipahami karena selain penyampaian teori juga adanya praktek dan dialog antara peserta dengan instrukturnya.

"Kepada perusahaan semen tiga roda agar pelatihan ini dapat dilaksanakan lagi agar ibu-ibu yang lainnya juga dapat mengikutinya,” ujar Nur.

Disampaikan peserta lainnya dari RT.02 Desa Langadai, Jannah juga mengatakan, pelatihan ini tidaklah sulit dilakukan karena lebih banyak pada kerjaan di dapur dan pas buat kami ibu-ibu dan modalnya tidak banyak bahkan bahan baku melimpah di desa kami.

"Kerajinan ini tidak mengharuskan kami bekerja pada orang lain namun kemandirian dengan pemasaran sendiri," ungkapnya.










- Penulis : Humas ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Baru 10 Persen Nelayan Terima BBM Bersubsidi

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, PULAULAUT - Baru 10 persen nelayan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menerima BBM bersubsidi berupa solar, ujar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kotabaru H Talib.

"Kebutuhan BBM bersubsidi untuk nelayan di Kotabaru sebesar 23.000 kiloliter, atau 23.000.000 liter. Tetapi kenyataanya sampai saat ini kita baru mendapatkan 2.495 kiloliter, atau sekitar 2.495.000 liter solar," terang Talib, di Kotabaru, Senin.

Hal tersebut dikatakannya saat menerima nelayan yang berdemo di kantor Dinas Perikanan dan Keluatan Kotabaru terkait BBM bersubsidi.

Sehingga, lanjut Talib, masih kekurangan yang belum terpenuhi sekitar 21.000 kiloliter (KL), atau sekitar 21.000.000 liter.

Atas kekurangan tersebut, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kotabaru mengajukan usulan tambahan BBM bersubsidi kepada BP Migas, agar semua nelayan di Kotabaru dapat menikmati BBM bersubsidi.

Usulan kuota tambahan BBM bersubsidi tersebut juga disampaikan PT AKR selaku penyalur BBM bersubsidi di Kotabaru kepada SPBN.

Talib menerangkan, hingga saat ini jumlah kapal nelayan di Kotabaru sebanyak 5.204 unit kapal tangkap. Kapal-kapal nelayan tersebut memiliki kapasitas 5 gross tonnage (gt) sampai 30 gt.

Sementara itu, sekitar 100 orang nelayan melakukan unjuk rasa di Dinas Perikanan dan Kelautan di Kotabaru, terkait BBM bersubsidi.

Juru bicara nelayan Kamarudin, mengatakan, para nelayan mempertanyakan sejauh mana realisasi penyaluran BBM bersubsidi yang dikelola Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Samudera.

"Banyak nelayan mengeluh, karena saat hendak mengisi solar di Satsiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBN) di lokasi Pelelangan Pendaratan Ikan (PPI) Kotabaru sudah habis," kata mantan anggota DPRD Kotabaru.

Padahal, kata dia, menurut catatan nelayan Kotabaru mendapatkan jatah solar bersubsidi sekitar 2.495 kilo liter atau 2.495 juta liter.

Sementara itu, solar yang sudah didistribusikan ke nelayan melalui SPBN di PPI kurang dari jumlah tersebut, terang Kamarudin.

Nelayan meminta aparat penegak hukum dan Dinas Perikanan dan Kelautan untuk menindak tegas apabila ada oknum yang sengaja mengambil keuntungan dalam pendistribusian BBM bersubsidi.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kotabaru H Talib, menjelaskan, kuota BBM bersubsidi begai nelayan Kotabaru 2014 sebanyak 2.495 kiloliter, dan distribusi BBM bersubsidi hingga saat ini sudah 2.493 kiloliter, dan masih ada sisa sekitar 2 kiloliter.

"Menurutnya harus ada sisa di tangki timbun SPBN minimal 2 kiloliter, sehingga sisanya 2 kiloliter tidak bisa didistribusikan kepada nelayan," ujar Talib.

Ia mengakui, masih banyak nelayan yang hendak mengisi solar di SPBN PPI Kotabaru, tetapi tidak dapat dilayani, karena kuotanya sudah habis.

Atas permintaan tersebut, Talib menerangkan pihaknya sudah mengajukan tambahan BBM bersubsidi bagi nelayan di Kotabaru kepada Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), dan PT. Aneka Kimia Raya (AKR) Kotabaru sebagai penyalur BBM bersubsidi kepada SPBN Kotabaru.

Kepala Desa Rampa yang juga Manajer Koperasi Agus Supiani mengatakan, pendistribusian BBM bersubsidi sudah sesuai jumlah kuota yang diberikan kepada nelayan.

Karena belum puas mendapatkan jawaban Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kotabaru, juru bicara nelayan Usman D Pahero meminta nelayan melanjutkan demo di gedung DPRD Kotabaru.

"Kami ingin Dinas Perikanan dan Kelautan, pengelola SPBN KPN Samudera, dan PT AKR, hadir di gedung DPRD sekarang juga," pinta Usman.








- Penulis : Imam Hanafi - Sumber : Antara News
Share:

Rudy Tutup MTQ Sungai Durian

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, SUNGAIDURIAN -  Suasana ramai penuh sesak setiap malamnya di Kecamatan Sungai Durian, Kotabaru, kini mendadak sepi kembali. Hal tersebut di karenakan ribuan kafilah kembali ke kampung halaman masing masing setelah usai pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) nasional ke-46 di Kecamatan Sungai Durian, yang ditutup secara resmi oleh wakil Bupati Kotabaru, H Rudy Suryana, Selasa malam.

Pelaksanaan yang berlangsung selama lima hari dari tanggal 7-11 Nopember 2014 tersebut berjalan sukses hingga akhir.

Wakil Bupati Kotabaru, H Rudy Suryana, dalam sambutannya mengatakan, kita semua adalah menjadi pemenang dan MTQ kali ini menjadi inspirasi kita semua sebab semua suku, agama, dan golongan, berbaur menjadi satu bersama sama membangun keharmonisan.

"MTQ bukan hanya dilihat dan di dengar saja namun menjadi pelajaran buat semuanya," pesan Rudy.

Ditambahkan ketua umum LPTQ, H Hasby M Tawab, diharapkan dengan adanya MTQ ini agar masyarakat lebih gemar membaca dan mengamalkan Al-Qur'an.

Peserta yang belum berhasil agar tetap terus untuk belajar dan yang berhasil terus meningkatkan prestasinya jangan hanyut dengan prestasi yang diperoleh sekarang, sebab harus mempersiapkan diri untuk MTQ tingkat provinsi di Kabupaten Balangan nanti, pesan Hasby dalam sambutannya.

Masih kata Hasby, nantinya pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten akan dilaksanakan satu kali di kecamatan dan satu kali di kabupaten, hal tersebut sesuai dengan hasil rapat kerja daerah LPTQ.

Sekedar diketahui bahwa pelaksanaan MTQ dilakukan di tiga tempat yaitu, panggung utama halaman kantor camat Sungai Durian, SMKN Sungai Durian, dan Mesjid Asy-Syafaah, semuanya berada di Desa Manunggul Lama, Sungai Durian.

Dalam pelaksanaan penutupan MTQ tersebut panitia hanya menampilkan rabbana perpisahan dan pildacil, tentu berbeda saat pembukaan disuguhkan tarian klosal lembah meratus. Namun hal tersebut tidak mengurangi kemeriahan acara.

Hingga akhir pengumuman dewan hakim, maka diputuskan bahwa Kecamatan Pulaulaut Utara sebagai juara umum daerah dan juara umum perorangan Herman Prasetio, S. Ag, asal Kecamatan Sungai Durian. 










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

MTQ Ke-46, Zaenal Teteskan Airmata

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, SUNGAIDURIAN - Selama lima hari pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) nasional ke-46 tingkat Kabupaten Kotabaru, dari tanggal 07-11 Nopember 2014 di Kecamatan Sungai Durian berjalan sukses. Hal ini membuat Camat Sungai Durian, Zainal Abidin meneteskan airmata saat sambutan penutupan MTQ, Selasa, (11/11/2014) malam.

Dalam kenyataannya semua orang banyak menghawatirkan tentang air yang ada di Sungai Durian dan fasilitas lainnya disamping beragam suku, agama dan golongan yang ada di daerah tersebut, namun pada kenyataannya semuanya berjalan dengan lancar, kata Zainal.

"Masyarakat disini walaupun berbeda kepercayaan tetapi mereka antusias untuk mensukseskan pelaksanaan MTQ tersebut. Dan semua elemen bersatu saling bahu membahu bahkan para pendeta terlibat dalam kepanitian," ungkap camat.

Selain itu perusahaan setempat ikut berpartisipasi dengan penyaluran air bersih melalui mobil tanki ke rumah rumah yang di huni oleh para kafilah.

Masih kata Zainal, kerukunan umat beragama di Sungai Durian ini hidup berkembang dengan dinamis, mereka melaksanakan ibadah sesuai kepercayaan dan kenyakinan masing masing namun dalam hal kegiatan sosial sama, baik umat muslim maupun umat kristiani.

"Jangan sampai Sungai Durian jalan ditempat untuk pembangunan daerah walaupun berbeda suku, agama dan golongan, namun justru semua itu menjadi modal dasar untuk membangun desa mereka," pesan Zainal.

Hingga akhir pelaksanaan MTQ ke-46 di panggung utama halaman kantor camat Sungai Durian berjalan lancar dan sukses.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

M-PLIK Optimalkan Pelayanan Sambut MTQ Ke-46

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, SUNGAIDURIAN - Dalam rangka ikut memeriahkan pelaksanaan Musabaqah Tilwatil Qur’an (MTQ) nasional ke – 46 tingkat Kabupaten Kotabaru, di Kecamatan Sungai Durian, Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (M-PLIK), optimalkan pelayanan untuk masyarakat setempat dan bahkan warga dari luar Sungai Durian.

Adapun pelayanan mplik dimaksudkan untuk memajukan dan memperkenalkan kepada masyarakat tentang dunia IT (Ilmu Teknologi) agar mereka dapat memahami apa itu internet.

Salah seorang warga setempat Kurnadi, mengatakan pelayanan internet ini menambah wawasan kami tentang dunia IT sehingga bisa mengetahui tentang pengetahuan lainnya yang didapat dari internet.

"Memang kebanyakan yang menggunakan layanan internet tersebut dari para pelajar. Dan mereka mencari berbagai makalah untuk keperluan pelajaran mereka," kata Kurnadi.

Sekedar diketahui bahwa Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (M-PLIK), yang ada di Kabupaten Kotabaru sebanyak enam unit tersebar di kecamatan yang terpencil jauh dari jangkauan informasi komunikasi.

Bantuan ini langsung dari pusat oleh Kemenkominfo bekerjasama dengan PT WEB dan lintasarta. Dan dengan harapan menuju masyarakat internet Indonesia dengan misi "Jangan biarkan yang terpencil kian terkucil".








- Penulis : Fachrizal - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Ratusan Kafilah Keliling Kampung

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, SUNGAIDURIAN - Ratusan Kafilah perwakilan masing masing kecamatan keliling kampung Desa Manunggul Lama Kecamatan Sungai Durian, Kotabaru, Jum’at, (7/11/2014) siang, di halaman kantor camat.

Rata rata kecamatan menurunkan ratusan perwakilan mereka dalam pawai ta’ruf dengan aneka macam pakaian dan asasoris khas masing masing.Acara dilepas langsung oleh Bupati Kotabaru, H Irhami Ridjani, didampingi ketua DPRD, ketua LPTQ, kepala Kemenag, Forkopinda, dan tokoh agama, di panggung utama MTQ ke-46.

Prosesi pawai ta’aruf melambangkan kebersamaan dan kekompakan dalam usaha dakwah serta syiar Islam,” kata Irhami dalam sambutannya.

Selain itu orang nomor satu di Bumi Saijaan tersebut juga mengatakan bahwa, pawai ta’aruf bagian dari upaya melestarikan seni budaya Islam.Irhami, berpesan agar para kafilah tertib dan saling menjaga saat pelaksanaan pawai ta’aruf.

Sebelumnya dilakukan penyembelihan tiga ekor sapi dan dagingnya di bagikan kepada tiap pondokan kafilah yang tersebar di beberapa titik wilayah Desa Manunggul Lama.

Sekedar di ketahui bahwa panitia pelaksana Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 Sungai Durian menyiapkan pemondokan sekitar 50 buah rumah pendudukan untuk kafilah dan dewan hakim serta SKPD.

Acara berjalan tertib dan lancar hingga selesai pelaksanaan hingga para kafilah dan rombongan kembali kepemondokan masing masing yang telah disediakan.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Pembukaan MTQ ke-46 Padat Pengunjung

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, SUNGAIDURIAN - Ratusan warga baik dari lokal maupun luar daerah berbondong bondong padati halaman Kantor Camat Sungai Durian, Kotabaru. Dan mereka  antusias ingin melihat langsung rangkaian acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) nasional ke-46 tingkat Kabupaten Kotabaru, Jum'at, (7/11/2014) malam.

Acara dibuka langsung oleh Bupati Kotabaru, H Irhami Ridjani, dengan menekan tombol serina. Dan nampak hadir Ketua DPRD Kotabaru, Kepala Kemenag, Ketua LPTQ dan anggota, Forkopinda, serta tokoh masyarakat.

Sebelumnya, para kafilah dan warga setempat disuguhi dengan tarian klosal tentang kehidupan warga lembah meratus yang berbeda agama, suku dan golongan, namun semua itu modal mereka untuk membangun desa bersama sama.

Tarian klosal tersebut dari pelajar Sungai Durian, dengan instruktur, Suci Suryana Ramadhani, S.Pd, dibantu dua rekannya yaitu, Hasna Iliana dan Iin Gustianinggrum.

Dalam sambutannya Bupati Kotabaru, H Irhami Ridjani, menyampaikan, bahwa melalui MTQ ini kita ciptakan kecintaan baca tulis Al-qur'an sejak dini pada generasi muda dan dakwah serta syiar Islam.

Disamping itu bupati juga menyinggung tentang pembangunan yang saat ini terus dilakukan pemerintah daerah terhadap 21 kecamatan yang ada. Dan pada kesempatan yang sama orang nomor satu di Bumi Saijaan ini juga memberikan tropy piala bergilir kepada ketua umum LPTQ Kotabaru H Hasby M Tawab.

Ditambahkan H Hasby M Tawab selaku ketua LPTQ, nantinya pelaksanaan MTQ ini akan menjadi percontohan bagi daerah lain, karena dilaksanakan lebih awal sebelum pelaksanaan MTQ tingkat provinsi.

"Memang kita laksanakan lebih awal agar persiapan lebih lama dan matang untuk ketingkat provinsi. Hal ini terbukti bahwa tahun kemarin Kabupaten Kotabaru, bisa masuk MTQ ketingkat nasional dan  diperhitungkan di Kalsel," ungkap Hasby.








- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Tarian Lembah Meratus Untuk MTQ ke-46

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, SUNGAIDURIAN -  Puluhan pelajar dari SMPN 1, SMPN 2 dan SMKN 1, yang ada di Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, akan memberikan suguhan tarian klosal tentang kehidupan lembah meratus dalam pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) nasional ke 46 tingkat Kabupaten Kotabaru, Jum'at, (7/11/2014) nanti.

Siswa dan siswi setempat melakukan persiapan untuk tarian klosal tersebut selama 15 hari, yang dibimbing oleh tiga orang pelatih dari guru sekolah setempat. Dan pelaksanaan di halaman panggung utama MTQ depan kantor camat Sungai Durian.

Hal tersebut dibenarkan Suci Suryana Ramadhani, S.Pd, selaku instruktur tari klosal saat melakukan persiapan gladi bersih terhadap 39 pelajar, Kamis kemarin.

"Sekitar dua minggu kami melakukan persiapan untuk tarian klosal ini, dan 39 pelajar ini semuanya dari warga setempat," ujarnya.

Suci, pun menuturkan bahwa tarian klosal nantinya akan mengangkat cerita tentang kehidupan warga lembah meratus yang berbeda agama, suku dan golongan, namun justru hal tersebut menjadi dasar modal untuk membangun desa mereka.

"Mudah mudahan saat pelaksanaan pembukaan MTQ nanti, semuanya berjalan lancar sesuai harapan kita bersama," harap Suci. 









- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Rombongan Haji Kloter 09 Kembali Ketanah Air

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, BANJARMASIN - Sekitar 40 hari berada ditanah suci Mekkah dan Madinah melaksanakan serangkaian ibadah wajib dan rukun haji, akhirnya rombongan haji gabungan antara Kotabaru, Tanah Bumbu dan Barito Kuala, yang tergabung di kloter 09 BDJ akhirnya tiba di tanah air, Senin, (3/11/2014), dengan selamat mendarat di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin.

Setelah melaksanakan proses, rombongan haji langsung memasuki asrama haji Banjarbaru. Dan serah terima panitia haji provinsi dengan panitia haji kabupaten pun berlangsung di aula jeddah. Nampak hadir pejabat dari tiga kabupaten dalam penyambutan tersebut.

Sebelum meninggalkan asrama haji, para jamaah beristirahat dan disuguhkan masakan banua yaitu, soto banjar.

Sekedar diketahui bahwa dari 319 jamaah haji kloter 09, untuk Kotabaru 174 orang. Namun demikian untuk pemulangan jamaah yang minta di fasilitasi oleh panitia sekitar 53 orang saja.

Hal tersebut dibenarkan ketua kloter, H Ahmad Kamal "Memang, 53 orang jamaah haji tersebut sudah di daftarkan sejak dari tanah suci untuk minta di fasilitasi oleh panitia haji saat pemulangan. Dan untuk jamaah yang lain di jemput pihak keluarga masing masing,".

Disisi lain ketua panitia pemberangkatan dan pemulangan haji 2014, H Hasby M Tawab, mengatakan, bahwa panitia sudah menyiapkan tiga buah bis untuk mengangkut jamaah haji menuju Kotabaru, dan kalau pun kurang nanti mobil pribadi juga siap standby.

"Mulai dari asrama haji Banjarbaru, hingga menuju ke Kotabaru akan dilakukan konvoi (iring iringan), hingga subuh harinya diperkirakan mampir di Mesjid Al Kautsar, Sekapuk, Tanbu untuk sholat subuh berjamaah hingga kembali melanjutkan perjalanan ke Kotabaru," jelas Hasby.

Lebih luas ia pun mengungkapkan, saat penyeberangan di pelabuhan fery Batulicin ke pelabuhan fery Tanjung Serdang nantinya diharapkan lancar. Dan kami pun akan melakukan koordinasi dengan pihak ASDP agar rombongan haji bisa menyeberang, ujarnya.

"Alhamdulillah, setelah melakukan perjalanan panjang rombongan jamaah haji Kotabaru, tiba di Mesjid Raya Khusnul Khatimah, dengan selamat juga sehat. Dan sebelumnya rombongan mampir di mesjid Stagen untuk berganti pakaian," tutur Hasby.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Bupati Resmikan Hutan Mangrove Desa Langadai

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, TARJUN - Desa Langadai berpenduduk lebih dua ribu jiwa, sebagian besar mayoritas berprofesi nelayan. Namun, dalam kurun waktu lima ini mereka mengalami penurunan hasil tangkapan. Penyebab terus berkurangnya ikan hasil tangkapan disebabkan tak hanya berkurangnya hutan mangrove. Tapi intrusi air asin ke daratan juga meningkat, selain fauna seperti burung dan lainnya kehilangan tempat tinggal.

Hal itu, menjadi alasan warga Desa Langadai, Kecamatan Kelumpanghilir, Kotabaru memiliki kepedulian merehabilitasi hutan mangrove, selain pemulihan kerusakan sekaligus demi kelangsungan ekosistem. "Bila ekosistem rusak, maka akan terganggu populasi ikan, persedian air bersih, penahan air bersih dan lainnya yang dapat berdampak pada kelangsungan hidup masyarakat," kata Kepala Desa Langadai, Eddy Marhadi.

Diungkapkan Eddy, dihadapan Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani, Danramil, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, dalam sambutan HUT ke-59 Desa Langadai dan sekaligus diisi dengan peresmian Wisata Mangrove Desa Langadai, Minggu (2/11).

Eddy menambahkan atas dasar itu, PT Indocement Tunggal Prakarsa (Indocement) Tarjun, tak hanya dengan gigih mengampanyekan rehabilitasi hutan mangrove di daerah sekitar area pabrik perusahaan. Penyambutan baik Indocement, disusul dengan pencanangan penanaman bibit pohon mangrove sebanyak 5.000 pohon. Penanaman bermula pada 5 Juni 2013 silam.

Tak cuma itu, kegiatan tersebut juga membuka usaha untuk warga setempat, karena perusahaan memberikan kesempatan warga menyediakan bibit mangrove dan berlangsung secara terus menerus. Bahkan, pada 20 April 2014 lalu, perusahaan juga melatih beberapa warga untuk melakukan pembudiyaan mangrove. Hal itu, dimaksudkan, warga selain dapat menyediakan kebutuhan mangrove untuk sekitar lokasi perusahaan. Akan tetapi, menjadikan Desa Langadai sebagai sentra produksi bibit pohon mangrove, untuk keperluan daerah di Kabupaten Kotabaru pada umumnya, serta Desa Langadai, Desa Tarjun dan sekitarnya pada khususnya.

"Pemberdayaan masyarakat binaan Indocement ini mulai menjadi peluang usaha baru, karena tiap hari lingkungan hidup banyak perusahaan yang memerlukan pohon bakau, api-api, langadai, dan nipah untuk ditanam sebagai kepedulian terhadap lingkungan," ucapnya.

Tambah Eddy, seperti pada kegiatan Kemah Bhakti Saka Bhayangkara 5 Juni 2014 lalu, Indocement bekerjasama dengan Saka Bhayangkara melakukan pembelian bibit pohon mangrove 10.000 pohon. Selain itu, warga juga mendapatkan penghasilan atas pembelian 3.000 bibit pohon mangrove dari Sahabat Bekantan Indonesia.

SSECSR Dept Head, PT ITP Teguh Iman Basuki mengatakan, pembinaan terhadap kegiatan rehabilitasi hutan mangrove, selain membuka peluang usaha baru untuk masyarakat di salah satu desa binaan. Namun, Peresmian Wisata Hutan Mangrove sekaligus upaya kepedulian terhadap kelestarian hutan mangrove demi kelangsungan hidup dan ekosistem sekitarnya. " Karena kita akui Kabupaten Kotabaru adalah daerah yang kaya dengan tanaman hutan mangrove. Oleh karena harus dijaga bersama-sama kelestariannya, " ungkap Teguh. Ia juga menambahkan, program dilaksanakan masyarakat yang difasilitasi perusahaan, ini bersifat jangka panjang.

Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani, yang hadir sekaligus meresmikan acara Wisata Mangrove, dalam sambutannya berpesan kepada warga untuk tetap hidup akur, tentram, dan damai. Namun, orang nomor satu di Bumi Saijaan ini, juga merespon positif kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dilakukan masyarakat dan desa, khususnya di Desa Langadai, Kecamatan Kelumpanghilir.

Oleh karena itu, bupati Kotabaru berpesan, tak hanya wisata mangrove terus dikembangkan. Akan tetapi, hendaknya tanaman tersebut dapat dikombinasikan dengan tanaman lainnya seperti nipah dan rambai. "Karena tanaman nipah seperti diketahui dapat menjadi bahan pembuat gula merah. Sedangkan rambai, buahnya untuk hewan seperti bekantan. Jadi lengkap di lokasi wisata mangrove ini," ujarnya.

Karena itu, selain ia menyerahkan kepada pihak ketiga terhadap kelengkapan infrastruktur di Lokasi Wisata Mangrove. Namun, ia juga akan meminta kepada Dinas Kehutanan dan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) membekup secara teknis. "Ya kita akan minta Dinas Kehutanan dan Disporabudpar mendampingi," pungkasnya.










- Penulis : Humas PT ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Rombongan Haji Lebih Awal Kebandara

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, JEDDAH -  Satu hari berada di Hotel Sultan Palace Suite, Jeddah, rombongan haji kloter 09 BDJ diberangkatkan lebih awal menuju Bandara King Abdul Azis, Jeddah, Minggu, (2/11/2014), pukul 16.00 Waktu Arab Saudi (WAS), padahal jadwal penerbangan menuju ketanah air pukul 00.05 WAS.

Hal tersebut dilakukan pihak Daker (daerah kerja), Arab Saudi, untuk kembali melakukan sweeping barang bawaan jamaah menggunakan tas tentengan yang melebihi kapasitas. Dan semua dokumen juga paspor jamaah haji diperiksa ulang kelengkapannya.

Sebelumnya rombongan jamaah haji kloter 09 gabungan asal Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Barito Kuala, menyempatkan ziarah ke laut merah dan mesjid terapung, pagi hari. Dan mereka menggunakan jasa angkutan bis setempat dengan dana patungan para jamaah yang ikut ziarah, masing masing 20 real. Sebab pihak Arab Saudi tahun ini tidak lagi menyiapkan untuk paket ziarah di Jeddah.

Hal tersebut di benarkan oleh ketua kloter, H Ahmad Kamal, "Memang kita lebih awal diberangkatkan ke Bandara King Abdul Azis, Jeddah, jam 4 sore WAS, padahal seandainya jam 5 sore pun masih sempat, akan tetapi semua ini sudah menjadi aturan pemerintah setempat " ungkapnya via telepon.

Terkait ziarah yang dilakukan jamaah haji kita untuk ke laut merah dan mesjid terapung, semuanya hasil kesepakatan bersama. Sebab tahun ini pihak Arab Saudi, tidak menyediakan fasilitas ziarah di Jeddah, karena sesuatu hal, katanya.

Ia, pun tidak menampik bahwa banyak barang jamaah untuk oleh oleh keluarga di tanah air yang melebihi kapasitas harus ditahan oleh petugas di bandara saat dilakukan sweeping.

"Kami, petugas tidak bisa menahan jamaah untuk berbelanja oleh oleh, namun tidak pula menyarankan untuk bisa membawanya. Dan memang banyak jamaah yang bertanya masalah barang bawaan tersebut apa bisa atau tidak untuk dibawa, tetapi kami selalu mengingatkan bahwa semuanya tergantung pada jamaah sendiri dan apabila ditahan oleh petugas bandara maka jangan sampai ada perkelahian yang mengakibatkan tertundanya penerbangan," ungkap Kamal.

Sekedar diketahui bahwa kapasitas barang bawaan jamaah haji sudah ditentukan 40 Kg, untuk koper besar 32 Kg, sedangkan untuk tas tentengan 8 Kg. Dan selain itu kloter 09 BDJ juga mendapatkan tambahan dua jamaah yang tanajul dari kloter 10 BDJ asal Tanah Laut dan Rantau.

Untuk kesehatan jamaah pada umumnya semua dalam keadaan sehat, namun satu orang asal Tanah Bumbu yang dibawa ke BPHI bandara untuk dirawat selagi menunggu waktu penerbangan pukul 00.05 WAS.

Selain itu, jamaah yang tergolong resiko tinggi dan lanjut usia digabungkan menjadi satu kelompok agar dalam pengawasan bisa fokus, jelas TKHD (Tim Kesehatan Haji Daerah) Dr H M Edy Suprayitno.









 - Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Lima Jam Perjalanan Rombongan Haji Tiba di Jeddah

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, JEDDAH - Perjalanan panjang dan melelahkan menuju Jeddah, membuat 317 haji asal Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Barito Kuala, kecapean. Sebelumnya mereka di berangkatkan dari Madinah pukul 11 WAS, empat jam lebih perjalanan yang ditempuh akhirnya pukul 16.30 WAS, rombongan haji tiba di Jeddah.

Dalam keadaan lelah dan letih, rombongan haji langsung memasuki kamar untuk istirahat. Namun sebelumnya dilakukan pembagian kamar baik yang ada di lantai I maupun lantai II, Hotel Sultan Palace Suites Jeddah.

Rencananya rombongan haji setelah beristirahat, pagi hari akan melakukan ziarah ke laut merah dan mesjid terapung, kata Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD), Kotabaru, H Julkifli, Sabtu kemarin via telepon.

"Setiap kamar diisi oleh enam orang dan ada yang sembilan orang, hotelnya bagus dan bersih," ungkap Julkifli.

Ditambahkan ketua kloter, H Ahmad Kamal, Setelah jamaah memasuki kamar masing masing, kami kembali  melakukan pengecekan tiap kamar jamaah haji baik yang ada di lantai I maupun lantai II, untuk memastikan bahwa semuanya beres.

Diakui Kamal, sewaktu kedatangan rombongan haji kita pukul 16.30 WAS, di Hotel Sultan Palace Suites, Jeddah ini, kita langsung di suruh memasuki kamar padahal jamaah dalam keadaan letih. Dan setelah melalui proses akhirnya semua beres.

"Itulah bedanya Jeddah dengan Mekkah dan Madinah, karena semua serba cepat dan padat. Dan itu semua disebabkan jamaah haji hanya satu hari saja berada di kota Jeddah, intinya ada yang keluar dan ada yang masuk untuk kembali ke tanah air masing masing," jelas Kamal.

Masih kata Kamal, 317 jamaah haji kita, gabungan Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Barito Kuala, harus lebih awal tujuh jam berada di bandara sebelum keberangkatan untuk proses pemeriksaan. Dan rencananya rombongan haji kloter 09 BDJ akan di berangkatkan dari Bandara King Abdul Azis, Jeddah pukul 00.05 WAS, menuju tanah air.

Disinggung masalah kesehatan jamaah haji, TKHD (Tim Kesehatan Haji Daerah) Kotabaru, Dr M Edy Suprayitno, mengatakan "Rata rata kesehatan jamaah haji semuanya baik, namun ia tidak menampik bahwa memang masih ada jamaah yang batuk dan filek," terangnya.

Ia, menjelaskan, bahwa saat perjalanan dari Madinah ke Jeddah, cuaca sangat dingin hingga dianjurkan kepada jamaah untuk menggunakan kaos kaki dan pakaian tebal untuk menghangatkan tubuh mereka. Dan pada umumnya semua baik baik saja, harapan kita hingga kepemulangan ke tanah air nanti tetap sehat, ujar Edy.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Kloter 09 BDJ Tinggalkan Madinah

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, MADINAH - Tak terasa delapan hari sudah rombongan kloter 09 gabungan Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Barito Kuala, berada di kota Madinah, dan sudah melaksanakan arbain 40 waktu. Kini mereka harus meninggalkan kota Madinah menuju Jeddah, Sabtu, (1/11/2014) pagi pukul 9 Waktu Arab Saudi (WAS).

Selama berada di kota Madinah, 317 haji kloter 09 tersebut mendapatkan bonus arbain satu waktu hingga menjadi 41 waktu.

Dikatakan ketua kloter, H Ahmad Kamal "Memang, delapan hari berada di Madinah, kita mendapatkan bonus arbain satu waktu pada subuh hingga menjadi 41 waktu. Dan kami pun tak henti hentinya selalu mengingatkan kepada jamaah untuk tidak membawa barang, seperti senjata tajam, air zam zam dan lainnya di dalam koper sebab nanti akan di bongkar petugas dan menghambat keberangkatan," ujarnya.

Selain itu Kamal, juga memeriksa setiap kamar jamaah untuk memastikan tidak ada barang bawaan yang tertinggal. Dan diingatkan agar dokumen dokumen penting jangan di buat di tas koper, namun melainkan di taruh di tas kecil saja.

"Sebelum keberangkatan kami melakukan sholat berjamaah terlebih dulu, agar semuanya, baik diperjalanan nanti maupun proses pemeriksaan tidak ada halangan hingga selamat sampai tujuan. Dan kami mohon doa untuk semuanya." pinta Kamal.

Terkait kesehatan jamaah, Dr M Edy Suprayitno, memaparkan, bahwa mayoritas keadaan jamaah semuanya sehat, dan memang  masih ada yang memeriksakan ke posko kesehatan, seperti batuk filek dan kontrol tekanan darah.

"Hanya beberapa orang saja lah yang memeriksakan diri ke posko kesehatan, namun kami selalu mengontrol dan memantau keadaan kesehatan jamaah terutama yang resti (Resiko tinggi)," ungkap Edy.









- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Rahman dan Hana Jadi Duta Wisata Saijaan 2014

Telah Dibaca : 0 kali

GEMA, PULAULAUT -  Setelah melalui proses panjang untuk menentukan siapa yang berhak menjadi Duta Wisata Saijaan 2014, pihak Disporabudpar Kotabaru, melalui juri yang ditunjuk sesuai bidang masing masing akhirnya menetapkan, Rahman Nor Fadli dan Hanna Fardilla sebagai Duta Wisata Saijaan 2014, dan akan menjadi wakil Kotabaru di ajang Nanang dan Galuh (NAGA) di Banjarmasin.

Perlu diketahui bahwa proses pemilihan Duta Wisata Saijaan 2014, ini mulanya diikuti oleh 62 peserta dari berbagai pelajar dan umum. Hingga hanya 12 peserta yang tersisa dan langsung dilakukan karantina terhadap mereka.

Penantian 12 finalis Duta Wisata Saijaan 2014 akan pengumuman siapa yang menjadi pemenang akhirnya tiba, Sabtu, (1/11/2014) malam, di gedung Parisbarantai, dan suasana ruangan bahkan halaman Paris pun penuh sesak hingga tengah malam, menungggu hasil pengumuman dari dewan juri tersebut.

Hanya satu pasangan yang akan menjadi Duta Wisata Saijaan 2014, dari enam pasangan yang terpilih. Dan akhirnya Rahman Nor Fadli, asal sekolah STIKIP Kotabaru, bersama Hanna Fardilla, asal sekolah SMKN 1 Kotabaru, dinyatakan sebagai Duta Wisata Saijaan 2014.

Sedangkan untuk M Asrorri Al Fakih, dari umum sebagai runner up I, Abdurrahman, dari SMAN 1 Kotabaru, runner up II, Rolly Roysandi, asal MAN Kotabaru, runner up III, M Rahim, asal MAN Kotabaru, runner up IV, dan Belgie Daffa Racsel Kartika, asal SMAN 1 Kotabaru, runner up V.

Selanjutnya, Putri Chari Nurmadina,asal SMAN 2 Kotabaru, runner up I, Selvia Maharani, asal SMAN 1 Kotabaru, runner up II, Fenny Nadila Ramadhaniah, asal SMAN 1 Kotabaru, runner up III, Putri Jessica Fujianti, asal SMAN 1 Kotabaru, runner up IV, dan Mega Fatmawati, asal SMAN 2 Kotabaru, runner up V.

Ada pun enam juri yang melakukan penilaian untuk peserta Duta Wisata Saijaan 2014, yaitu, H Mahmud Dimyati (Bidang kepariwisataan), Anhar Rozi (Bidang pemerintahan), Noor Aneka Lindawati (Bidang sejarah banjar), Candra Hartono (Bidang keperibadian dan manner), Firhansyah (bidang kesenian dan budaya banjar), Misdayamanti (Bidang bahasa inggris).

Selain enam juri tersebut, hadir pula Cheff Agus Sasirangan, sebagai juri tamu, (Bidang ekonomi kreatif)..

Hingga akhir pelaksanaan, acara berjalan lancar dan tertib. Dan para peserta bersama keluarga dan teman nampak berphoto bersama mengabadikan moment tersebut.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Calon Duta Wisata Saijaan 2014 Dikarantina

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, PULAULAUT -  Setelah melakukan seleksi dari puluhan peserta, kini panitia pemilihan Duta Wisata Saijaan 2014, kembali melakukan seleksi peserta yang nantinya akan dikarantina. Dan dari 12 peserta yang tersisa nantinya hanya 06 peserta saja yang akan menjadi Duta Wisata Saijaan yang mewakili Kotabaru ke provinsi.

Dari hasil seleksi para juri, telah di dapatkan 12 orang calon Duta Wisata Saijaan 2014. Dan selama proses seleksi mereka dikarantina selama dua hari di hotel Kartika, selain itu mereka pun di bekali dengan berbagai macam materi oleh juri sesuai dengan bidang masing masing.

Ada enam juri yang akan melakukan penilaian untuk peserta Duta Wisata Saijaan 2014, yaitu, H Mahmud Dimyati (Bidang kepariwisataan), Anhar Rozi (Bidang pemerintahan), Noor Aneka Lindawati (Bidang sejarah banjar), Candra Hartono (Bidang keperibadian dan manner), Firhansyah (bidang kesenian dan budaya banjar), Misdayamanti (Bidang bahasa inggris).

Selain enam juri tersebut, rencananya akan hadir Cheff Agus Sasirangan, sebagai juri tamu yang akan memberikan materi tentang ekonomi kreatif. 

Peserta yang di karantina tersebut, adalah, Selvia Maharani, Fenny Nadila Ramadhaniah, Putri Jesika Fujianti, Putri Chari Nurmadina, Hana Fardila, Mega Fatmawati.

Selanjutnya, M Rahim, Rahmat Nor Fadli, Abdurrahman, Belgie Daffa Racsel Kartika, Rolly Raysandi, M Asrori Al Fakih. 

Sekedar diketahui bahwa pemilihan duta wisata Saijaan 2014, hanya enam orang yang di pilih, yaitu juara 1, 2, 3, dan harapan 1, 2, 3. Dan nantinya mereka akan mewakili Kabupaten Kotabaru, di ajang Nanang Galuh (NAGA) di Banjarmasin.

Salah seorang peserta Fasihah Diana, mengatakan "Saya ikut ajang ini, ingin membahagiakan orang tua, sekolah dan teman. Dan selain itu sebagai kaum muda ia ingin ikut andil dalam mempromosikan pariwisata di Kotabaru".

"Menang ataupun kalah yang pasti saya sudah mencoba, dan terimasih kepada pihak sekolah juga teman teman Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) Kotabaru, yang telah memberikan dukungan," ucapnya.

Rencananya malam grand final, Sabtu, (1/11/2014) malam, akan di umumkan siapa yang akan menjadi duta wisata Saijaan tahun ini yang akan menjadi wakil Kotabaru di Provinsi Kalsel.










- Penulis : Siti Salasiah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Disporabudpar Kotabaru Gelar Duta Wisata

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, PULAULAUT - Dinas pemuda olahraga kebudayaan dan pariwisata (Disporabudpar), Kotabaru, tahun 2014, kembali gelar pemilihan duta wisata Saijaan. Dan 62 peserta terdiri dari tingkat SMA/Sederajat, Mahasiswa dan umum, siap unjuk kebolehan.

Acara berlangsung dari tanggal, 29 Oktober hingga 01 Nopember 2014, dan kegiatan ini juga diisi dengan kegiatan outbond bersih pantai.

Hingga dilakukan seleksi pemilihan duta Saijaan terhadap 62 peserta, Kamis, (30/10/2014) di gedung Abdi Negara, dan hanya ada 12 peserta yang memenuhi kriteria. Dengan usia yang ditentukan 12-24 tahun.

Peserta yang lolos seleksi akan di karantina di Hotel Kartika, Kotabaru. Dan mereka terlebih dulu dibekali dengan materi dari dewan juri.

Ketua panitia pelaksana, Annisa Citra Dewi, mengatakan "kegiatan ini untuk memajukan kepariwisataan dan menciptakan generasi muda sebagai ikon dispora dalam mempromokan wisata dan kebudayaan Kotabaru".

Ia, menjelaskan, bahwa sebenarnya pelaksanaan ini di gelar bulan Desember, namun karena terbentur dengan pelaksanaan hari nusantara, tentunya dilakukan perubahan.

Selain sebagai ketua pelaksana, Annisa, adalah jebolan dari duta wisata Saijaan 2009. Dan lebih luas ia menjelaskan, banyak keuntungan yang di dapatkan diantara, punya nilai lebih di publik, speaking, percaya diri dan ragam pengetahuan lainnya.

Ada enam juri yang akan melakukan penilaian untuk peserta duta wisata Saijaan 2014, yaitu, H Mahmud Dimyati (Bidang kepariwisataan), Anhar Rozi (Bidang pemerintahan), Noor Aneka Lindawati (Bidang sejarah banjar), Candra Hartono (Bidang keperibadian dan manner), Firhansyah (bidang kesenian dan budaya banjar), Misdayamanti (Bidang bahasa inggris).

Selain enam juri tersebut, rencananya akan hadir Cheff Agus Sasirangan, sebagai juri tamu yang akan memberikan materi tentang ekonomi kreatif. 












- Penulis : Siti Salasiah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Arsip Blog

Follow Twetter Gema Saijaan Online
Follow Facebook Gema Saijaan Online
`
 
Tutup
Hosting Murah