-->

PDAM dan BPBD Siap Suplai Air Untuk Kafilah MTQ ke-32

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, PULAULAUT - Walaupun tidak termasuk dalam kepanitiaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke 32 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Kotabaru yang di gelar pada tanggal 3 hingga 9 Nopember 2019 nanti namun pihak PDAM dan BPBD sudah menyiapkan segala sesuatunya pasca kemarau untuk memenuhi kebutuhan air para kafilah 13 kab/kota se Kalsel yang ada di Kotabaru.

Hal tersebut dilakukan pihak PDAM Kotabaru dalam bentuk ikut mensukseskan pelaksanaan MTQ dalam bentuk kegiatan penyediaan air bersih untuk disuplay kerumah rumah yang akan ditempati para kafilah nantinya.

Disela kesibukannya Kepala Bagian Humas dan Hublang PDAM Kotabaru Syarwani, kepada Gema, Minggu (26/10/2019) mengatakan, kami sudah melakukan pemasangan pipa jaringan dan pompa air diwilayah yang ada sumur bor di kawasan Jenderal Sudirman untuk dialirkan keperumahan kafilah di Gg Fajar.

Sedangkan lokasi lain tambahnya, tim sudah survei terkait kesiapan penampungan air di perumahan kafilah yang tersebar di beberapa wilayah perkotaan dan akan dilakukan pengisian air melalui armada tanki PDAM dan BPBD sesuai keperluan kafilah.

"Ya, sebagai bentuk antisipasi kalau seandainya saat pelaksanaan MTQ nanti kemarau masih berlanjut kami sudah siap," ungkap Syarwani.

Ditambahkannya, memang ketersediaan air ini sudah menjadi tanggungjawab PDAM dan pemerintah dalam hal ini BPBD untuk menanganinya dan kita hanya bisa berharap hujan segera turun di Bumi Saijaan.

Perlu diketahui bahwa Kabupaten Kotabaru hingga sekarang masih dilanda kemarau walaupun hujan sudah turun membasahi akan tetapi Intensitasnya masih rendah dan tidak mampu mengisi areal penampungan milik PDAM sehingga dampaknya 3 wilayah IPA masih Off distribusi, yaitu, IPA Gunung Relly , IPA Gunung Pemandangan, dan IPA Gunung Perak.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

PDAM Kotabaru Kaji Sungai Seratak Atasi Kemarau

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, PULAULAUT - Permasalahan klasik bila kemarau tiba melanda Kabupaten Kotabaru maka warga setempat akan kesulitan mendapatkan air bersih hal tersebut terus dirasakan tiap tahunnya walaupun pihak PDAM Kotabaru sudah melakukan berbagai upaya dalam pencarian air baku dan pembangunan bendungan untuk bisa mengatasi musim kemarau namun hingga kini hal tersebut belum juga bisa terwujud.

Rencananya pemerintah setempat akan kembali mengkaji sungai Seratak yang berada di Kecamatan Pulau Laut Timur untuk dipasangkan jaringan perpipaan PDAM yangmana info di dapat sungai di daerah itu walau tiga bulan tidak turun hujan tidak akan mengering lain halnya dengan bendungan yang dimiliki PDAM sekarang seperti bendungan Gunung Ulin dan bendungan Tirawan tidak bisa bertahan lama sudah kering bahkan hampir semua sumber air baku sudah mengering.

Digadang gadang Sungai Seratak ini akan menjadi salahsatu sumber air baku yang bisa mengatasi permasalahan krisis air bersih di Bumi Saijaan sebab walau kemarau melanda sekitar tiga bulan lamanya aliran sungai tersebut masih deras dan bisa bertahan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala bagian teknis PDAM Kotabaru, Tri Basuki, kepada Gema bahwa, Pemkab Kotabaru dalam hal ini Bupati Kotabaru H Sayed Jafar berkomitmen untuk menuntaskan masalah krisis air bersih di Bumi Saijaan yangmana selama ini terus terjadi, Sabtu (26/10/2019).

"Memang bupati sudah mengintruksikan agar PDAM, SDA, dan Cipta Karya, untuk segera melakukan penelitian, pemetaan, dan penganggaran pemasangan jaringan pipa dari sungai Seratak hingga ke perkotaan dan kemarin, Senin 21 Oktober 2019 kami sudah survei," ungkap Tri.

Lebih luas dijelaskannya, bahwa, nantinya jaringan pipa dari aliran sungai Seratak tersebut akan dikoneksikan dengan IPA Gunung Tirawan dan IPA Gunung Relly, kita hanya bisa berharap mudah mudahan perencanaan ini bisa masuk dalam anggaran tahun 2020 nanti.

"Memang momentum yang baik dan pas untuk mencari sumber air baku adalah pada saat kemarau jadi bisa kita liat langsung sumber sumber air yang masih bisa bertahan  dan justru tidak pas kalau mencari sumber air di saat musim penghujan," ungkap Tri.

Ia, pun, menyampaikan bahwa program kerja PDAM Kotabaru kedepannya apabila sumber air Seratak terealisasi dan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat maka PDAM akan krmbali mendorong BWS, Cipta Karya dan SDA untuk melakukan penelitian, pemetaan sumber air yang ada di Desa Megasari agar Kotabaru tidak mengalami krisis air bersih lagi.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Arsip Blog

Follow Twetter Gema Saijaan Online
Follow Facebook Gema Saijaan Online
`
 
Tutup
Hosting Murah