-->
HEADLINE
Loading...

Indocement Bangun I-Shelter Untuk Karyawan

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, TARJUN - Sebagai bentuk perhatian khususnya kepada kalangan karyawan utamanya berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L), produsen semen merk tiga roda PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant Tarjun yang berada di Kecamatan Kelumpang Hilir membangun I-Shelter yaitu sebuah sarana dan fasilitas terpadu di bidang keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan hidup (K3L) yang diperuntukkan bagi karyawan, mitra kontraktor dan masyarakat.

Gedung tersebut dibangun diatas lahan hijau seluas 15.000 m2 dan bangunan permanen dengan ukuran 2.833 m2 serta 15 ruangan yang dilengkapi berbagai sarana dan fasilitas tersebut diresmikan oleh Drektur Utama Indocement Christian Kartawijaya, dan dalam pelaksanaannya tampak pula berhadir Direktur Teknik, General Manager, Serikat Pekerja dan pimpinan Indocement Plant Tarjun dari berbagai lini.

Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya dalam kesempatannya mengatakan bahwa, Indocement Safety Health Environmental Learning Center (I-Shelter) dibentuk dengan modul life Saving Rules, fasilitas terpadu bidang K3L dan ini diperuntukkan bagi karyawan, mitra kontraktor dan masyarakat guna mendukung safety culture yang berujung pada safe work healthy life environmental friendly.

"Oleh karenanya marilah kita tetap fokus dan berusaha untuk mencapai keunggulan dalam Health and Safety di tempat kerja kita. Saya berharap I-Shelter pusat pelatihan keselamatan baru dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk melatih serta meningkatkan kesadaran akan keselamatan di semua tingkat karyawan dan kontraktor serta masyarakat. Selain itu, saya juga meminta karyawan untuk tidak melupakan safety talk," paparnya.

Sementara, Kepala Departement SSECSR Indocement, Teguh Iman Basoeki saat diwawancara mengatakan bahwa, pembangunan I-Shelter sebagaimana namanya digunakan sebagai sarana dan prasarana pelatihan untuk keselamatan, kesehatan dan lingkungan dan semua pelatihan akan dilaksanakan secara terpadu baik teori maupun dari segi prakteknya.

"Untuk sarana yang tersedia seperti showroom untuk memberikan contoh-contoh alat, APD, seragam, standar kerja, ruang kelas untuk pelatihan. Disamping itu juga, pelatihan lapangan yang terdiri prosedur kerja ketinggian, pekerja didalam ruang terbatas, bekerja dengan panas dan lain sebagainya," papar Teguh menerangkan.

Dijelaskannya lebih jauh, I-Shelter sendiri didesain semirip mungkin dengan aplikasi pekerjaan dilapangan sehingga pelatihan yang dilakukan dapat memberikan materi aplikasi seperti diaktual pekerjaan dengan harapan ilmu yang diberikan dapat lebih mudah diterima dan kemudian diaplikasikan  pada ruang lingkup pekerjaan yang nyata atau real.

"Menjadi harapan bersama fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dan dijalankan secara berkelanjutan sehingga K3 menjadi budaya dengan tujuan awalnya yakni Zero Accident dapat tercapai sebagaimana harapan bersama," tambahnya pula.

Pihak karyawan Indocement, Isra Mulyadi mengatakan, tentunya melihat hal tersebut merupakan langkah yang sangat baik sekali, karena menurutnya dengan begitu secara tidak langsung akan lebih meningkatkan kualitas pengetahuan para pekerja.

"Menurut saya sih hal itu sangat bagus sekali, karena akan semakin meningkatkan kualitas pengetahuan pekerja utamanya dalam hal Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan cara memberikan pelatihan sekaligus prakteknya secara langsung, ungkap Isra Mulyadi dengan senyum.

Ia sebagai karyawan Indocement berharap agar fasilitas seperti itu dapat terus berkembang dengan fasilitas pendukung lainnya sehingga ilmu yang didapat bisa dikembangkan dalam program pelatihan dengan adanya sarana tersebut.









- Penulis : Agus Rifani ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Proses Imigrasi Haji Kloter 06 BDJ Lancar

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, MADINAH - Setelah lepas landas meninggalkan tanah air melalui Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Senin, (15/08/2016) pukul 23.30 Wita, jamaah calon haji kloter 06 BDJ gabungan antara Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Banjar, akhirnya tiba di Kota Madinah, pukul 07. 30 Waktu Arab Saudi (WAS), dengan proses imigrasi lancar tidak ada kendala.

Sebelumnya rombongan calon haji kloter 06 BDJ singgah terlebih dahulu mengisi bahan bakar di Batam, pukul 13.30 Wita, hingga kembali melakukan perjalan ke Madinah.

Dikatakan Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD), H Fadlan, bahwa semua proses imigrasi di Kota Madinah dalam keadaan lancar dan jamaah pun sujud syukur atas kemudahan tersebut walaupun suhu udara di Kota Madinah cukup panas berkisar 52 derajat, namun hal tersebut digunakan dengan sholat dzuhur berjamaah pertama di Masjid Nabawi.

"Alhamdulillah, prosesnya lancar hingga sekarang jamaah calon haji sudah menempati masing-masing kamar yang sudah disiapkan Pemerintah Arab Saudi dengan fasilitas hotel berbintang," ungkap H Fadlan.

Ditambahkannya pula, untuk jarak pemondokan atau hotel kloter 06 BDJ, menuju Masjid Nabawi sekitar 300 meter  dan jamaah calon haji asal Kotabaru menempati dilantai delapan dengan kapasitas hotel 5000 orang yang bisa ditampung.

Hingga saat ini kondisi jamaah masih dalam keadaan sehat, namun tim kesehatan haji tetap selalu menghimbau kepada jamaah untuk selalu meminum air putih yang banyak karena suhu udara yang panas di Kota Madinah agar tidak dihedrasi.












- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Satu Orang Jamaah Calon Haji Kotabaru Tidak Berangkat

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, BANJARBARU - Sebanyak 118 calon haji asal Kotabaru yang tergabung di kloter 06 BDJ bersama Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Banjar, dan satu orang calon haji asal Kotabaru ditunda keberangkatannya karena sakit.

Informasi dari panitia haji daerah, jamaah calon haji tersebut atasnama Riansyah Bin Wanhudi Mukri, (61) warga Jalan Demang Leman RT.004 Pulaulaut Utara. Dan yang bersangkutan berangkat bersama isteri Siti Aisyah Binti Ismail Mangkal.

Hal tersebut berawal ketika ‎​yang bersangkutan melakukan perjalanan panjang dari Kabupaten Kotabaru, Sabtu, (14/8/2016) pukul 09.00 pagi menuju asrama haji Banjarbaru bersama rombongan calon haji yang lainnya menggunakan lima buah bis yang telah disiapkan panitia penyelenggara ibadah haji daerah setempat.

Melihat keadaan calon haji tersebut yang semakin lemah karena penyakit komplikasi yang di deritanya, hingga tiba di Asrama Haji Banjarbaru, pukul 19.33 Wita, tim kesehatan haji langsung membawanya ke rumah sakit ulin untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Beberapa jam lamanya dilakukan pemeriksaan kesehatan dan melihat kondisi kesehatan yang bersangkutan tidak memungkinkan untuk berangkat bersama rombongannya di kloter 06 BDJ, hingga keberangkatannya ditunda dan harus dilakukan perawatan hingga batas akhir kloter 14 BDJ nantinya.











- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Arsip Blog

Follow Twetter Gema Saijaan Online
Follow Facebook Gema Saijaan Online
`
 
Tutup
Hosting Murah