-->
HEADLINE
Loading...

Pawai 1 Muharram Warga Terperangkap Macet

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, PULAULAUT - Kegembiraan umat muslim menyambut pisah sambut tahun baru Islam 1 Muharam 1438-1439 Hijriyah dengan keliling kota membawa miniatur ka'bah dan lainya, namun rute yang akan dilewati oleh mereka mendadak dirubah dari panitia sehingga menimbulkan kemacetan diruas jalan yang seharusnya untuk roda empat dan dua sehingga berbenturan dengan peserta karnval Muharam dan banyak warga yang terperangkap macet.

Nampak dilapangan petugas baik Satlantas Polres Kotabaru, LLAJ, dan Satpol PP, harus ekstra mengatur dengan buka tutup jalan disimpang empat bundaran tugu nelayan tersebut agar tidak terjadi benturan antara peserta pawai dengan pengguna jalan.

Hal tersebut terjadi karena perubahan rute karnaval secara mendadak dari panitia yangmana awalnya dari SMPN 1, Jalan M Alwy, Jalan Veteran, Jalan Suryagandamana, Jalan Putri Ciptasari, Jalan Pangeran Indera Jaya, Jalan H Agussalim, dan Jalan Diponogoro.

Dan dilakukan perubahan rute dari SMPN 1, Jalan M Alwy, Jalan Veteran, Jalan Pangeran Hidayat, Jalan Diponogoro, Jalan H Agussalim, dan Jalan Pangeran Indera Kesuma Jaya Siringlaut.

Salah seorang warga, Ryan mengatakan biasa tidak pernah macet bila ada perayaan seperti ini karena rute pawai tidak lewat tugu nelayan.

"Kalau ada perubahan ya seharusnya di informasikan kepada masyarakat jangan dadakan sehingga seperti ini macet sebab tabrakan antara peserta dan warga," ungkapnya.

Pantauan Gemasaijaanonline dilapangan nampak benturan warga dengan peserta pawai terjadi di simpang empat tugu nelayan tepatnya jalan Puteri Jaleha dan Jalan Singabana. Namun acara tetap berjalan tertib.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Sayed Jafar: Saya Ingin Fungsikan Kembali Kelompok Capir

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, BERANGAS - Dalam kunjungan Bupati Kotabaru H Sayed Jafar di Kecamatan Pulaulaut Timur, Kotabaru, Jum'at, (15/9/2017), saat melakukan dialog bersama petani di Balai Pertemuan kelompok tani bupati ingin memfungsikan kembali kelompok capir agar para petani mempunyai tempat berdiskusi seperti halnya era presiden Soeharto dulu.

Pertemuan tersebut dilakukan Sayed Jafar selain untuk menjaga silaturrahmi juga bisa mencari solusi agar panen para petani bisa meningkat.

"Dulu ada namanya kelompok capir waktu era presiden Soeharto, sebagai tempat diskusi para petani, hal ini nantinya akan kita hidupkan lagi," ungkap bupati.

Selain itu orang nomor satu di Bumi Saijaan ini menyampaikan bahwa, apa yang menjadi keluhan para petani agar dapat di sampaikan langsung kepada para penyuluh, seperti masalah takaran pupuk yang tepat dalam pemakaian dan tata cara lainnya untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan.

"Kita harus cari akar permasalahannya kenapa di daerah lain bisa panen tujuh hingga sembilan ton perhektar, sedangkan di daerah kita masih belum bisa," katanya.

Diakui bupati memang banyak yang harus diperbaiki seperti belum adanya irigasi untuk pengairan sawah petani apalagi saat kemarau tiba maka akan dilanda kekeringan.

"Insyaallah, tahun depan irigasi akan dibangun di Seratak dan pemasangan pipa ke Berangas bahkan nantinya bisa digunakan untuk mengatasi kesulitan air diperkotaan," ujarnya.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Pertama di Indonesia, ITP Produksi Semen Ramah Lingkungan

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, JAKARTA - PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tbk memproduksi semen khusus pertama di Indonesia untuk industri skala besar yang disebut "TR Superslag Cement", yangmana semen tersebut ramah lingkungan.

"Tiga Roda (TR) Superslag Cement" ini adalah jawaban untuk konstruksi berkelanjutan" kata Direktur Utama PT Indocement Christian Kartawijaya di sela-sela seminar bertajuk "Slag Cement: Teknologi, Aplikasi dan Keunggulannya untuk Konstruksi Indonesia" di Jakarta, Rabu.

Seminar itu dibuka Kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Deded Permadi Sjamsudin, mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono itu

‘’Produk baru itu merupakan terobosan di dunia konstruksi,’’ sambung Christian, didampingi Direktur Indocement Troy D. Soputro dan ‘Corporate and Public Communications Manager’ PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Pigo Pramusakti.

Seminar yang menghadirkan sejumlah pakar bidang konstruksi ini, imbuh Christian, dijadikan momentum bagi perusahaan untuk meluncurkan produk baru sebagai wujud komitmen Indocement untuk terus berinovasi dalam melahirkan produk semen yang memberikan durabilitas tinggi dan ramah lingkungan.

Dalam seminar itu, narasumber yang dihadirkan, selain Kepala Pusjatan Kementerian PUPR Deded Permadi Sjamsudin juga pakar konstruksi ITB Prof Iswandi Imran Prof Ir, MASc, Ph.D dengan tema "Slag Cement for High-rise Buildings".

Kemudian, praktisi konstruksi Dr Ir FX Supartono dengan tema "Slag Cement for Suistainable Infrastructure Development", Dr Diego Rosani dari "Heidelberg Technology Center", dan Dr Arvind K Suryavanshi dari Indocement dengan tema "Performance of Slag Cement - Fresh and Hardened Concrete Properties, Heat of Hydration, Durability and Sustainability".

Menurut Christian, di negara seperti AS dan Eropa, dan juga Singapura semen "slag" itu sudah digunakan sejak lama dengan berbagai keunggulannya. Produk semen "slag" itu di AS bahkan sudah digunakan sejak 100 tahun lalu. "Di Indonesia kami memproduksi semen `slag` ini yang pertama," katanya.
Ramah lingkungan.

Ia menjelaskan pesatnya pembangunan di Indonesia menuntut terobosan baru dalam dunia konstruksi. Semen "slag" adalah jawaban atas tuntutan pasar bagi jenis semen "low-heat hydration" sebagai bahan baku "mass concrete" (pengecoran dalam jumlah massal), dan memiliki tingkat resitensi sulfat tinggi dan tahan lama.

Semen "slag", imbuh Christian, merupakan jenis semen "portland" yang memanfaatkan "slag" dari industri baja sebagai salah satu bahan bakunya. Dalam proses produksinya, semen "slag" menghasilkan emisi CO2 yang rendah sehingga sangat ramah lingkungan.

‘’Semen slag dikenal ramah lingkungan karena menekan CO2 pada proses produksinya serta penggunaan sisa dari industri baja sebagai bahan baku sehingga layak disebut sebagai jawaban untuk konstruksi yang berkelanjutan,’’ terangnya.

Jenis semen ini memiliki keunggulan secara kualitas sehingga sudah sangat dikenal di luar negeri. "Semen `slag` sangat direkomendasikan untuk proyek dermaga dan bendungan serta pembuatan paving beton dan fondasi," katanya.











- Penulis : Agus Rifani - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Arsip Blog

Follow Twetter Gema Saijaan Online
Follow Facebook Gema Saijaan Online
`
 
Tutup
Hosting Murah