-->
HEADLINE
Loading...

319 Jamaah Kloter 9 BDJ Kini Bergelar Haji

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, ARAFAH - Ditengah tengah terik mentari yang menyengat dengan kisaran 43 derajat,  319 jamaah kloter 9 BDJ gabungan asal Kotabaru, Tanah Bumbu dan Barito Kuala bersama ribuan umat muslim seluruh penjuru dunia melaksanakan wukuf di Arafah, Jum'at, (3/10/2014).

Jamaah dibagi empat rombongan, dan semuanya sudah selesai melaksanakan wukuf dan sekarang menyandang gelar haji.

"Alhamdulillah, semua jamaah sudah mendapatkan predikat haji dan penuh semangat melaksanakan wukuf," ungkap H Kamal via telepon. 

Disampaikan H Kamal, isi penyampaian kutbah saat wukuf tentang kemabruran haji setelah mendapatkan gelar haji dengan perubahan sikap dan pengenalan diri akan hamba dengan tuhannya sebab hamba pada dasarnya tidak sempurna.

Rencananya kloter 9 BDJ akan diberangkatkan sekitar pukul 18.30 Waktu Arab Saudi (WAS), menuju ke Muzdalifah. Dan jeda waktu untuk keberangkatan berikutnya satu jam setiap kloter sesuai dengan hasil qurah, sedangkan untuk kloter 9 BDJ sendiri no urut lima.

Untuk 32 tenda yang disediakan di Arafah berada dekat dengan MCK, dan makanan untuk jamaah cukup bahkan berlabel Kementerian Agama dan menu sesuai dengan selera keseharian jamaah, ditambah dengan buah buahan seperti apel, pisang, jus dan lainnya, jelas ketua kloter.

H Kamal berharap, nantinya semua rombongan bisa diangkut serempak ke Muzdalifah hingga Mina, soalnya saat ini telah terjadi kepadatan di Arafah dan untuk transportasi angkutan jamaah tidak bisa tepat waktu.

Sekedar diketahui untuk bis yang disediakan mengangkut kloter 9 BDJ hanya lima buah dengan kapasitas 45 kursi jadi harus diisi dengan 65 orang, otomatis sebagian jamaah berdiri.

Disinggung masalah kesehatan jamaah saat wukuf di Arafah, Kamal mengatakan semuanya segar dan penuh semangat cuma hanya sebagian jamaah yang masih batuk dan yang mempunya penyakit resiko tinggi (Resti) memeriksakan tekanan darahnya.









- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Indocement Bantu Siswa Tidak Mampu

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, TARJUN - Dalam rangka pelaksanaan program CSR (Corporate Social Responsibility) melalui pilar pembangunan pendidikan, PT.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) Plant Tarjun, Kotabaru, Kalsel memberikan bantuan pendidikan kepada siswa kurang mampu, termasuk anak yatim dan putus sekolah untuk kembali bersekolah.

Sebelumnya Indocement telah melaksanaan bantuan tahap pertama April 2014 lalu dan kini masuk tahap kedua yaitu akan diberikan kembali bantuan seragam sekolah yang terdiri dari baju, celana, sepatu, kaos kaki dan buku tulis.

Desa binaan yang mendapatkan bantuan tersebut antara lain, Desa Serongga sebanyak 15 anak, Desa Sungai Kupang 40 anak, Desa Sidomulyo 20 anak dan Desa Sungai Dua 24 anak.

CSR Section Head Indocement Plant Tarjun, Yanuar Arif menjelaskan, “Ada beberapa dasar pemikiran menyelenggarakan kegiatan ini karena perusahaan ingin lebih memberikan perhatian khusus kepada anak-anak siswa keluarga tidak mampu.

Tujuan ini agar anak mendapatkan hak pendidikan layaknya anak-anak lainnya dan menumbuhkan semangat belajar lebih baik lagi guna manfaat buat dirinya sendiri dan berguna bagi kehidupan bermasyarakat serta untuk menuju masa depan mereka, ugkap Yanuar.

Masih kata Yanuar, selain itu perusahaan juga melaksanakan program anak asuh atau bantuan pendidikan kepada siswa-siswa dari keluarga tidak mampu, termasuk anak yatim dan putus sekolah untuk sekolah kembali dengan pembiayaan sepenuhnya sesuai kebutuhan pendidikan dan sekolah.

Disamping itu pula, dapat membantu program pemerintah dalam wajib belajar 9 tahun dalam kerangka peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia, jelas Yanuar.

Kepala SDN 2 Serongga, Siti Rohani, S.Pd mengatakan, “Harapan kami, perusahaan dapat terus menerus melaksanakan program anak asuh ini dan mereka sangat memerlukan bantuan dan dukungan untuk terus bersekolah.

"Nilai raport mereka bagus artinya semangat bersekolahnya sangat baik, sangat disayangkan kalau mereka tidak mendapat dukungan," ungkap Rohani.

Ia menambahkan, mereka di masukkan kriteria tidak mampu terutama anak yatim yang ditinggal orang tua dan anak putus sekolah, karena orang tua mereka berpenghasilan rendah sedangkan keinginan dan semangat anak untuk bersekolah tinggi.

Disi lain Kepala Desa Serongga, Muhammad Yasa menyampaikan, “Selaku aparat pemerintahan desa sangat meapresiasi langkah-langkah kebijakan yang dilakukan management Indocement terhadap pendidikan dalam rangka peningkatan SDM bagi warga desa binaan.

Kami sangat bersyukur dan terima kasih bahwa anak yatim, anak putus sekolah dan siswa keluarga tidak mampu menjadi program anak asuh Indocement. Dan kami sangat mendukung program ini karena besar sekali manfaatnya, jelasnya.

“Harapan kami, kiranya pembinaan dan program bantuan terhadap Anak Yatim, Anak Putus sekolah dan Siswa keluarga tidak mampu ini berjalan hingga lulusan sekolah sesuai dengan program pendidikan yang diwajibkan pemerintah yaitu wajib belajar hingga 9 tahun,” ungkap Yasa.













- Penulis : Humas ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Keberangkatan Kloter 9 BDJ ke Arafah Tertunda

Telah Dibaca : 0 kali
GEMA, ARAFAH - Jelang wukuf di Arafah, kloter 9 BDJ gabungan asal Kotabaru, Tanah Bumbu dan Barito Kuala, yang seyogyanya diberangkatkan jam 09.00 Waktu Arab Saudi (WAS) dari pondokan menuju ke Arafah tertunda menjadi jam 13.00 (WAS) siang.

Padahal 319 jamaah calon haji sudah bersiap siap sejak pukul delapan pagi dengan pakaian ihram berada di lobi hotel sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi.

"Seharusnya memang jam sembilan pagi sudah berangkat, namun karena bis untuk kloter kita terperangkap macet jadi harus menunggu hingga siang," ungkap H Kamal selaku ketua kloter 9 BDJ.

Lamanya waktu keberangkatan tersebut sempat membuat sebagian jamaah gelisah dan terus menanyakan kepastian keberangkatan kepada ketua kloter.

Mengatasi masalah tersebut selaku ketua kloter H Kamal, menghimbau agar jamaah bersabar menunggu kedatangan bis dan menjelaskan sebab keterlambatan kedatangan bis tersebut menjemput mereka.

Hal tersebut diisi oleh jamaah dengan menyempatkan sholat dzuhur di kamar masing masing.

Sekitar pukul 01.00 siang WAS, akhirnya lima buah bis yang akan mengangkut 319 jamaah kloter 9 BDJ tiba di pemondokan dan satu persatu jamaah menaiki bis sesuai dengan urutan yang telah ditentukan.

Satu buah bis yang hanya berkapasitas 55 kursi terpaksa diisi dengan 65 orang, otomatis untuk laki laki dan yang fisiknya kuat harus berdiri, hal ini sesuai dengan kesepakatan bersama dan dimaklumi jamaah.

"Alhamdulillah, sekitar pukul dua siang waktu setempat rombongan tiba di Arafah dan ada sebagian jamaah yang kuat melakukan ibadah namun sebagian lagi beristirahat," jelas H Kamal.

Selain itu saat tiba di Arafah hujan rintik turun menyambut kedatangan para jamaah dan keadaan kesehatan semuanya dalam keadaan baik bahkan nampak kebahagian terpancar diwajah mereka. 










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Arsip Blog

Follow Twetter Gema Saijaan Online
Follow Facebook Gema Saijaan Online
`
 
Tutup
Hosting Murah