-->

KIM Rambah Pedesaan

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, KELUMPANG BARAT - Untuk memberikan informasi yang maksimal kepada masyarakat, pemerintah daerah melalui Badan Komunikasi Informatika dan Arsip Daerah (BAKIASDA), Kotabaru terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

Setelah terbentuknya KIM di Desa Tegalrejo, Kelumpang Hilir. BAKIASDA kembali melebarkan sayapnya melakukan sosialisasi KIM di Desa Siayuh, Kelumpang Barat.

Acara dibuka langsung oleh Camat Kelumpang Barat, M. Zainal, dan dihadiri oleh masyarakat perwakilan juga tim BAKIASDA Kotabaru.

"Dengan adanya KIM ini Kecamatan Kelumpang Barat, bisa memberikan informasi yang benar dan tidak main - main tentang pembangunan yang ada disekitar," kata Zainal.

Zainal pun mengungkapkan beberapa pembagunan desa yang akan terealisasi pada tahun ini, diantaranya, jalan menuju Simbuwang karena jalan tersebut cukup parah. Dan selain itu masih banyak jalan yang akan diperbaiki.

Satu demi satu Kelompok informasi kecamatan kembali dibentuk, setelah beberapa tahun mati suri kini kembali dilakukan penyegaran.

Informasi yang di dapat bahwa, 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Kotabaru akan memiliki Kelompok informasi kecamatan. Hal ini dilakukan agar pembangunan tepat sasaran.










- Penulis : Fachrizal - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Siswa SMAN 2 Kotabaru Kunjungi Bank Sampah

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, TARJUN -
30 Siswa SMAN 2 Kotabaru yang terdiri dari perwakilan Osis, Uks, Pmk dan Pramuka lakukan kunjungan ke Desa Tarjun dan Desa Langadai Kecamatan kelumpang Hilir, Kotabaru guna melihat secara langsung pengelolaan bank sampah dan kerajinan kreatif daur ulang limbah sampah binaan Indocement Tarjun.

Kedatangan mereka ingin mengetahui tentang cara pengolahan sampah organik, pengolahan sampah An-organik menjadi kerajinan berupa anyaman dari sampah plastik, seperti membuat baju, dompet, tas dan topi.

Keterampilan lainnya yaitu membuat kerajinan berbahan dasar kertas Koran, membuat bunga dari kantong kresek, juga membuat bunga dari botol mineral dan botol plastik lainnya.

Produk tas dari kantong semen bekas, tudung saji dari gelas mineral, tempat tisu dari pelepah pisang, daun-daunan, taplak meja dari sedotan, kap lampu dari kertas majalah bekas, membuat sandal dari limbah plastik dan membuat kerajinan tutup gallon bekas.

Guru pendamping, Elisabeth Dwi Juliani menyampaikan, kami melakukan kunjungan ini agar lebih mengetahui proses pengelolaan dan pelaksanaan management bank sampah, cara pengolahan komposter dan green house.

"Saat ini SMAN 2 Kotabaru sudah melakukan pengelolaan sampah organik namun untuk sampah anorganik masih dalam tahap penjajakan, jadi sampah organik kami jadikan kompos namun untuk anorganik masih dibuang ke TPA,” jelasnya.

Salahsatu siswa SMAN 2 Kotabaru Kelas VIII, Lia Rahmawati mengatakan, kami berkunjung ke bank sampah juga dan kerajinan kreatif binaan Indocement, di desa tarjun dan langadai, untuk mendapatkan tambahan ilmu, dan untuk motivasi dalam mengelola dan memanfaatkan sampah.

Lia menambahkan, “setelah melihat secara langsung dilapangan, kami berkeinginan untuk membuat bank sampah di sekolah dan membuat sampah anorganik menjadi kerajinan tangan seperti sampah botol mineral dan lainnya,”.

Motivator dan Fasilitator dari Environment Indocement Tarjun Kecamatan Kelumpang Hilir, Kotabaru, Eva Ariani menjelaskan, saat ini sudah tiga desa yang mendapatkan pelatihan pengelolaan sampah dan kedepannya akan terus dilakukan ke desa-desa lainnya.

sedangkan untuk kerajinan kreatif yang dihasilkan dari pengelolaan sampah ini diantaranya berupa tas dari sak semen, tudung saji dari gelas mineral, taplak meja dari sedotan bekas, bunga dari kantong kresek dan baju dari bungkus molto dan yang lainnya.

Berkenaan dengan pemasaran kami membuat galeri juga ikut serta beberapa pameran dan harga barang yang sudah dikreasikan naik signifikan bahkan pengaruhnya cukup baik terhadap peningkatan pendapatan warga, ungkap Eva.

Dilanjutkan, SSECSR Dept Head Indocement Tarjun, Teguh Iman Basoeki, bank sampah tak Cuma berjalan di Desa Tarjun dan Langadai. Namun kegiatan ini di dukung program CD/CSR dan akan terus digalakan khususnya di desa binaan.

Menurut Teguh, pembinaan terhadap masyarakat didesa binaan PT ITP, melalui program CD/CSR perusahaan tidak hanya pengelolaan bank sampah yang sekarang sudah menunjukkan keberhasilan. Tapi juga program lainnya yang dimasukkan dalam konsep lima pilar pembangunan program CSR PT ITP yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosbudagor, dan keamanan.

Sehari setelah kunjungan tersebut, CSR dan Environment Indocement Tarjun melaksanakan pelatihan daur ulang sampah anorganik di ruang aula SMAN 2 Kotabaru dihadiri para dewan guru dan diikuti 100 siswa dengan materi diantaranya cara membuat kerajinan tangan dengan bahan dasar gelas mineral, sedotan air, bungkus plastik, minuman ringan, kantong kresek dan koran bekas.










- Penulis : Humas PT ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Arsip Blog

Follow Twetter Gema Saijaan Online
Follow Facebook Gema Saijaan Online
`
 
Tutup
Hosting Murah